Panah Balas Dendam Arjuna

Panah Balas Dendam Arjuna
Kenyataannya


__ADS_3

Arabela datang di saat Juna dan juga Marsel telah selesai sarapan, Junaa menyuruh istrinya untuk duduk di sampingnya.


“Kau sudah selesai, kemarilah duduk dan sarapan. Aku akan menunggumu sambil mengerjakan pekerjaan kantor, kau tidak apa-apa kan sayang?”


Arabela mengangguk, ia tak mempermasalahkan jika Arjuna meninggalkannya makan.


“Hm, iya” jawab Bela sambil tersenyum.


Arjuna memberikan Bela kissing morning, ia tak peduli jika ada Marsel di depan mereka berdua.


“Aaaaaah, mata suciku! Kalian berdua ini sangat jahat, membiarkan jomblowan s epertiku melihat keromantisan kalian berdua!” gerutu Marsel, ia segera pergi meninggalkan Arjuna dan Bela.


Sedangkan Juna dan Bela hanya cengengesan melihat Marsel yang pergi, seharusnya mereka tidak perlu sejail itu pada Marsel. Tapi ya sudahlah, namanya juga pasutri baru.


“Sudah-sudah, cepat sarapan. Aku mau ambil tabletku dulu, makan yang kenyang ya…” pinta Arjuna, ia melihat Arabela yang mulai memasukan nasi goreng itu ke mulutnya.


“Hmm.” Dehem Bela, ia masih makan sampai Marsel sudah kembali lagi ke dapur untuk mengambil minuman.


Saat semuanya telah beres, mereka bertiga langsung gas berangkat menuju ke lokasi pembangunan cabang perusahaan itu. Tapi sebelum itu, Arjuna dan juga Bela mampir ke sebentar ke mini market untuk membeli beberapa bahan untuk dimasak dan dimakan.


Sedikit bernostalgia, dulu mereka bertemu kembali di mini market tanpa sengaja. Dirasa cukup dan sudah membeli yang dibutuhkan, mereka juga langsung tancap gas lagi menuju lokasi pembangunan.


Pukul 11:23


Sudah waktunya jam makan siang, dan mereka baru sampai ke lokasi tersebut.


“Kita sudah sampai bos, seperti yang aku bilang jika proyek ini masih 70% jadi. Dan sekarang menuju 73% jadi, ini merupakan pembangunan yang cukup cepat bos muda.” Jelas Marsel.


“Hm, aku paham. Ayo turun, aku akan mengeceknya langsung” ungkap Arjuna

__ADS_1


“Baik bos muda, tapi aku akan meneduh sebentar bos di bawah pohon beringin sana.” Ungkap Marsel, sambil menunjuk pohon beringin yang di bawahnya ada kursi.


“Hmmm, baiklah. Berhati-hatilah karena kau seorang jomblowan, aku takutnya kau diculik oleh mahluk jomblo lainnya.” Timpal juna, yang membuat Marsel bergidik ngeri.


“Ish! Mana ada siang bolong ada makhluk seperti itu. Bos muda jangan seperti itu, aku jadi takut” sosor Marsel yang bergidik ngeri.


“Jangan dipercaya, Marsel. Kau ini menggoda Marsel saja bisanya!” cetus Bela yang memarahi Juna, Arjuna hanya tertawa kecil menertawai Marsel yang begitu penakut.


“Ayo turun.” Ajak Juna.


Mereka bertiga turun, namun Marsel lebih memilih pergi untuk duduk di bawah pohon beringin itu. Sang mandor dengan tergesa-gesa menghampiri mereka berdua, karena awalnya ia tidak percaya jika direktur utama akan datang ke sini.


“Selamat siang tuan muda, selamat siang nona muda. Selamat datang di desa, sebelumnya mohon maaf karena saya tidak tau jika tuan muda akan datang. Mari kita duduk saja dikursi taman, sambil menunggu makanan dan minuman datang.”


Mandor itu mengajak Arjuna dan juga Bela duduk, ia masih syok karena kedatangan Arjuna yang begitu mendadak.


