Panah Balas Dendam Arjuna

Panah Balas Dendam Arjuna
Awal Dari Akhir


__ADS_3

Bela spontan menggelengkan pelan kepalanya, ia tak mungkin mengatakan pada Jaemin bahwa ia tidak mau berpisah dengan Arjuna, sedangkan Arjuna sendiri telah menyakitinya.


"Aku takut, Jahe..." Lirih Bela, Jaemin pun membenarkan posisi duduknya, dan kini ia telah siap untuk mendengarkan Bela untuk bercerita.


"Ada apa? Ceritakan padaku kenapa kau kabur?" tanya Jaemin, yang kini sedang terisak dalam tangisnya.


"Aku takut, jika suamiku akan melukaiku. Jangan beritahu papiku dulu ya. Karena kau belum mengetahui problem yang sedang keluargaku alami."


Jaemin mengerti yang Bela alami. "Tenangkanlah hatimu dulu, kau harus bisa mengontrol dirimu juga Bela. Sekarang kamu mau ke mana? Ayo aku antar, hari ini hari libur juga kan."


Bela mengangguk pelan, ia keluar dari gerbang tol dan menuju kota kelahiran mereka.


"Aku akan pergi dengan mami ke London, mungkin itu akan menjadi hal yang terbaik untuk aku lakukan. Dan setelah itu, aku akan bercerai dengan suamiku." Ungkap Bela, yang membuat Jaemin pun terkejut karena Bela mengatakan tentang ingin perceraian.


"APA! Cerai?" ucap Jae dengan tegas, karena ia tak percaya jika Bela mengatakan tentang perpisahan.


Arabela nggak ngangguk. " Iya, aku akan pergi bersama Mami menemui Grandpa di London. katanya dia sedang sakit, mungkin ini juga akan menjadi healing terbaikku untuk melupakannya..." lirih Bela


"Hmmm, baiklah. Aku hanya bisa mendoakan untukmu yang terbaik, besok aku akan pergi ke luar kota. Karena aku ditempatkan di luar kota, kau baik-baiklah nanti disaat aku tidak ada." Ungkap Jae, sejujurnya ia pun berat untuk meninggalkan sahabatnya itu.


Jaemin mengenal betul Arabela, ia gampang berubah-ubah hatinya dan gampang terbawa suasana.


...***...


Arjuna terbangun dan melihat sekelilingnya, ia lupa jika sekarang ia sedang berada di rumah Afriska. Juna melihat Afriska yang masih tertidur di sampingnya, dan ia pun memeluk Afriska dari belakang.


"Cinta terlarang ini biarkanlah berjalan terus, aku takut kehilangannya tapi disatu sisi aku memiliki wanita yang sudah sah menjadi milikku." Batin Arjuna, rasanya ia sangat nyaman jika di dekat Afriska dibandingkan istrinya sendiri.


Malam tadi, Arjuna turun kebawah dan menyelamatkan Riska yang terjatuh. Tentu saja ia pun juga ikut kotor, dan Arjuna dibawa oleh Riska ke rumahnya yang kosong.


Karena sebelumnya, Riska pernah tinggal di desa bersama kakaknya. Hubungan terlarang mereka bagaikan api yang bisa menyala di atas air, sangat mustahil tapi mereka tetap bisa melakukannya.


Afriska tidak nyaman karena ada tangan yang kekar melingkar diperutnya. Ia terbangun dan terkejut ada Arjuna, barulah ia sadar akan kesalahannya semalam.


"Apa ini? Apa yang sudah aku lakukan!?" ucap Afriska, dengan napas yang menggebu-gebu.

__ADS_1


Kesalahan yang sangag fatal, membuat iman mereka berdua goyah dan akhirnya dosa besar yang harus mereka berdua tanggung masing-masing.


"ARJUNA!" teriak Afriska yang terkejut, akan tetapi Arjuna yang telah lelap dalam tidur tak kunjung bangun juga.


"Arjuna, lepaskanlah..." lirih Afriska, ia bangkit dan sontak membuat Arjuna bangun dan ikut bangkit juga.


"Kenapa, Afriska?" tanya Arjuna yang bingung


"Kenapa... Kenapa kita menjadi seperti ini... Kenapa, kenapa kita bisa sampai dititik sehina Juna..."


Afriska menangis, Arjuna segera mengusap air mata yang turun dari pipi Afriska.


"Sudahlah, jangan menangis sayang. Kita pulang hari ini ya, aku akan meminta restu juga pada kakakmu." Jelas Juna, namun Bela menggelengkan pelan kepalanya.


"Tidak, Juna... Sedari awa hubungan kita sudah terlarang, kita akhiri sampai di sini saja."


