Panah Balas Dendam Arjuna

Panah Balas Dendam Arjuna
Sang Mantan


__ADS_3

Alge menjawab telepon itu di luar, ia ingin memastikannya sendiri jika ini adalah Afriska atau Friska mantan pacarnya dulu.


Klik, Alge menjawab teleponnya namun Alge tidak mengatakan sepatah atau dua patah katapun.


Afriska : [“Halo, kau di mana sayang?”]


DEG! Jantung Alge berdegup sangat kencang apa yang ia dengar benar-benar suara dari Afriska, mantan pacarnya dulu. Bertahun-tahun Alge melupakannya, sekarang ia kembali lagi di dalam hidupnya sebagai perusak hubungan Arjuna.


Afriska : [“Halo, sayang kau dengar aku?”]


Alge : [“Iya, aku mendengarmu.”]


JEDAR! Bagaikan disambar petir di siang bolong. Afriska begitu terkejut ketika ia tahu ini bukanlah suara dari Arjuna.


Afriska : [“A-alge?”]


Alge : [“Ya, ini aku. Kau di mana? Kita harus bertemu, ada hal penting yang harus aku beritahu tentang pacar gelapmu. Jam 3, café kenangan.”]


Alge langsung menutup telepon itu, marah dan juga kecewa pada Arjuna yang sudah mempermainkan Arabela dengan begitu tak berperasaannya. Lalu dengan Afriska yang sudah tau dia adalah mantan dari Alge, kenapa ia sampai mau menjadi kekasih gelap dari sahabat mantan pacarnya dulu.


“Apa kau sedang mencoba balas dendam, Fris? Kau benar-benar licik!” pekik Alge, ia sampai dibuat tak berdaya oleh  Afriska yang mencoba mempermainkan takdir ini.


Algeria masuk dan berbicara pada Hasan, ia akan pergi ke rumah sakit untuk mengobrol dengan Marsel. Begitu juga dengan Hasan yang akan mencari tahu keluarga Arabela, meraka akan segera menyelesaikan kasus ini dengan cepat.


“Arjuna, aku akan membuat perhitungan padamu!” pekik Alge, ia berhasil meminjam mobil Hasan dan kini sedang menuju ke rumah sakit.


Rumah Sakit


Kondisi kakek gunawan perlahan-lahan memulih, sedangkan Arjuna dan juga Sandi sudah berhasil operasi. Mereka berdua tengah melakukan penanganan khusus sebelum perban mereka dibuka nantinya, sedangkan Arabela diletakan dikamar mayat terlebih dahulu karena belum ada pihak yang mau mengkonfirmasi pemakamannya kapan.


Tidak butuh waktu yang lama, Alge ahirnya sampai di rumah sakit dan segera mencari istrinya di mana. Ia bertanya pada sang resepsionis yang bertugas, di mana ruangan Arjuna dan juga ayahnya tempati. Sang resepsionis mengatakannya, ia juga mengatakan pada Alge ruangan kakek gunawan. Alge terkejut, walaupun tidak lama karena ia sudah pasti akan mendapatkan kabar ini jika mengetahui tentang kematian dari Arabela.


“Baik terima kasih banyak.”


Alge berjalan sorang diri di koridor-koridor rumah sakit, hatinya masih skit ketika tahu tentang pengkhianatan Arjuna pada istrinya tapi mau bagaimana lagi ia tak bisa berkata-kata untuk sekarang. Yang harus ia lakukan sekarang adalah bertemu dengan Afriska segera mungkin, ia tak boleh menunda-nunda.


Sampailah ia di depan ruangan kakek gunawan, karena ruangan Arjuna dan juga Sandiaga berada di atas. Ia membuka pintu dan mendapati istrinya sedang tidur di sofa, dan juga Marsel yangsedang berjaga menjaga kakek gunawan.


“Sayang…” Alge melirik istrinya dan mengelus pelan rambut Cassandra.

__ADS_1


“Kak, kau tau dari mana kami ada di sini?” tanya Marsel


“Aku tahu dari resepsionis tadi, terima kasih sudah menjaga Cacil dengan baik Marsel.”


Marsel mengerutkan keningnya, Cacil? Jadi nama istri Alge adalah Cacil?


“Oh, jadi namanya Cacil ya? Dia tidak banyak bicara, kak. Hanya mengangguk dan mengangguk saja” jelas Marsel


“Iya, dia masih trauma dengan kejadian itu.” Menambah pertanyaan di benaknya lagi, trauma apa dan kenapa istrinya bisa trauma.


“Kak Cacil trauma? Trauma kenapa, apa dia baik-baik saja?”


“Dia baik-baik saja Marsel, kau tidak usah khwatir. Cassandra Centilku tidak akan terluka selagi ada aku, dia cahaya bagiku.”


