Panah Balas Dendam Arjuna

Panah Balas Dendam Arjuna
Cinta Terlarang


__ADS_3

Arabela ditinggalkan sendirian oleh Arjuna di Villa, Arjuna pergi bersama Rahmat si mandor menggunakan motor supra. Mereka menuju ke proyek pembangunan, Juna akan turun langsung untuk memantau mereka selama satu bulan ke depan.


“Pak bos, pak bos kan masih muda. Apa pak bos tidak mau mencari istri saja untuk menikah, maksudku pak bos ini kan kaya raya juga tampan, pasti banyak wanita yang mengantri demi pak bos.” Ungkapnya, Juna tak menjawab hanya diam.


“Kalau mau, nanti saya kenalkan sama kembang desa di sini. Saya jamin pak bos pasti suka, mereka cantik alami.” Papar Rahmat, tertarik tapi Arjuna memilih untuk menolaknya saja.


“Tidak perlu, Mat. Aku sudah menemukan pujaan hatiku, nanti petang antar aku ke danau biru” ucap Arjuna


“Danau biru? Wadidaw, pasti tuan muda mau bertemu seseorang ya…”


“Iya.”


Padahal, ia hanya asal bicara tapi tidak percaya jika Arjuna memang punya seorang wanita.


***


Petang hari, sesuai dengan apa yang Arjuna katakan sebelumnya. Rahmat mengantar Juna pergi ke danau biru, Rahmat hanya memantau mereka dari jauh saja. Arjuna dan Afriska duduk di pinggian danau yang memang danau itu sudah disediakan fasilitas seperti kursi dan beberapa wahana bermain anak.


“Riska” sahut Arjuna


Afriska menoleh dan melirik ke arah Arjuna yang berada disampingnya. “Iya, pak?” tanyanya, Juna menyandarkan kepalanya dibahu Afriska. “Aku boleh curhat? Kalau boleh jujur, isi kepalaku ini sangat berat untuk aku bawa kemana-mana.” Ucap Arjuna, Afriska tak mempermasalahkannya.


“Boleh, bapak mau cuhrat apa?” tanya Afriska.


“Takdir sepertinya mempermainkanku, aku harus bersama seseorang yang aku tak inginkan. Namun, disatu sisi aku harus kehilangan wanita yang begitu berarti bagiku.”


Ia terdiam, ada apa dengan Juna hingga seperti ini. “Jika bapak tidak mau, kenapa bapak bersamanya?” tanya Riska.


Arjuna kembali membetulkan kepalanya dari sandarannya dikepala Afriska.


“Karena ada suatu hal yang harus aku selesaikan, dan juga karena wanita itu adalah kunci dari masalahku selama ini.” Jelas arjuna, riska terdiam ia masih setia mendengarkan keluh kesahnya Arjuna.


“Afriska, aku menyukaimu dari awal bertemu. Tapi sepertinya takdir tidak merestui kita, dan juga kakakmu yang tak menyukaiku.” Ungkap Arjuna, Friska terkejut karena Arjuna begitu frontalnya mengatakannya langsung tanpa basa-basi.


Afriska segera berdiri dan hendak akan meninggalkan Arjuna. “Maaf, pak Elgara. Aku harus pergi.” Juna menghentikan Friska denganmenarik tangan kanannya.


“Kenapa? Aku tau ini terlalu cepat, tapi aku ingin kau tetap disini dan mendengarkan aku…”pinta Arjuna.

__ADS_1


Afriska mengalah dan memilih untuk duduk kembali, sepertinya Arjuna memang benar-benar telah terluka hatinya. “Kumohon, jangan pergi lagi…” lirih Juna. Dan mulai dari detik itu juga, Arjuna menceritakannya pada Afriska.


Ya, tentang ayahnya yang menikah lagi dengan ibu Arabela. Arjuna yang hidup mandiri sebelum bertemu dengan kakeknya, dan Arjuna yang menikah demi balas dendam. Afriska tak percaya, jika pria tanggung yang selama ini ia kenal menyimpan beberapa hal yang pahit.


“Dan ini, adalah asal dari nama Elgara sebenarnya. Berawal dari nama Loser, aku ubah dengan Elgara…”


Afriska melihat jelas bekas luka itu, kini sudah berubah kecokelatan karena Arjuna sama sekali tidak ingin menghapusnya, walaupun Riska tau itu sudah pasti sakit.


“Apa sakit?” tanya Riska, Arjuna menggelengkan pelan kepalanya. “Rasa sakit ini tidak ada apa-apanya, dibandingkan dengan sakit yang bundaku rasakan dulu.” Arjuna menyandarkan kembali kepalanya dibahu Afriska, ia menghirup harum rambut Afriska.


Tak bisa dibendungi lagi, air mata membasahi pipinya. Afriska segera menghapus air mata Arjuna yang menetes itu, ia juga tak mau jika Arjuna akan seperti ini terus. Hidup dalam penderitaan batin yang begitu hebat, berjuang dan menahan sakitnya selama ini.


“Sudah, jangan menangis lagi. Sekarang ada aku, aku siap untuk menjadi rumahmu.” Ucap Afriska dengan begitu lembut.


