Panah Balas Dendam Arjuna

Panah Balas Dendam Arjuna
Kebenaran Sebenarnya Terungkap


__ADS_3

Sandiaga mendadak gagap ketika mencoba berbicara pada sang istrinya itu. Karena perselingkuhannya dengan dua orang wanita penghibur itu, menjadi sorotan publik saat ini.


Mereka berdua bertengkar hebat tadi malam, sehingga membuat Arabela tidak nyenyak untuk tidur, terlebih lagi kedua orang tuanya yang terus-terusan berseteru.


"Berani sekali kau, Sandi! Berselingkuh di belakangku! Apa kau pikir, kau itu sangat tampan!!" tegas Naracha yang kesal, akan tingkah laku suaminya itu.


Sandi berdecak kesal. "Cih, bukankah kau duluan yang berselingkuh? Seharusnya kau intropeksi dirimu terlebih dahulu!" tegas balik Sandi.


"Oh, jadi kau sekarang balik menuduhku ya!" pekik Narcha, ia sudah bersiap-siap melayangkan tinjuannya ke wajah Sandi.


Alhasil, pertengkaran itu pun terjadi dengan sangat sengit. Arabela yang mendengar kegaduhan di kamar kedua orang tuanya langsung pergi untuk mengecek, kebetulan juga ia sedang berada di dapur.


Bela berjalan mendekati pintu kedua orang tuanya yang tak terkunci, matanya melihat kejadian yang seharusnya tak ia lihat. Kedua orang tuanya sedang bergulat adu kekutan, namun yang Bela tangkap ia melihat kedua orang tuanya seperti sedang bercocok tanam.


"Sialan, mataku yang suci ternodai!!" celetuk Bela.


Tanpa pikir panjang, Bela langsung berlari menuju kamarnya karena malu jika ia tertangkap basah sedang mengintip. Sedangkan Nara dan Sandi, keduanya sudah babak belur akibat ulahnya sendiri.


"Dasar sialan!! Kampret!! Kuda loyo!! pergi kau dari rumah ini!!" Tegas Naracha, ia sambil memukul wajah Sandi dengan bantal.


"Kau mengusirku dari rumahku sendiri?!" tegas Sandi. "Iya, memangnya kenapa hah? Masa buat lo?!" pekik Naracha.


Seolah tak akan ada habis-habisnya mereka berdua ini, jodoh adalah cerminan diri sendiri. Sama seperti Naracha dan Sandiaga, heem you know lah.


.........


Arjuna terdiam dalam lamunannya, ia sejenak merenungi rencananya untuk menikahi Bela yang merupakan saudari tirinya.


Helaan nafas terdengar, raut wajahnya begitu muram, haruskah ia tetap menjalankan rencananya ini yang sudah berjalan setengahnya.


"Bunda, aku bingung dengan semua ini, apakah aku ini terlalu jahat padanya.'' Gumam Arjuna, yang berkeluh kesah kepada ibunya yang berada di atas sana.


Arjuna kembali melihat lembaran berkas itu, ia tak bisa membayangkan jika ibunya akan sejahat ini.


''Jika Bela bukan putri dari ayahku. Lalu kenapa dia juga bukan putri dari ibu tiriku? Ini sangat janggal, aku harus menuntut tuntas.''


Arjuna memahami dengan sungguh-sungguh, ia melihat

__ADS_1


''Sebenarnya Arabela ini anak siapa? Apa dia anak yang dibuang, atau.'' Arjuna tak bisa melanjutkan perkataannya, ia menepis pikiran buruk tentang Arabela.


"Aku semakin penasaran dengan kelanjutan kisahnya ini, semakin banyak teka-teki dan juga skandal di antara kedua orang tuanya itu"


"Yang satu sedang naik daun karena perselingkuhannya, dan yang satu rahasia terbesarnya terbongkar. Heeem, menarik!"


Arjuna mendapatkan sebuah hasil tes DNA dari seorang dokter kepercayaannya, ia berhasil mendapatkan rambut dari Naracha dan juga Arabela. Saat melakukan tes DNA tersebut, Arjuna merasa tidak yakin Ia seperti orang gabut dan tidak ada kerjaan mengetes ibu dan anak kandung itu.


Namun, ia sangat terheran-heran ketika yang keluar ternyata hasilnya tidak sama, yang menandakan bahwa Naracha dan Arbela tidak memiliki hubungan darah sedikitpun.


Marsel datang ke ruangan Arjuna, ia mengetuk pintu dan Arjuna pun menyahut.


''Masuk''


"Selamat siang bos muda, apakah bos muda ingin makan siang? Aku sudah membawakan dokumen yang bos muda minta."


