
Malamnya, setelah makan malam Juna dan juga Bela akan masuk ke dalam kamarnya. Tapi tidak untuk Marsel yang begitu terlihat gelisah dari raut wajahnya. Juna yang menyadari hal itu menghampiri Marsel, sepertinya memang tidak ada yang beres.
“Marsel” sapanya, Marsel menoleh Arjuna yang tengah datang menghampirinya.
“Iya, bos muda. Ada apa?” tanya Marsel
“Kau yang kenapa? Aku lihat kau begitu khawatir, apa sebaiknya kau urus saja perusahaan pusat.” Ungkap Juna.
“Mana boleh bos, nanti bos muda dan nona muda bagaimana? Tidak mungkinkan jika ditinggal sendirian di sini” celah Marsel
Arjuna menghela napas panjang. “Tidak perlu khawatir, aku dan Bela akan baik-baik saja di sini. Saat aku mau kembali lagi ke kota, aku bisa suruh supirku untuk menjemputku.” Ucapnya yangmeyakinkan Marsel.
“Ya sudah bos, aku mau pulang untuk mengurus perusahaan di pusat.” Arjuna tersenyum, jika tidak ada Marsel kan dia bisa sesuka hati untuk menyiksa Bela.
“Tapi bos muda, sampai kapan bos muda akan di sini?” tanyanya kembali. “Mungkin sampai bulan depan, aku harus meliat langsung kinerja mereka yang bekerja.” Jawab Arjuna.
Malam itu juga, Marsel pergi ke kota untuk nantinya mengurus kantor pusat. Sedangkan Arjuna dan istri kecilnya akan tetap berada di desa, sampai waktunya telah selesai. Arjuna masuk ke dalam kamarnya yang sudah ada istri nya tersebut, ia tersenyum dan mendekati Bela yang sedang tertidur.
Ia menghimpit hidung Bela dengan ibu jari dan jari telinjuknya, sehingga membuat Bela tak bisa bernapas dan akhirnya terbangun.
“Kau sudah bangun, apa kau tetap mau tidur bersamaku yang jahil ini? Marsel sudah pulang, kau boleh pisah kamar denganku Bela.” Bela terdiam, ada apa dengan perilaku Arjuna akhir-akhir ini.
“Iya, aku akan tidur di bawah.” Ucap Bela, ia langsung turun dari ranjang dan keluar.
Arjuna hanya menatap kepergian Bela sambil tersenyum, ia tak bisa jika harus berbagi ranjang dengan Bela. Karena sedari awal, ia menikahi Bela karena ingin balas dendam saja. Bela telah pergi, dan Juna ingin tidur.
Namun, telinganya mendengar sebuah notifikasi yang menyalai ponselnya. Karena penasaran, Arjuna melihatnya ternyata itu adalah notifikasi pengikut di instagram.
@afriskasabila mulai mengikuti anda
Arjuna langsung terbangun dari rebahannya, ia melihat dengan jelas itu adalah foto Riska yang asli. Ia tersenyum, mungkinkah ia masih menyukai Riska pujaan hati yang sempat mampir dihatinya.
“Riska, kebetulan sekali aku sedang merindukannya.”
__ADS_1
Arjuna menklik akun Riska dan melihat instastory nya, Juna semakin senang karena Riska sedang berada di desa yang sama. Namun mereka berbeda tujuan, Arjuna yang sedang mengecek pembangunan perusahaan cabangnya, sedangkan Afriska sedang berkunjung ke rumah neneknya yang di Desa.
“Apa aku kirim pesan saja ya, toh dia juga kenal denganku.” Gumam Juna, sebelum itu ia mengikuti kembali Riska.
@elgaraarjuna21 mulai mengikuti anda
Itu merupakan akun pribadi milik Arjuna, tanpa Marsel campur tangani di dalamnya. Arjuna pun langsung mengetik dan mengirim pesan untuk pertama kalinya pada Riska lewat DM Instagram.
@elgaraarjuna21
[Hay manis, selamat malam. Kau tau akun pribadiku juga akhirnya (emot ketawa) bisa kita bertemu nanti siang, sepertinya kita berjodoh karena selalu bertemu tanpa sengaja (emot ketawa sambil nangis)]
TING! DM itu langsung masuk ke notifikasi ponsel Riska. Jangan ditanya, ia justru sangat terkejut karena ia tak sengaja menekan ‘ikuti’ dan benar saja Juna langsung mengirimnya pesan. Namun Riska masih bersikap biasa saja, harus kah ia mengatakan bahwa selama ini ia sering menstalking sosial media Arjuna. Dan bahkan, ia sampai mencari-carinya.
