Panah Balas Dendam Arjuna

Panah Balas Dendam Arjuna
Harapan Terakhir Sandi


__ADS_3

Kabar yang begitu mengejutkan, dengan kembalinya tuan muda Elgara ke perusahaan PT Yo-Jek. Begitu pula dengan Sandiaga, yang telah mengetahui kembalinya Elgara.


Ia berniat untuk bernegosiasi kecil, dengan tuan muda Elgara. Siapa tahu kan, jika tuan muda Elgara belum menikah. Ia akan mencoba meminta pada Elgara, untuk melakukan pernikahan bisnis dengan putri kesayangannya itu. Yaitu Arabela Nacha, yang selalu menjadi princess di kerajaan harinya.


Sandiaga tidak bisa menyelamatkan lagi perusahaannya, ia sudah benar-benar bangkrut, apalagi ini adalah akhir bulan. Di mana, para pegawai harus digaji dan juga mendapatkan kompensasi, karena kerja keras mereka yang sudah keras.


''Hanya dia yang bisa menolongku, hanya dia yang bisa membalikkan kembali perusahaanku yang bangkrut ini ke semula. Iya, aku harus meminta pertolongannya, siapa tahu kan dia mau jika menikahi putriku."


"Maafkan ayah Bela, kau terpaksa harus menikahinya untuk mengembalikan perusahaan."


"Tapi bonusnya, kau akan lebih bahagia lagi jika dengan tuan muda Elgara dibandingkan dengan papi. Karena kekayaan yang papi memiliki, tidak ada apa-apanya dibandingkan kekayaan dari tuan muda Elgara." Gumam Sandiaga di ruangannya.


Ia melihat televisi yang masih menyala itu, ia juga berusaha untuk mencari tahu kembali tentang Elgara. Tapi tidak ada satupun, yang memberikan informasi tentang siapa Elgara tersebut.


Namun yang jelas, Sandiaga tidak tahu jika Elgara adalah putra semata wayangnya sendiri.


"Dia memang benar-benar anak yang introvert, bahkan akun sosial medianya pun sendiri tidak ada!"


Sandi mengeluh, ketika ia mencari nama Elgara di aplikasi Instagram. Namun tidak ada satupun, yang menampilkan Elgara yang dimaksud, di halaman pencarian tersebut.


Tapi, nama Arjuna Rakesagara lah yang muncul di halaman pencarian orang, di ponsel milik Sandi.


Sandiaga berdecak kesel. "Ck! Kenapa anak ini yang muncul! aku lupa untuk memblokir akun Instagramnya!" celetuk Sandiaga, ia memblokir akun Instagram putra kandungnya itu.


Ia tak sadar, jika Arjuna Rakesagara adalah Elgara yang sebenarnya. Karena sangat jelas, Arjuna hanya memiliki 101 pengikut saja. Tapi Sandiaga tidak melihat, siapa saja pengikut tersebut.


Dan hanya 0 pengikut, yang berarti kan Arjuna tidak mengikuti siapapun di akun Instagramnya tersebut.

__ADS_1


.........


Afriska mendengar berita tentang kembalinya Elgara, Vito pun menertawai Afriska yang berharap orang yang ia temui itu adalah benar-benar Elgara.


Namun Vito yang merupakan pegawai di PT Yo-Jek, memberikan semangat pada adiknya tersebut. Agar tidak terlalu berharap, tentang pria konyol yang ia temui saat itu.


"Sudahlah, Afriska. Jangan kau mengharapkannya lagi, dia hanyalah pria bodoh. Lihat itu, dia tuan elgara yang sebenarnya, aku pun juga baru mengetahuinya. Walaupun aku juga bekerja di perusahaan yang ia pimpin."


"Namun, ia dia orangnya sangat tertutup. Kau jangan terlalu berharap, meskipun dia adalah tuan Elgara sekalipun, dan ia juga akan jatuh cinta padamu, Afris. Jangan pernah sekalipun, untuk mengharapkan cinta dari tuan Elgara. Karena kau harus tahu siapa dirimu Afriska!."


Afriska terdiam lemah lesu, dan ia juga takut jika itu bukanlah si pria konyol, yang tadi ia bertemu dengannya dan selalu mencoba menggodanya.


"Tapi, Kakak. Kenapa aku tidak boleh, mengharapkan cinta dari tuan muda Elgara? Apa karena kita ini dari kalangan bawah?" tanya Afriska, yang memulai perdebatan kecil dengan kakaknya tersebut.


''Seharusnya kau tahu siapa dirimu yang sebenarnya Afriska. Tidak mungkinkan, tuan Elgara mau dengan gadis sepertimu! Ingatlah masa lalumu, Afris, aku tidak mau kau melukai dirimu sendiri karena lelaki. Dan aku tidak mau kau terluka, karena lelaki."


