Panah Balas Dendam Arjuna

Panah Balas Dendam Arjuna
Pertemuan Pertama Algeria Dan Cassandra


__ADS_3

Arjuna merasa kesal, karena sedari tadi ia bicara Vito hanya diam. Namun tidak untuk Marsel, ia menatap Vito dengan tatapan yang begitu intens.


"Kakak ipar, ayolah berbicara. Mengapa kakak ipar diam saja? kakak ipar tidak sedang pura-pura jadi bisu kan?" tanya Arjuna.


Dasar bodoh, Vito tidak sedang berpura-pura bisu. Ia hanya sedang caggung, karena dulu pernah berperilaku kasar pada Arjuna.


"Maaf mengganggu aktivitasnya, Tuan. Saya hanya mengantarkan berkas itu saja, dan sekarang saya akan kembali lagi ke pekerjaan saya. Bila ada kesalahan atau keperluan, saya akan datang kembali ke sini" ucap jelas Vito.


"Yah, kakak ipar kenapa mau pergi, di sini saja bersamaku." Cegah Arjuna,


"Kau boleh kembali ke pekerjaanmu, Vito." Beo kakek Gunawan.


"Kalau begitu, saya pergi dulu Tuan. permisi," pamit Vito meninggalkan mereka bertiga.


Arjuna merasa jengkel, pada sang kakek yang mengizinkan Vito untuk pergi. Padahal ini adalah kesempatan emas untuk Arjuna, agar ia bisa mendekati Afriska adik dari Vito.


.........


Algeria tengah berjalan-jalan di pinggiran jalan, ia nampak santai dan juga seperti tak ada beban. Hoodie berawana hijau toska, serta cubluknya ia pakai di atas kepalanya.


Seseorang berlari, menghantam tubuhnya dari depan. BRUUUGH,


Ia terjatuh, begitu pun dengan orang tadi menghantam keras tubuh Alge. Sehingga, menimpa tubuh kekar Alge.


"Sorry, sorry" ucapnya


Algeria bangun, dan juga dengan wanita itu. Ia pergi begitu saja, meninggalkan Algeria tanpa rasa bersalah.


"Woy!" teriak Alge, namun percuma saja. Wanita itu telah pergi menjauh, Alge kesal dan berdengus kesal.

__ADS_1


"Cih, dasar wanita menyebalkan!"


Tak mau mempedulikannya, Algeria pun pergi dengan perasaan yang tak karuan. Entahlah, mungkin ini adalah hari terburuknya Algeria. Mulai dari dengan para wartawan, dan juga malam ini ia bertemu dengan wanita sialan.


3 orang pria datang menemui Algeria begitu tergesa-gesa, dan juga berlarian.


"Selamat malam, Pak. Saya izin mau bertanya, apa bapak melihat seorang gadis kabur, atau sedang berlari ke arah sini? Tadi, saya melihatnya ke arah sini. Mungkin bapak melihatnya," tanya salah satu pria tersebut.


Alger terdiam sebentar, apa mungkin yang dimaksud pria ini adalah wanita tadi yang sempat menabrak dirinya. Algeria pun menengok ke arah sampingnya.


"Aku tidak, aku tidak bertemu dengan siapa-siapa dari tadi. Memangnya, kalian sedang mencari siapa? Apakah dia mencuri sesuatu?" tanya balik Alge, dengan spontan salah satu pria itu menjawab.


"Dia adalah calon pekerja malam, yang berhasil kabur tadi sore. Sayang sekali, padahal dia masih perawan. Pasti harganya sangat mahal" ucap pria itu, ia dengan polosnya mengatakan niat mereka yang sebenarnya.


Temannya yang berada di sampingnya itu pun, menjitak kepala pria tersebut.


"Kenapa kamu mengatakannya, bodoh! Bisa gagal rencana kita, dan bisa hancur juga bisnis kita!" bisik-bisik temannya si pria tadi.


Beruntungnya Alge tidak mengatakannya, jika ia bertemu dengan wanita sialan tadi. Andai saja, ia tidak berhati-hati, mungkin saja wanita tadi akan tertangkap.


"Apa ada masalah?" tanya Algeria, ketiga pria itu pun lirik ke arahnya secara bersama-sama.


"Tidak ada apa-apa, pak. Kalau begitu kami permisi dulu" pamit si pria ketiga, yang sedari tadi dia hanya diam saja.


Mereka pun kembali melanjutkan aksinya, untuk mencari wanita tadi yang sempat menghilang. Algeria melihat kepergian mereka bertiga, berharap ketiga pria itu tidak bertemu dengan wanita sialan tadi.