“Dia tau akhirnya, aku harus membalas apa? “ gumamnya bingung.
TING! Notifikasi dari instagram kembali lagi berbunyi. Arjuna mengirim pesan pada Riska yang kedua kalinya, kali ini pesannya cukup membuat ia tersipu malu.
@elgaraarjuna21
Riska akhirnya mau membalas pesan Arjuna, mereka saling bertukar pesan akhirnya.
@afriskasabila
[Maaf, pak. Sepertinya bapak salah orang, saya bukan jodoh anda.] balas Riska
Ia masih pura-pura tidak mau mengakui jika itu adalah Arjuna. Arjuna langsung mengambil foto dirinya, lalu mengirimkannya padaRiska.
@elgaraarjuna21
[send foto]
[Kalau ini bagaimana? Pasti tau kan? Iya, ini driver ojek online yang sempat mau kamu tolong karena kakinya pincang. Tapi sayangnya, malah kena marah abang kamu yang galak kaya banteng (emot ketawa jungkir balik) kamu sedang apa, sibuk tidak?]
__ADS_1
@afriskasabila
[PAK ELGARA! Saya kira siapa (emot nangis) saya benar-benar tidak tau, pak. Saya tidak sibuk, di sini juga sedang jenguk nenek karena sedang sakit.] balas Riska
@elgaraarjuna21
[Oh, bisa besok kita bertemu Riska? Bagaimana jika di danau biru, aku lihat di sana view nya sangat bagus. Apa kau keberatan? Hanya sebentar, kita ketemuan jam 3 petang.] Ajak Arjuna.
Tentu bukan main senangnya Riska, hanya saja cinta ia harus ia pendam untuk Arjuna karena tidak diperbolehkan oleh sang kakak. Perbedaan kasta yang sangat jelas, Vito tidak akan pernah mensetujui hubungan antara adiknya Riska dan bosnya di kantor yaitu Elgara atau Arjuna.
@afriskasabila
[Tentu bisa, pak. Sudah dulu ya, aku mengantuk (emot senyum dengan gigi)]
@elgaraarjuna21
[Hm, baiklah. Selamat malam dan tidur, semoga mimpi indah cantikku]
Itu adalah pesan terakhir yang Arjuna kirimkan sebelum akhirnya Riska off, ada rasa lega dihatinya karena akhirnya Juna bisa meluangkan hatinya untuk wanita yang ia sukai. Juna menstalking akun instagram Riska, ia tersenyum melihat foto Riska yang cantik dengan natural.
Sampai larut malam, Arjuna tidak ada hentinya menstalking akun Riska. Sampai matanya membulat, dan memperbesar foto yang Riska upload di tahun 2019 silam dengan seorang lelaki yang terpotret membelakangi kamera, hanya Riska saja yang menghadap kamera.
Terlihat tato bermotif ular cobra, Arjuna langsung menangkap itu adalah Algeria karena dari bentuk tubunya sangat mirip seperti Alge si pria besar yang kekar.
“Alge berpacaran dengan Riska di tahun 2019, sedangkan sekarang sudah 2023. Apa ini! Tidak mungkin jika itu Alge, tapi aku masih kepikiran jika itu memang benar Alge dengan Riska. Tidak, Juna. Riska pasti bukan wanita yang dulu pernah Algeria ceritakan.”
Arjuna mencoba untuk menutup matanya, namun ia tak bisa karena masih dihantui bayang-bayang Algeria dengan Riska. Arjuna terbangun, dan memutuskan untuk pergi ke dapur karena ia haus. Saat berjalan dianak tangga, batinnya masih bergumam siapa pria itu sebenarnya.
“Aku harus coba cek mereka berdua, karena bisa saja itu mantan pacar Riska yang lain.” Batin Juna.
Ekor matanya melihat pintu kamar Bela yang terbuka, benar saja nampak Bela yang sedang tertidur. Arjuna tidak jadi ke dapur, ia malah belok ke kamar istrinya yang sebelumnya ditempati oleh Marsel. Bela tidur dengan begitu pulas, sampai Arjuna akhirnya menyelimuti tubuh istrinya yang dingin.
Arjuna akhirnya ikut bergabung tidur dengan Bela, ia terlelap dalam tidurnya sambil memeluk tubuh Bela yang dingin.
__ADS_1
BERSAMBUNG