Panah Balas Dendam Arjuna

Panah Balas Dendam Arjuna
Kabar Yang Menggemparkan


__ADS_3

Jam sudah menunjukan pukul 8 pagi, Arjuna dan tuan Gunawan pergi menggunakan mobil mewahnya. Arjuna dengan telaten mengendarai mobil, ia membelah jalanan kota. Sekitar 25 menit kemudian, mereka sampai di perusahaan PT Yo-Jek. Ajuna turun, dan begitu juga dengan kakek.


"Ayo, kita masuk." Ajak sang kakek pada Arjuna, Arjuna pun menganggukinya.


"Iya, Kek. Tunggu sebentar, Arjuna ambil dulu handpone Juna"


"Heeem, iya"


Lepas itu, Arjuna dan kakek masuk. 2 orang penting di perusahaan, para pegawai menyambutnya dengan begitu antusias. Mika dan Una yang selaku resepsionis pun menyambutnya, memberi mereka salam dan sapa.


"Mika, dia benar-benar driver ojek online yang pernah bekerja di sini" bisik Una ditelinga Mika


"Heem, iya. Tapi, kenapa aku tidak melihat tuan Marsel Abian Anggara ya" ucap Mika yang sedikit kecewa.


Tak bisa ia bohongi, perasaannya telah terikat oleh Marsel yang mampu membajak hatinya.


"Kenapa memangnya? Jangan bilang kamu naksir sama pak marsel!" pekik Una, Mika pun spontan melirik Una.


"Apaan, sih! Jangan ngaco kamu, Una Anu. Ma-mana mungkin aku naksir atasanku sendiri. Itu tidak mungkin!" cetus Mika yang malu.


"Kalian berdua kenapa?" tanya Marsel yang mendadak datang dm iti hadapan mereka.


Una dan Mika pun terkejut, mereka berdua tak sadar jika Marsel sudah datang ke perusahaan.


"Ti-tidak, paak" ucap Mika


"Kerja yang benar, jangan main-main seperti itu, tuan Elgara sudah kembali. Jadi bersikap baiklah, kalian tidak mau kan jika dipotong gaji?" pekik Marsel, Mika dan Una spontan mengangguk.


"I-iya, pak" beo Una


Kepergian Marsel membuat mereka berdua bernafas lega. "Untunglah, pak marsel sudah pergi. Dia kadang imut, dan kadang amit." Cetus Una yang kesal pada Marsel.


Mika terdiam, ia tak ingin membicarakan pria itu yang telah membuat modnya ancur.

__ADS_1


Tuan gunawan mengajak Arjuna ke ruang rapat untuk bertemu dengan para petinggi perusahaan. Tak lupa juga, untuk hari ini tuan gunawan sengaja menyewa seorang jurnalis terkenal, untuk mengembangkan berita Arjun yang kini sedang naik.


"Selamat pagi" sapa tuan Gunawan, yang memecahkan keheningan.


Keheningan masih terjadi, semua mata tertuju pada Arjuna yang duduk di belakang kakek Gunawan.


''Tentunya kalian sudah mendengar kabarnya kan, jika cucuku bernama Elgara sudah kembali''


''Aku ingin, perusahaan yang bergerak dibidang transportasi ini berjalan dengan lebih baik, dan juga lebih jaya lagi saat dipimpin oleh cucuku nantinya.'' Jelasnya, semua orang bersorak riang mendengarnya.


Arjuna tersenyum, ia tak bisa membayangkan dirinya kini akan menjadi seorang pemimpin. Untungnya, dulu Arjuna memilih untuk kuliah walaupun secara online.


''Tuan muda Elgara, silahkan berdiri. Saya ingin mempotret anda'' sahut sang jurnalis, Arjuna nurut dan ia pun berdiri.


''Okey, satu... Dua... Tiga..., Ceklekkkk!"


Arjuna nampak begitu keren dan gagah, Marsel yang berada di dalam sana pun mengambil ponselnya lalu menjepret foto Arjuna. Ia mengirimkannya pada Algeria yang tidak bisa datang ke perusahaan.


''Namaku Arjuna, Arjuna Rakesagara. Kalian pasti bertanya-tanyakan tentang namaku yang Elgera itu. Nama itu punya maknanya sendiri, dan aku tidak mau memberitahu kalian tentang namaku itu. Aku harap, kedepannya kalian bisa memanggilku dengan nama asliku sendiri. Yaitu, Arjuna. Arjuna Rakesagara!" Jelasnya, semua orang bersorak dan bertepuk tangan pada Arjuna.