Melihat ketiga peia itu sampai menjauh, Algerua pun melanjutkan jalan malamnya pada saat itu juga. Ia mengambil ponselnya, yang berada di dalam saku hoodienya itu. Lalu memasang sebuah earphone ke telinganya, dan menyetel lagu kesukaannya yang berjudul Joko Tingkir versi DJ.


Algeria masih berjalan dengan santai, karena sejauh ini tidak ada yang mengganggunya, sampai ia akhirnya sampai di depan rumahnya. Dan di sebelahnya, ada bengkel kecil-kecilan yang ia bukan untuknya melanjutkan hidup.

__ADS_1


Selain menjadi pembunuh bayaran, dan preman pasar. Algeria adalah seorang montir bengkel. Karena Algeria bukanlah seorang pria biasa, dengan profesinya yang sebagai pembunuh bayaran.


Ia mendapatkan banyak uang dari upahnya, ketika menjadi pembunuh bayaran. Dan, profesi itu sudah lama Algeria tinggalkan, ia lebih baik hidup dengan kesederhanaan dibandingkan ia hidup kaya raya. Namun dengan dosa yang begitu berat di alam akhirat sana.


Sekecil apa pun, Alge berusaha memperbaiki hidupnya yang sangat berantakan ini. Saat Algeria hendak ingin masuk ke dalam rumahnya, seseorang menyahutinya namanya dari belakang.


"Mas!" sahutnya


Spontan, Alge pun menoleh ke belakqngnya. Ia nampak terkejut, ketika orang itu memanggilnya tadi, dia adalah wanita sialan yang sempat menabraknya.


Wanita itu mendekatinya, tanpa dirinya sadari ternyata wanita itu sudah mengikutinya sedari tadi. Ia berharap, bisa berlindung pada Algeria. Dan bisa menyelamatkannya, juga dengan teman-temannya yang sudah menjadi korban itu.


"Mas, aku butuh pertolonganmu" tuturnya,


Algeria pun spontan menjawab, "Aku bukan Polisi, jika kau membutuhkan pertolongan hubungilah dia. Dan aku juga bukan superhero, yang bisa menyelamatkan siapa saja. Bagaimana jika nanti aku tewas karena menyelamatkanmu?." Tanya Algeria, ia segera masuk ke dalam rumahnya tanpa memperdulikan wanita tersebut.


Wanita tersebut pun, dengan beraninya menggedor-gedor pintu rumah Algeria.


"Mas, kamu harus menolongku. Aku sedang dalam bahaya. Jika kamu tidak bisa menolongku, setidaknya tolong antarkan aky ke kantor polisi. Aku cukup takut untuk pergi" pintanya, namun akhirnya hanya percuma saja. Alge tidak memperdulikannya.


"Mas tolong aku, sekali saja!." Alge muak, ia pun membuka pintunya kembali dan menampakkan wajah yang begitu marah, namun dengan mata yang begitu satu. Mungkin karena ia sudah lelah, dan juga sudah mengantuk.


"Apa! kau ingin aku membantumu soal apa? aku sudah membantumu sekali saat 3 orang pria tadi mencoba mencarimu. Namun aku mengatakannya jika tidak bertemu denganmu, apakah kau sudah puas?" tegas Algeria, ia kembali membanting pintunya sehingga wanita itu pun terkejut.


Ia tidak bisa berbuat-apa, dibandingkan harus tertangkap. Lebih baik ia berlindung saja malam ini di rumah Algeria. Toh, mungkin itu adalah satu-satunya yang untuk bisa beristirahat untuk malam ini.


Masa bodo jika nanti Alge akan mengamuk, yang pasti saat ini ia ingin untuk tidur. Dan menyambut hari esok dengan lebih baik ke dari hari sekarang.


Waniya itu melihat bengkel Algeria, sepertinya tidak terkunci, Ia pun bergegas segera ke sana untuk mengecek apakah ada orang di sana. Nasib baik menimpanya, tidak ada orang, ia melihat pun masuk ke dalam dan mengunci menguncinya dari dalam.

__ADS_1


Hanya ada perkakas dan juga barang-barang bengkel Algeria saja. Mungkin Algeria lupa, untuk mengunci pintu bengkelnya, dan wanita itu pun tidur di di bawah dengan beralaskan karpet, setidaknya ia kali ini beruntung dari kejaran 3 pria tadi.


...BERSAMBUNG...


__ADS_2