"Aku tahu itu kakak, aku cukup sadar diri aku ini siapa. Terima kasih telah mengingatkanku, aku akan mencoba menerima diriku, dan juga Aku akan terus berdoa pada Tuhan, untuk mengirimkan seorang pria yang mampu menerima semua kekuranganku."


Vito memeluk adiknya tersebut, ia tak kuasa berlinangan air matanya. Masa lalunya yang begitu kelam, yang membuatnya begitu trauma terlalu dalam. Dan ia tidak ingin kehilangan adik satu-satunya itu.


Vito yang merupakan pegawai di PT Yo-Jek, nama lain dari Ayo Ojek. Karena ia sekarang dijadwalkan untuk shift malam, dan akan kembali ke perusahaan pada malam hari. Jadi ia tidak sempat, untuk mengetahui siapa itu Tuan Elgara.


Cepat atau lambat, Vito akan segera mengetahuinya besok. Ketika para pegawai, dan juga petinggi dikumpulkan oleh Tuan Gunawan. Untuk menyambut direktur baru, perusahaan PT Yo-Jek yang baru.


Sandiaga tidak ada malu, ia akan mendatangi perusahaan Arjuna. Namun sang putri kesayanganya datang, menemui sandiaga dengan raut wajah yang sangat marah. Mungkin ia masih kesal, dengan Arjuna saat di mini market tadi.


Sandiaga pun yang melihat putrinya kesal nampak bingung, tidak seperti biasanya Bela marah seperti ini.

__ADS_1


"Kau kenapa, princess?" tanya Sandiaga pada putrinya tersebut.


Arabela pun berdengus kesal, ia duduk di sofa ruangan ayahnya itu.


"Aku kesal dengan seorang pria Pi! Dia mengatakan jika kau akan segera bangkrut. Tahu dari mana dia, memangnya dia siapa. Apa dia juga pengusaha sepertimu, tapi kan kau sangat kaya Pi, mana mungkin papiku yang hebat ini bisa jatuhkan oleh orang!." Celetuk Arabela, yang terus-terusan menggerutui Arjuna.


Sandi tidak tahu, jika putrinya telah bertemu dengan putranya sendiri. Ini adalah awal permulaan untuk Sandiaga, sebelum ia mengetahui siapa sesosok Elgara tersebut.


Melihat sang putri yang tengah kesal itu pun, Sandiaga mendekati putrinya. Ia mencoba menenangkan putrinya, yang masih kesal itu.


Namun Sandiaga juga sangat terkejut, kenapa orang itu bisa mengetahui kebangkrutan Sandi. Sebenarnya siapa orang tersebut.


Sandiaga mendekati putrinya, ia duduk di samping Arabela yang tengah kesal itu. Arabela menghadap ke ayahnya, ia berlinangan air mata sedikit.


"Papi, ada seseorang yang mengatakan itu padaku! Aku sangat takut sekali... Jika itu memang benar, aku juga sangat marah sekali padanya, Papi."


"Aku berniat baik, untuk mempertanggung jawabkan perbuatanku, yang tak sengaja telah menyelakainya tempo hari. Tapi dia malah mengatakan hal yang membuatku sangat-sangat marah. Aku tidak terima, jika dia mengatakan seperti itu. " Ucap Bela, yang mengatakannya pada Sandiaga.


Sedangkan sang ayah hanya terdiam, orang tersebut pasti bukanlah orang biasa. Ia pasti tahu, kenapa sandiaga bisa bangkrut. Namun, Sandi juga sangat takut jika Arabela mengetahui keberangkatannya.


Ia tidak bisa berbohong lagi pada putrinya itu. Cepat atay lambat, dia akan mengetahui yang sebenarnya tentang perusahaan sang ayah. Yang kini, sudah berada diujung tanduk.


"Arabela, jangan mudah percaya pada omongan orang mungkin saja itu adalah pesaing bisnis, Papi. Dia hanya iri, dan ingin menjatuhkan Papi di hadapanmu. Kau tenang saja, kita tidak akan jatuh miskin, percayalah pada Papimu ini." Harap Sandiaga, agar putrinya yakin.


Arabela pun mengangguk. "Ia, Papi. Aku akan membalaskannya, jika ia mencoba untuk menjatuhkan, Papi. Aku ingin belajar bisnis segera mungkin." Sandi tersenyum, melihat putrinya yang kini sedang marah. Karena ada seseorang, yang mengatai ayahnya.


Namun ada benarnya juga, Sandiaga akan segera bangkrut sebentar lagi. Ia juga tidak akan diam saja, ia pasti akan mencari orang tersebut.

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2