Kabar kembalinya tuan muda Elgara menuai banyak kritikan, pasalnya mereka tau siapa itu Elgara. Ternyata tanpa mereka sadari, ada beberapa diantara mereka yang dulu pernah menjadi costumer dari Arjuna.


Dan kabar itu pun terdengar oleh Sandi, ia frustrasi dan pikirannya tak karuan. Putranya yang sama sekali tidak ia urus mendadak menjadi pemimpin perusahaa , dan lagi tuan gunawan yang ternyata ia memiliki perusahaan. Jika benar begitu, berarti dulu Sandiaga bekerja di perusahaan mertuannya sendiri.


"Aaaaagggh!! Kenapa bisa jadi begini?! Kenapa takdir memainkanku?!" gerutu Sandi yang frustrasi.


Naracha masuk ke dalam ruangan Sandi, ia melihat sang suami tengah mengacak-acak rambutnya.


''Sayang'' sapa Naracha, ia berjalan mendekati suamimya yang sedang frustrasi itu.


''Kau kenapa, hei!!''


Sandiaga melirik istrinya itu, ia jatuh ke bawah lantai secara mendadak. Tak kuasa menahan tangisnya, hanya tinggal mengitung hari saja. Pihak bank akan segera menyita perusahaan miliknya, dan ia bingung harus mencari dana kemana.

__ADS_1


Tidak mungkin kan, Sandi menikahkan Arabela dengan Arjuna. Karena yang sandi tau, Arabela dan Arjuna adalah kedua anaknya walapun hanya berbeda ibu. Hancur sudah harapan sandi untuk menikahkan Bela dengan Elgara, yang ternyata itu adalah putranya sendiri.


''Lalu kita harus bagaimana?'' tanya Naracha, yang sebenarnya ia juga bingung.


''Tidak ada pilihan lain, kita harus menjual fasilitas-fasilitas mewah dan juga menjual beberapa barang mewah di rumah'' ujar Sandi, sontak Nara pun terkejut bukan main.


''Menjual barang-barang mewah? Termasuk tas dan sepatuku yang limited edition??'' tanya Nara, Sandi pun mengangguk.


''KAU GILA YA, SANDI! AKU MANA MAU MENJUAL KOLEKSI TAS DAN SEPATUKU YANG BERHARGA ITU!. CARILAH JALAN LAIN, AKU TIDAK PEDULI!!'' ucap Naracha dengan nada tinggi.


Sandi menghela nafasnya, ''Mau bagaimana lagi?? Aku tidak mungkin menikahkan Bela dengan tuan muda Elgara,'' beonya.


Naracha terdiam, ia tak habis pikir dengan apa yang dipikirkan oleh suaminya itu.


''Kau ingin menjual putriku?! Jangan harap, Sandi! Dia tidak akan menjadi korban keserakahaanmu!!'' pekik Naracha, ia meluap-luapkan kekesalannya itu.


Neracha tidak mengetahui, jika. Tuan muda Elgara yang dimaksud adalah Arjuna Rakesagara, putra dari sandiaga.


''Kau tau, siapa itu Elgara?'' tanya Sandi


Naracha pun dengan bangga menjawab jika i mengetahuinya. ''Iya, dia adalah direktur utama perusahaan Yo-Jek kan? Dia itu sudah tua bangka, kau mau menikahkan putrimu dengan kakek-kakek?'' celetuk Naracha, Sandiaga cengengesan mendengarnya.


''Nara-Nara, apa kau belum melihat televisi?'' tanya lagi Sandi, ia mengambil remot tv dan menyalakan tv itu.


Raut wajahnya berubah drastis, Nacha sama sekali tidak bersuara ketika melihat orang tersebut tengah diwawancarai oleh beberapa wartawan.


''Dia....'' lirih Naracha yang tak percaya.


Arjuna Rakesagara/Elgara, melihat nama itu terpangpang jelas membuat kaki Nara lemas.


''Dia putramu? Putramu dengan istri pertamamu itu kan? Tapi, kenapa? Dia bisa mewarisi kekayaan keluarga Sugih Sudrajrat??.''


Sandi tak bisa menjawab, ia juga tak bisa berkata-kata apa lagi. Jika ternyata, Arjuna adalah cicit dari keluarga Sugih Sudrajat dan cucu Gunawan Sudrajrat. Kakek Gunawan tidak mengatakan jika ia adalah anak semata wayang dari keluarga Sudrajrat. Karena itu, Sandi percaya jika kakek Gunawan hanyalah montir biasa tadinya.

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


Follow IG author yuk! @stmaemunahsr


__ADS_2