
Mereka semua tak pernah bisa menyangka, jika kabar tentang kembalinya Tuan muda Elgara akan menggemparkan awak media.
Awalnya, hanya ada satu pegawai driver ojek online yang mengunggah foto itu. Bahwatelah kembalinya, tuan muda Elgara ke perusahaan. Dan berita itu pun, dengan cepat menyebar luas hingga saat ini, sampai para wartawan dan juga reporter berdatangan ke perusahaan Yo-Jek.
Arjuna, Marsel, dan Tuan Gunawan. Tengah melihat para awak media dari lantai paling atas. Arjuna tak bisa membayangkan, jika ia memang benar-benar kembali lagi ke perusahaannya.
Apakah mereka semua akan terus-terusan bertanya, pada Arjuna. "Kenapa identitasnya tuan muda disembunyikan?''
"Kenapa tuan muda memakai nama Elgara,"
"Dan kenapa juga, tuan muda ingin kembali lagi memimpin perusahaan?."
Belum juga memimpin, Arjuna sudah dipusingkan oleh pertanyaan-pertanyaan yang nanti akan wartawan berikan padanya. Namun, tuan Gunawan yang selaku kakeknya tetap memberinya dukungan, dan juga nasihat untuk Arjuna.
"Arjuna," Tuan Gunawan memegang pundak Arjuna, ia pun duduk di samping cucunya tersebut.
Arjuna menoleh ke arah sang kakak, tuan Gunawan sebisa mungkin untuk menutupi rasa kekhawatirannya Arjuna.
"Tidak usah takut, justru mereka semua akan membantumu, untuk mengembalikan lagi identitasmu yang sebenarnya. Biarkan mereka menyebar luas tentang dirimu, agar ayahmu tau. Siapa dirimu yang sebenarnya."
Ucapan Tuan Gunawan, yang selaku kakek Arjuna. Arjuna paham, tentang apa yang dimaksud oleh sang kakek.
"Iya, Kek. Arjuna paham, dan juga tahu apa yang harus Arjuna lakukan." Timpal Arjuna
"Syukurlah jika kau mengerti, Arjuna. Marsel, tolong beritahu Security untuk mengusir para awak media pergi, dari perusahaan ini." Titah tuan Gunawan,
Marsel segera menjalankan tugasnya. Ia turun ke bawah dan menemui Security untuk membubarkan mereka. Arjuna melirik kakeknya sebentar, sebenarnya ada yang ingin Ia katakan. Namun, Arjuna sedikit malu untuk mengatakannya.
"Kek," sahut Arjuna, kakek Gunawan meliriknya kembali. Ia yang semulanya melihat kerumunan orang-orang lagi, dari lantai atas pun melihat cucu kesayangannya kembali.
"Ada apa, Juna?" tanya kakek Gunawan, ia mendekat kembali Arjuna.
__ADS_1
Tuan Gunawan duduk di samping Arjuna, ia sudah tak sabar untuk mendengarkannya. Tak ingin menunggu waktu yang lama, Arjuna segera menceritakannya pada sang kakek.
"Kek, sebelumnya aku pernah bertemu dengan seorang wanita. Dia begitu baik, dan juga sangat cantik. Tadi, aku sempat bertemu dengannya sebentar di mini market. Namun tak lama dari itu, aku bertemu dengan saudari tiriku lagi. Dia yang mengacaukan semuanya, aku sangat membencinya, Kek." Ucap Arjuna.
Sang kakek pun hanya menatapnya sinis Arjuna, dengan alis yang menaik sebelah.
"Apa kau hanya ingin mengatakan itu saja, Arjuna?" tanya kakek yang terheran-heran.
Arjuna menggelengkan pelan kepalanya. "Tentu bukan itu saja yang ingin aku katakan intinya."
"Setelah pernikahanku dengan Bela nanti, aku juga akan menikahinya. Apa kakek setuju?."
Tuan Gunawan pun mengambil dalam nafasnya, ia kembali berdiri dan berjalan ke depan, melihat kerumunan orang orang di bawah lagi.
"Arjuna, ada beberapa hal yang perlu kau ketahui, agar tidak mengambil keputusan dengan tergesa-gesa. Dia yang menurutmu baik, belum tentu baik. Dan dia yang buruk, belum tentu buruk"
"Semua pasti akan terlihat pada waktunya, kau harus mematangkan lagi niatmu itu. Pernikahan bukanlah alat yang bisa kau mainkan," ucap kakek Gunawan.