“Bagaimana tentang perkembangan pembangunan proyek ini, dan juga tentang kuli yang berkerja. Apa mereka mengeluh? Aku lihat mereka begitu lesu’’ ungkap Arjuna


“Itu sangat bagus, dan juga sangat memuaskan. Sangat jauh dari ekspetasi yang aku kira, kalau begitu aku akan mengirimkan beberapa driver ojek yang sekiranya cukup dekat dari pedesaan rumahnya. Sehingga ia tidak perlu merantau di kota, menjadi seorang driver ojek online.” Ungkap Arjuna, sang mandor senang bukan main.


 Karena baru kali ini melihat pemimpin yang mempedulikan rakyat, walaupun Arjuna hanyalah seorang pengusaha ojek online.


“Semoga kebaikan pak Juna dibalas oleh yang maha kuasa, aamiin”


“Aamiin.” Timpal Juna dan juga Bela yang mengaminkan.


“Ini istri tuan muda, cantik sekali… sayang cocok dan serasa untuk tuan muda yang tampan, dan juga kaya raya.” Sahut sang mandor yang melihat Bela sedari tadi melirik ke sana ke mari sedang melihat bunga.


Arjuna melirik ke arh istrinya itu, lalu ia tersenyum manis. “Iya, dia begitu cantik dan juga manis.” Ucap Arjuna, spontan membuat pipi Bela merah merona dan juga ia salah tingkah.

__ADS_1


“Tapi sayangnya dia adik tiriku, bukan istriku.”


JEDDDAR! Bagaikan tersambar petir di siang bolong, Bela seperti mendapatkan hantaman batu yang sangat keras dan besar menimpanya.


‘A-adik? Apa dia tidak mengakuiku sebagai istrinya? Adik tiri, apa maksudnya.”  Batin Bela, jujur ia masih belum bisa menerima kenyataan itu.


Arjuna tersenyum, pada dasarnya ia menikahi Bela karena ingin balas dendam pada ayahnya, bukan seutuhnya menjadi suami dari Bela dan juga mencintainya setulus hati.


“Adik tiri? Tapi sebelumnya aku tidak pernah mendengar dan juga tau, jika tuan muda Elgara memiliki seorang adik tiri perempuan.” Ungkap si mandor yang begitu penasaran.


“Ada, hanya saja ayahku Sandiaga tidak memberitahukannya ke publik.” Jelas Arjuna, ia melihat mata Bela yang begitu berkaca-kaca.


‘Bagus Bela, menangislah. Aku akan sangat bahagia jika kau menderita, menangislah sayang…” batin Juna.


“Oh, maaf aku tidak tahu tuan muda. Tapi kenapa ayah anda tidak memberitahu publik, aku sangat penasaran sekali”


“Dia adalah anak haram dari ayahku, saat ayahku menikah dengan ibunya bukankah dia sudah mempublikasikannya. Hanya aku saja yang tidak ia terima, dia bahkan tidak menerimaku sebagai putra semata wayangnya.”


Juna melihat Bela yang menundukan kepalanya, dengan sekuat hatinya ia mencoba untuk tetap tegar menerima perkataan dari Arjuna. Karena, ia tidak bisa apa-apa selain mengalah.


“Apa, tuan muda seius? Siapa namanya?” tanya si mandor


“Sandiaga, kau pasti mendengar nama itu. Karena dia adalah salah satu pengusaha terkenal di kota Sanjung, dan kau pasti tau jika dia memiliki putri yang sedangkuliah di Belanda. Dan ya, itu dia orangnya. Arabela Nacha, putri kesayangan dari Sandiaga.” Jawab juna, Bela pasrah jika Arjuna akan memojokannya semakin pojok.


Sang mandor membulatkan matanya, jujur saja ia tau siapa itu Sandiaga. Ia bahkan tak percaya jika itu adalah putri dari Sandiaga, kabar terakhir yang ia tau jika perusahaan Sandiaga bangkrut.


 


Bersambung.

__ADS_1


 


__ADS_2