Panah Balas Dendam Arjuna

Panah Balas Dendam Arjuna
Kejutan Manis


__ADS_3

Keesokan harinya, Marsel datang ke perusahaan dengan raut wajah yang layu. Arjuna sudah berpesan padanya untuk tidak masuk ke kantor, namun apalah daya Marsel yang keras kepala itu.


Dengan langkah yang pelan, ia berjalan menuju ruangannya. Namun langkahnya terhenti ketika ia melihat seorang pegawai cupu berjalan di depannya, tanpa mengucapkan salam sapa seperti pegawai yang lainnya.


 


"Hei kau!" pekik Marsel, wanita itu pun berhenti dan melihat wajah Marsel dengan samar-samar. "Iya, pak." sahutnya yang ketakutan ketika melihat Marsel.


Marsel menatap lama wanita itu, ia menganalisa dari raut wajah wanita yang ada di depannya, dengan raut wajah wanita yang semalam berhasil melepaskan kesucian. Meskipun hanya samar-samar, tapi Marsel yakin seyakin yakinnya jika dia adalah orangnya.


"Siapa namamu?" tanya Marsel, 


"Mi-mika, pak" jawab Mika yang setengah ketakutan itu.


''Apa kita pernah bertemu sebelumnya? wajahmu sangat tidak asing untuk aku kenali." Ucap Marsel, Mika menelan salivanya dalam-dalam. Ia tak ingin jika Marsel mengingat malam tadi, malam-malam yang tak bisa membuat Mika tidur.


"Tentu, pak. Saya seorang resepsionis, sudah pasti bapak setiap hari melihat saya" elak Mika, berharap Marsel mengganti topik obrolan mereka.


"Aku tahu, tapi-"


 


"MIIIKAAA!!!" teriak seorang wanita, yang berhasil membuat ucapan Marsel terpotong. Marsel meliriknya dengan raut wajah yang tak bersahabat, dia adalah Sari seorang resepsionis senior.


Sari cengengesan, ia hanya menperlihatkan giginya yang putih saja. "Eh, ada pak Marsel. Aku kira siapa, maaf ya pak, saya tid-" 


"Diam! aku tidak ingin mendengar alasan. Kalian semua kembali bekerja, atau akan aku laporkan kepada tuan muda Elgara!" celetuk Marsel.


"BAIK, PAK. KAMI PAMIT UNDUR DIRI INGIN PERGI" ucap mereka berdua dengan spontan, Mika dan Sari segera pergi dengan terbirit-birit.


Gagal sudah rencana Sari untuk mengerjai Mika, Marsel hanya menghela nafas dengan berat. Ia berharap, jika Marsel bisa menemukan wanita tadi malam.


 


.........


 


SG Company


Keringat dingin bercucuran keluar dari dalam kulit Sandi, mendengar pernyataan Arabela yang membuatnya benar-benar sangat terkejut tentang Arjuna.

__ADS_1


"Apa Bela sudah tahu juga yang sebenarnya, jika Arjuna adalah kakak tirinya?" gumam Sandi, ia nampakbegitu frustrasi dan menjambak-jambak rambutnya.


Seseorang dari belakang pintu menegetuk pintu ruangan Sandi, Sandi pun menyahutinya dengan mengizinkannya untuk masuk.


“Masuk” titahnya.


Orang tersebut pun masuk dengan spontan, Sandiaga menatap tak percaya jika di depannya adalah Arjuna yang merupkan darah dangingnya sendiri.


“Arjuna!” beonya, Arjuna tersenyum dan langsung duduk disofa tamu yangada di ruangan Sandi.


“Ayah masih mengingatku? Aku pikir ayah sudah benar-benar lupa padaku” cibirnya


“Cih, mau apa kau ke sini? Siapa yang menyuruhmu masuk ke dalam ruanganku?! Dasar tidak sopan!” celetuk Sandiaga yang kesal.


“Hehehe, perusahaan ayah? Sayangnya sebentar lagi akan disita oleh bank, apa ayah tidak takut istri ayah yang hedon itu pergi?”


Kali ini Arjuna benar-benar bicara dengan lancing di depan ayahnya itu, ia tak takut berurusan dengan ayahnya sekalipun. Untuk apa ia takut, ia kan tuan muda Elgara yang kaya raya itu.


“Pergi kau dari sini!” usir Sandiaga


“Jangan terburu-buru ayah, aku datang ke sini untuk memberikan solusi dan bantuan untuk menyelamatkan perusahaanmu yang terlilit hutang ini.” Jelas Arjuna, namun Sandiaga nampaknya sangat enggan meminta bantuan pada putra semata wayangnya tersebut.


Mendengar penolakan itu, Arjuna tersenyum dan memberikan berkas berwana kunging itu. Sandiaga yang tak paham dengan apa yang dimaksud Arjuna tentang map kuning tersebut.