Marsel tersenyum, baru kali ini dia melihat Alge yang memperlihatkan  kebucinannya. Cassandra terbangun, tapi ia enggan untuk membuka matanya.


“Marsel, aku akan pergi menemui Afriska. Kau jaga Cacilku lagi dengan baik ya, ada satu hal yang sangat membuatku sangat terkejut.” Ungkap Alge, spontan saja Marsel bingung dengan apa yang kakaknya katakan.


“Afriska? Adik dari si kaparat Vito?” tanya Marsel


“Iya, selain merebut pacarmu dulu adiknya menjadi kekasih gelap dari Arjuna.” Jawab Alge, baik Marsel dan juga Alge yang awalnya terkejut mengetahuinya ternyata Cassandra pun juga terkejut.


“Biarkan waktu yang menawabnya, aku akan menemuinya. Jika ia tidak datang, aku akan memberitahukan kakaknya. Bahkan jika kakaknya sudah tau jika adiknya menjadi penghancur hubungan, aku tidak akan segan-segan untuk menghabisinya.”


Alge kembali berdiri, diikuti juga dengan Marsel. Namun, Cassandra yang saat itu sudah bangun langsung refleks membuka matanya dan mencegah Alge untuk tidak pergi.


“Aih, ternyata kau pura-pura tidur ya. Apa kau baik-baik saja?” ucap Alge lalu memeluk Cassandra dengan mesra.


Marsel berdengus kesal karena ia hanya menjadi penonton bagi Alge dan juga istrinya. “Huh, kalian sibuk tebar keromantisan mulu!” gerutu Marsel.


“Maaf, sayang aku pergi ya. Kau baik-baik di sini, kalau mau makan katakan saja pada Marsel ya.” Ucap Alge, namun Cassandra menggelengkan pelan kepalanya.


“Ti-dak, ja-ngan per-gi. A-ku ta-kut s-se-n-di-ri … “ Alge memahami dengan jelas kondisi istrinya yang berkata dengan begitu terbata-bata, Alge memeluknya sekali lagi untuk menenangkan Cassandra.


“Sebentar saja sayang, aku akan kembali lagi.” Alge kembali meyakinkan istrinya untuk mengizinkannya untuk pergi.


“Sayang, pecaya ya padaku, aku hanya pergi sebentar saja, percayalah padaku ku mohon.” Bujuknya, dan akhirnya Cassandra pun menganggukinya. “Jan-janji?” tanya Cassandra.


Alge tersenyum dan mencium kening istrinya. “Iya aku berjanji, kau jangan menyusahkan adik iparmu ya sayang…” sekali lagi, saat  Alge menggesekan hidung mancungnya ke hidung Cassandra yang pesek.

__ADS_1


“Kalian ini!” gerutu Marsel.


***


Kuala Lumpur, Malaysia


“Tuanku, tuanku malik! Puteri akhirnya ditemukan!”


Jeshuno atau biasa dipanggil dengan Jeno masuk ke dalam ruangan Tn. Malik dengan begitu cepat mengatakan kabar yang telah ia dengar barusan.


“Coba cakap dengan baik-baik, bisa tak?”


Ia cengengesan malu sendiri, apa yang ia katakan memang benar. Seharusnya Jeshuno mengetuk pntu terlebih dahulu sebelum masuk, tapi ini ia tak mengatakan salam dan langsung menyambarnya saja.


“Hehe, maaf tuanku malik. Pasalnya saye sangat senang, akhirnye puteri tuanku ditemukan.”


DEG, jantungnya berdegup kencang tapi ia masih mengkhontrol dirinya.


“Kau mengigau kah? Atau kau tak mahu aku pergi ke Belanda nak jemput isteri dan puteraku” cekalnya


“Eh, tak tuanku malik. Ini betul-betul memang betul, polis cakap mereka dah tangkap pelaku tuh. Tuanku malik, jom lah pergi ke Indonesia tuk memastikan. Pasalnya, puteri tuanku malik… “


Jeshuno menggantungkan kalimatnya, hal itu membuat tuan malik semakin tak percaya jika putrinya berhasil ditemukan.


“Nah, capaklah lagi”


“Anu, tuanku…”


Tuan malik berdengus kesal, dan melanjutkan pekerjaannya dengan mengetik kembali keyboard leptopnya dengan serius.


“Puteri kamboja… Puteri ... “


“Ish! Cakaplah dengan benar Jeno!”


“Puteri dah meninggal tuan, saya banyak sedih hati. Marilah sama-sama ke sana untuk mencari tahu, tuanku malik … “


Tuan malik menghentikan pekerjaannya, ia terbongong ketika mendengar ‘Puteri dah meninggal’'


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2