Arjuna segera menaruh berkas yang ada ditangannya itu, dan ia mengambil berkas yang Marsel bawa. Ia membaca sedetail mungkin apa yang ia mengerti dalam tulisan itu.


"Marsel, kau setujukan pergi bersamaku saat survei ke Bandung nanti?" tanya Arjuna untuk memastikan Marsel tidak linglung nantinya.


"Itu pasti bos muda. Oh iya bos, tuan burhan yang merupakan parter bisnis kita akan segera melangsungkan pesta ulang tahun pernikahannya yang ke 30 tahun. Beliau mengundang bos muda, apa bos muda bersedia untuk hadir?" tanya balik Marsel pada Arjuna.


Marsel terdiam, pasalnya ia harus membawa siapa. Tidak mungkinkan ia pergi hanya berdua saja dengan Arjuna, begitu pun juga dengan Arjuna yang pergi berdua dengan Marsel.


Mereka berdua dibuat pusing, kenapa ada undangan pesta yang begitu rumit. Waktunya pun juga sudah mulai dekat, hanya tinggal 3 hari saja, sebisa mungkin Arjuna harus meyakinkan calon kakak iparnya itu.


''Ehem, bos muda. Kalau tidak ada perintah lagi, aku pamit izin pergi ke ruanganku lagi.'' Pintanya, Arjuna melirik dan memperbolehkan Marsel pergi.


''Heeem, iya. Kau pergilah,'' Sahut Arjuna. ''Baik tuan muda.'' Marsel pergi, ia hendak akan ke pantry untuk menghilangkan rasa cape dan pusingnya.


Secara mendadak, seseorang menabraknya sambil membawa secangkir kopi panas dengan air yang masih mendidih.


Tabrakan diantara mereka berdua terjadi, Marsel tak bisa menahan panasnya air kopi tersebut ia berteriak dengan histerisnya.


''Aaaaggghhh!! Panas! Panas!"


Marsel melepas dasi dan juga jasnya, begitu juga dengan kemeja putih yang sudah ternodakan.

__ADS_1


"Anjir, perut pak Marsel roti sobek cuy..." ucap salah satu pegawai di panty.


Mika gelagapan ketakutan setengah mati, habislah kali ini ia ditangan bosnya itu.


"Aduh bapak!, pak Marsel. Maafkan kecerobohan saya pak..." ucap Mika dengan nada yang cukup lirih.


Tak ada jawaban dari Marsel, ia masih mengelap sisa-sisa kopi yang ada ditubuhnya itu.


"Pak, biar saya bantu." Mika hendak ingin meraih tangan Marsel, namun Marsel segera ingin menepisnya.


"Membantu? Kamu cukup membuat saya menderita saja! Apa kamu sudah puas?!" ucap Marsel dengan nada penuh ketegasan.


"Tapi, pak..." lirih Mika


"Enyahlah kau, sebelum aku sangat membencimu!" tegasny lagi.


Arjuna hendak ke dapur untuk mengambil minum, namun siapa sangka ia mendapati sekretaris sekaligus asistennya tengah mengomel-ngomel di pantry yang jaraknya tak jauh dari dapur.


"Apa apa ini?" tanya Arjuna, yang membuat keadaan mendadak sunyi.


Arjuna melirik Marsel, ia tak habis pikir dengan ulahnya itu. Arjuna melepaskan jasnya dan memberikannya pada Marsel, ia tak bisa melihat Marsel dengan dada yang terbuka.


"Pakai itu, untuk menutupi boba kecilmu yang tak berguna itu." Ujar Arjuna, Marsel pun segera memakai jas milik Arjuna.


"Marsel, ikut denganku ke ruanganku" titahnya


"Baik bos muda." Marsel pun segera pergi mengikuti langkah bosnya itu, ia tak habis pikir harinya akan sesial ini.


Sedangkan orang-orang yang masih ada di pantry, memandang kagum pemandangan itu. Rumor baru pun mendadak muncul, jika Arjuna dan Marsel itu adalah sepasang kekasih.


"Gila sih co, pak Elgara dan pak Marsel so sweet banget" ucap salah satu orang di panty,


"So sweet pala lo so sweet, inget ini dah akhir zaman sis!"


...BERSAMBUNG...


Guys sorry banget baru bisa up 🙏 kemarin badanku panas banget jadi ga bisa up, alhamdulillah sekarang udah mendingan.

__ADS_1


Btw, selamat hari senin buat kamu yang suka ngangenin.


VOTE... VOTE... VOTE... VOTE...


__ADS_2