“Lihat itu, aku yakin kau akan suka” ujar Arjuna, Sandiaga pun segera membuka map tersebut dan isinya adalah saham perusahaan SG (Sandiaga Group)


“Apa maksudmu dengan semua ini, Arjuna!” pekik Sandiaga yang mulai tak suka.


Arjuna cengengesan, “He, ayah lupa jika tuan muda Elgara masih memiliki saham terbesar perusahaan SG. Tapi untuk Arjuna, ia hanyalah anak malang yang telah diterlantarkan oleh ayah kandungnya sendiri.”


Sandiaga terdiam, ia duduk di samping Arjuna dan menaruh map kuning itu di atas meja. “Apa yang kau inginkan? Kehancuranku atau perusahanku, Juna?” tanya Sandiaga yang mulai pasrah.


“Hm, aku tidak ingin itu semua ayah. Bahkan jika mau, aku bisa membantu perusahaanmu untuk berkembang pesat kembali” tutur Arjuna.


“Aku tidak peduli denga apa yang kau tawarkan itu, Juna. Cepat beritahu aku apa yang kau inginkan?!”


Pertanyaan Sandi yang kali ini cukup sedikit tegas, maka Arjuna juga tak akan segan-segan untuk mengatakan tujuannya ke perusahaan Sandi.


“Simple, dan hanya ada satu,” sahut Arjuna.


“Apa itu, katakanlah?” beo Sandi, Arjuna tak habis pikir jika ia benar-benar mengatakan hal yang seharusnya ia katakana dari dulu.

__ADS_1


“Ayah, aku ingin Arabela! Hanya aku yang boleh menjadi suaminya, dan aku tidak menerima penolakan sedikitpun!.”


JEDDDAR! Sandi bagaikan terkena petir di siang bolong, entah setan apa yang merasuki Arjuna sehingga ia menginginkan Arabela untuk menjadi istrinya.


“CUKUP ARJUNA! CANDAANMU SUNGGUH TIDAK LUCU!” ucap sandi dengan nada penuh ketegasan. 


Arjuna hanya tersenyum, ia sudah sangat yakin jika ayahnya akan bersikukuh untuk menolak keras.


“Kalian berdua itu masih ada ikatan darah walaupun itu hanya ayah kandung, jangan mengada-ada jika kau ingin menikahi adik tirimu sendiri Arjuna!” pekik Sandiaga, Arjuna tersenyum dan melirik kearah Sandi.


“Ayah, coba kau balik di belakang saham perusahaan dimap kuning itu ada apa” ujar Arjuna, ia langsung melihat apa yang berada dimap kuning tersebut.


Sebuah hasil tes DNA antara Arabela dengan Sandiaga, Arjuna tidak memberitahukan dulu hasil tes DNA yang kedua antara Arabela dengan Naracha yang merupakan ibu kandungnya. Pelan-pelan saja, asalkan balas dendamnya terlaksanakan.


“Apa maksud dari semua ini, Arjuna?”


Arjuna menaikkan kedua bahunya, yang menandakan ia tidak tahu. 


“Entahlah, ayah bisa tahu sendirikan?"


Sandi sudah pasti tak percaya dengan test DNA yang anaknya bawa itu, tapi inilah kenyataannya jika Sandi sudah ditipu oleh istrinya sendiri. 


“Jika kau masih tidak percaya, aku bisa membawamu pergi menemui dokter boy untuk melakukan test DNA lagi” ujar Arjuna 


“Ayah, kebenaran memanglah sangat menyakitkan. Akan tetapi, jauh lebih sakit jika kita dibahagiakan dengan kebohongan.” Sambungnya.


Sandi terdiam, ia menatap hasil medis yang mengatakan bahwa Sandiaga dan Arabela hanya memiliki 00,0% kemiripan dari gen. Ia sangat frustrasi dengan apa yang tekah menimpanya, usahanya bangkrut, anak yang ia telantarkan kini telah kembali. Dan paling mengejutkannya lagi,  jika putri kesayangannya ternyata bukanlah putrinya sendiri.


“Ayah bersabarlah, hidup ini penuh dengan ujian. Jika ayah mau, aku akan menuntaskan akar permasalahan ini” tawar Arjuna, namun Sandi menolaknya. “Tidak perlu, aku tidak butuh pertolongan darimu,” celetuk Sandiaga.


 


“Ci, dasar pak tua Bangka!” gerutu Arjuna dibatinnya.


...BERSAMBUNG...


Selamat pagi,siang,sore,malam cok! eh, maksudku adalah para pembacayang budiman. 


Jangan lupa kembang sama kopinya, biar afdol VOTE udah hari senin nih.


VOTE… VOTE… VOTE…. VOTE

__ADS_1


__ADS_2