“Terima kasih…”


Arjuna berusaha untuk tidak menangis di depan Afriska, namun ia gagal karena air matanya kembali menetes. Mungkin karena ia telah membuka luka lama itu kembali, sampai Arjuna tidak ingat pada batasannya sendiri.


“Anak lelaki tidak boleh menangis, kalau nangis itu artinya lemah.” Ucap Afriska, ia kembali menghapus kembali air mata Arjuna yang turun ke pipi.


“Lihat itu, cairan bening kembali keluar. Haha,” kekehnya.


Arjuna membelakangi Afriska, ia malu untuk membersihkannya ingusnya itu di depan Afriska.


“Coba sini lihat!” goda Afriska. “JANGAN!!!”


Mereka berdua bercanda, yang akhirnya hanya akan meninggalkan bekas cinta. Afriska lupa akan siapa dirinya yang dulu, bahkan ia tak mempedulikan perkatan sang kakak jika harus menjauhi Arjuna. Karena Arjuna adalah orang yang Algeria lindungi, sedangkan Algeria adalah mantan pacar dari Afriska.


“Afriska” sahut Arjuna


“Heeem?”


“Aku mencintaimu.” Kembali, Arjuna mengatakan hal itu namun kini dengan tersenyum.


Afriska juga tersenyum. “Aku juga mencintaimu, Elgara.” Bagaikan lampu hijau bagi Aruna, kini cintanya tidak seperti sebelumnya yang  tak terbalaskan.


“Berjanjilah untuk bersamaku, setelah semuanya beres aku akan langsung datang meminangmu.”

__ADS_1


Afriska sedikit ragu, tapi setelah mendengar cerita Arjuna yang sebenarnya tentang Arabela ia pun memberikan peluang untuk hatinya dengan menaruh nama ‘Arjuna’ yang sebelumnya pernah terisi oleh Algeria.


“Iya, pak Elgara. Aku akan menunggumu, cepat selesaikan misi besarmu itu.”


Arjuna mengangguk, ia tak bisa berhenti untuk menatap Afriska yang telah memanah hatinya itu.


“Iya sayang, kamu mau menjadi kekasiku. Tenang saja, aku akan selalu prioritaskanmu dibandingkan Bela. Karena sejatinya, dia adalah anak kesayangan ayahku. Bukan adikku, apalagi istriku.”


Hal inilah yang membuat Bela takut, bagaimana jika Arjuna hanya memainkannya saja.


“Jangan takut, aku belum pernah jatuh cinta pada siapa pun kecuali padamu…” ucap Arjuna yang meyakinkan.


Afriska mengangguk pelan, ia menandakan bahwa anggukan itu artinya ia menerima Arjuna sebagai kekasihnya. Walaupun sejatinya, Afriska adalah wanita simpanan dari pria yang sudah beristri.


Sore itu, Arjuna dan Afriska memadu cintanya yang manis semanis madu. Arjuna hilang akal sehatnya akan dirinya yang sudah berisitri, dan juga Afriska yang terlena akan godaan setan yang terus mensetujui dirinya untuk menerima Arjuna sebagai kekasih hatinya.


Sedangkan di ujung sana, ada rahmat yang sedari tadi melihat kebucinan mereka berdua. Beruntungnya, danau biri itu sedang sepi karena yang datang kesana hanyalah orang desa saja. Danau itu akan ramai pengunjung ketika hari libur nasional, karena banyak shoot foto yang cukup lumayan bagus untuk insta story.


“Afriska, aku minta nomer WhatsApp mu” ucap Arjuna.


Afriska memberikannya, dan mereka bertukar nomer WhatsApp untuk pertama kalinya. Arjuna memberikan nama untuk nomernya di kontak Afriska, dengan nama ‘Beard Babby’ dan nama ‘Pawang Hatiku’ untuk Afriska.


“Nama yang aneh, bagaimana jika nanti ketahuan istrimu?” tanya Afriska


“Itu bagus, kita bisa lebih menikah nantinya. Dia pasti akan mengadu pada ayahku, lalu ayahku akan memarahiku nantinya.” Jawab Arjuna, namun kenyataan tak akan selaras dengan ekspetasinya.


“Tapi-“


“Tidak usah khawatir, jika ayahku memarahiku dia bisa apa? Sedangkan Bela adalah anak entah dari mana asalnya, karena ibunya yang telah menipu ayahku sehingga pernikahan bunda hancur dalam sekejap."


Afriska mengelus pelan rambut Arjuna, karena sedari tadi ia masih menyandarkan kepalanya dibahu Afriska tanpa sadar.


“Sudahlah, semuanya sudah berlalu. Kau harus buktikan pada ayahmu jika kau bisa bahagia, dan jangan menangis lagi.” Pinta Afriska, sepertinya Arjuna memang tidak salah pilih memilih Afriska sebagai pujaan hatinya dibandingkan Arabela yang hanya bisa mengandalkannya saja.


Terlebih lagi, Bela hanyalah mainan untuk Arjuna mainkan.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2