Arjuna terkejut, setelah sekian lama ia menginginkan Afriska. Tapi kenapa Afriska mau mengakhirinya, tak percaya rasanya setelah akhirnya hubungan mereka berakhir disatu tempat tidur yang sama.


"Tidak bisa! Kau tidak boleh pergi dariku!" tegas Arjuna


"Kenapa? Kau tau sendirikan kau sudah memiliki istri. Lalu aku apa, Juna? Pelakor atau wanita pelampiasanmu?!" ucap Afriska dengan penuh ketegasan.


Ia juga tersadar, dan merenungi apa yang telah ia perbuat selama ini. Arjuna pun juga memakai pakaiannya yang berserakan di bawah.


"Aku akan mempertanggungjawabkannya, kau tidak usah khawatir jika nanti kau hamil anakku."


Harapan terakhir bagi Arjuna jika Afriska memang mengandung anaknya nanti. Tapi tidak untuk Afriska, yang menganggap itu adalah boomering bagi dirinya sendiri.


"Aku akan menggugurkannya jika dia ada, aku tidak ingin kau dimarahi oleh ayahmu..." lirih Afriska.


Arjuna kesal, dan memeluk Afriska yang sedang siap-siap.


"Jangan... Aku mohon jangan, sayang. Aku tidak mau kehianganmu dan juga anak kita sayang..."


Sedih rasanya, jika ia harus berpisah dengan cintanya lagi. Setelah sekian lama ia menginginkannya, namun takdir yang mengizinkan mereka untuk bersama.

__ADS_1


"Tidak, Juna. Aku tidak mau, aku tidak mau hubunganmu rusak gara-gara aku..." lirihnya


"Aku tidak menerima penolakan apapun, Afriska! Kau akan tetap menjadi miliku, bersiaplah menjadi nyonya elgara."


Arjuna melepaskan pelukannya, dan akan segera pergi. Namun Afriska mencegahnya dengan menggenggam tangan Juna, Arjuna mengurungkan niatnya yang akan memanaskan motor.


"Tunggu" cegahnya


"Ada apa sayang? Aku mau keluar dulu." Jelas Arjuna, bagaimana Afriska mengatakan pada Arjuna yang sebenarnya.


"Aku..." ucapnya yang menggantung.


"Kenapa sayang? Katakanah"


"Aku... Aku tidak mau kau menyesalinya, Arjuna. Kau sudah tau kan, kau bukan pria pertamaku. Aku harap kau mengerti dan sadar, bahwa aku bukanlah wanita baik-baik sebelumnya." Jelas Afriska, ia berharap setelah ini Juna akan berhenti untuk mengejarnya.


Sedangkan Arjuna yang terkejut bingung harus berkata apa, kejadian semalam membuatnya benar-benar khilaf dan lupa akan istrinya.


Arjuna memegang dan mengelus kedua pipi Afriska dengan kedua tangannya. "Hei, aku menikahimu karena aku memang sangat-sangat mencintaimu. Aku tidak peduli jika aku adalah pria yang kesekian, aku mencintaimu Afriska aku sangat mencintaimu." Ungkap Arjuna, yang sebenrnya sedikit menyesali perbuatannya.


Afriska terdiam, sambil mentitiskan air mata kembali. Sepertinya Arjuna memang benar-benar mencintainya, mungkin inilah saatnya Afriska membuka kembali hatinya yang sudah rapat.


"Benarkah?" tanya Afriska, untuk meyakinkannya.


"Iya, sayang. Aku serius pada hubungan ini, percayalah padaku..." Afriska melihat kedua bola mata Arjuna, ia mencari-cari di manakah letak kebohongan yang Arjuna coba sembunyikan.


Namun hasilnya nihil, Arjuna begitu tulus untuk Afriska. Padahal, Afriska sendiri enggan untuk menceritakan dirinya yang sebenarnya.


"Terima kasih..." lirih Afriska, ia memeluk Arjuna dengan begitu kencang. Dan Arjuna kembali memeluknya dengan pelukan yang hangat, mereka kembali melepas kasih di siang hari yang bolong.


Benar kata orang, cinta itu buta. Buta karena kita tidak tau kesalahan apa yang telah kita perbuat, dengan mengatasnamakan cinta. Dan buta, karena kita memang mencintainya.


BERSAMBUNG


LIKE LIKE LIKE KOMEN KOMEN KOMEN

__ADS_1


Readers, jangan lupa baca ke novelnya babang Marsel judulnya ^Terjebak Oleh Perasaan Yang Salah^ dan novel baruku judulnya ^Arsenino Suami Bayaran Milik CEO^


Jangan lupa pada baca ya 😍


__ADS_2