"Aku paham kek, tapi aku kali ini serius. Aku telah jatuh cinta pada seseorang, yang telah mencuri hatiku. Itu bukan Arabela, namun itu adalah seorang bidadari yang jatuh dari surga." ucap Arjuna
Marsel kembali lagi, dengan tampang muka yang ketakutan. la tak bisa membayangkan, bagaimana marahnya para wartawan, dan juga reporter yang dipaksa untuk pergi.
"Tuan besar dan tuan muda. Mereka sudah pergi semuanya, ada yang bisa aku lakukan lagi?." Tanya Marsel, untuk memastikan adanya perintah dari bosnya tersebut.
Arjuna berdehem. "Heeem, sepertinya tidak ada. Ayolah kita berbincang-bincang kembali, kita sudah lama tidak membicarakan perusahaan. Tapi, sepertinya ada yang kurang. Di mana preman perusahaan kita?." Tanya Arjuna, yang membuat bulu kuduk keduanya merinding.
Antara kakek Gunawan, dan juga Marsel. Mereka harus mengatakan apa, jika Algeria baru saja keluar dari dalam penjara.
"Mungin, Algeri masih asik bemain menjadi mafia, itu kan karena bos muda sendiri yang menyuruhnya, untuk menjadi seorang mafia." Sahut Marsel
"Iya aku tahu, tapi kenapa dia tidak kembali lagi. Apakah dia memang benar-benar tertangkap oleh Polisi?"
__ADS_1
"Sepertinya tidak, dia pasti masih memiliki pekerjaan yang lain, bos muda"
"Sudahlah, sebaiknya kita bicarakan tentang bisnis saja. Karena besok, kau akan menemui para petinggi perusahaan." Tegas kakek Gunawan, yang sebenarnya ia mencoba mengalihkan pembicaraan dari Arjuna.
"Itu benar, bos muda. Algeria pasti baik-baik saja, bos muda tidak perlu khawatir" timpal Marsel.
Waktu terus saja berlalu, Arjuna, Tuan Gunawan, dan juga Marsel masih berada di dalam perusahaan. Mereka menghabiskan waktunya dengan berbincang-bincang. Jam sudah menunjukqn pukul 8 malam, sedangkan mereka ber 3 masih berada di perusahaan itu.
Mereka menghabiskan waktu seharian, dengan menggosip dan juga menceritakan kejadian-kejadian lucu di kantor saat Arjuna tidak ada. Seseorang mengetuk pintu ruangan direktur utama, Arjuna yang akan segera keluar pun, memperbolehkan orang yang mengetuk pintu itu pun masuk.
"Masuk!" sahut Arjuna.
Orang tersebut pun masuk ke dalam ruangan CEO. Orang tersebut adalah, Vito. Ya, dia adalah pria yang dulu pernah memukul perut Arjuna.
Pintu terbuka, ceklek....
Vito membawa beberapa berkas penting, matanya tertuju pada Arjuna yang kini berada di depannya. Pandangan mereka saling bertemu, mereka tentunya sama-sama terkejut.
"Calon kakak ipar!" sahut Arjuna yang begitu antusias.
"Selamat malam tuan, saya membawakan data-data perusahaan yang sudah direvisi. Boleh saya masuk?'' tanya Vito yang berada di ambang pintu.
''Bo-''
''Boleh-boleh-boleh, silahkan masuk calon kakak ipar.''
Arjuna memotong ucapan kakek Gunawan yang belum selesai. Sedangkan Marsel, ia tidak terlalu suka dengan Vito.
Vito masuk, ia memberikan dokumen itu pada Arjuna. Lalu, Arjuna mengopernya ke Marsel. Dan terakhir, Marsel memberikannya ke tuan Gunawan.
''Calon kakak ipar, duduklah. Aku ingin berbincang-bincang denganmu, di mana adikmu? Apa dia juga bekerja di sini.'' Tanya Arjuna tanpa malu.
__ADS_1
Vito hanya diam, ia harus menjawab apa. Jujur saja, masih canggung untuk mengobrol dengan Arjuna.
...BERSAMBUNG...