
Pengap rasanya ketika Bela harus berada di bagasi mobil yang begitu sempit. Dan juga, tangan kakinya yang teringkat dengan kencang. Kini akhirnya, Bela pasrah akan hidupnya.
“Jika aku mati sekarang, aku hanya ingin mengatakan jika aku bahagia dengan sandiwara pada hidupku ini.” Batin Bela, air matanya keluar dan membasahi pipinya.
Sampailah mereka di sebuah Villa kosong di tengah hutan, tidak ada satu orang pun di sana. Keempat pria itu turun dari dalam mobil, dan membuka bagasi mobil yang di dalamnya ada Arabela. Bela pasrah pada takdirnya, entah apapun yang akan terjadi ia tak mau memikirkan apapun selain ia masih bisa bernapas sampai esok hari.
“Bos, kita bawa ke dalam dan lansung kita makan saja?” tanya salah satu anak buahnya.
“Tidak, jangan dulu sebelum klien kita menyuruh kita. Bagaimana pun juga, ini adalah buruan untuknya.” Ucap si bos, yang memimpin regu penculikan itu.
“Apa ini. Apa mereka semua adalah pemakan daging manus… tidak-tidak, kau tidak boleh mati ditangan keempat kanibal itu Bela!” batin Bela, ia masih menutup matanya karena pura-pura tidur.
Mereka bertiga membawa Bela masuk, sedangkan satu orangnya lagi membuka kunci Vila yang sudah tak berpenghuni itu. Mobil putih datang menghampiri mereka, siapa lagi jika Naracha yang merencanakan semua ini.
Tak ingin membuang waktu, Naracha juga ikut masuk untuk mengeek keadaan. Sudah pukul 2 dini hari sekarang, mareka berempat menerima jatah yang seharunya mereka terima.
“25 juta utuk kalian berempat, setelah ini tugas kalian untuk menjaganya agar tidak untuk pergi.”
Bela terkejut, tentu ia mengetahu betul suara siapa itu.
“Apa, mami?” bela membuka pelan matanya untuk mengintip, ia benar-benar terkejut ketika tau itu aalah ibunya sendir.
“Mam… its you…” Bela berekting seolah-olah ia benar-benar baru bangun dari pingsannya.
Naracha senang, akhirnya anak angkatnya bangun juga. “Hey, hello Bela! Kamu siuman juga akhirnya, ada kabar baik lho. Kita sudah sampai di London, kamu ketiduran tadi. Jadi, mami bawa kamu pakai helikopter. Tapi sayanganya, kita malah terdampar di tengah hutan.”
__ADS_1
Dasar Naracha bodoh, Bela tak mungkin sebodoh itu mempercayainya begitu saja.
“Apa, kenapa bisa mi? dan kenapa Bela diikat dengan begitu kencang?” tanya bela, Naracha tersenyum dan mengelus pelan kedua pipi bela dengan tangannya.
“Karena kamu sangat spesial, Kamboja!”
Bela tentunya heran, kenapa ibunya sendiri memanggilnya dengan nama yang sangat jauh dari nama Arabela Nacha?
“Kembo… Kamboja siapa?” tanya Bela yang begitu penasaran. Naracha tak menawab, justru ia tertawa begitu kencang seperti orang stres sambil mencengkram keras pipi Bela.
“Dasara bodoh! Tentu saja nama aslimu. Kamboja Alfatih Malik, kau tidak tau ya? Kasihan sekali kamu nak, pasti ibu dan bapa mu masih mencarimu sampai detik ini juga…”
Bela terkejut, apa yang dimaksud Naracha. ‘Kamboja Alfatih Malik’ siapa itu dan ibu bapa yang mencari anaknya? Bela benar-benar dibuat bingung oleh Naracha, apa selama ini ia memang bukan anaknya.
“Apa, apa maksud mami…” lirih Bela.
“Kau bukan anakku, baik kau Bela atau kamboja sekali pun! Kau adalah anak dari pengusaha terkenal di Malaysia, dan ibumu adalah mantan selebritis di Singapura. Kabar terakhir yang aku dengar, ibu kandungmu depresi berat karena kau sudah menghilang begitu lama.”
Bela akhirnya tau sekarang, ia bukanlah anak dari Sandiaga ataupun Naracha. Lalu dia ini siapa, dan kedua orang tuanya siapa? Malaysia, Singapura dan Indonesia. Bela ataupun Kamboja, ia tetaplah dirinya yang satu.
“Jadi, kamu bukan mami…”lirih Bela yang mulai terisak.
“Hahaha, tentu saja bukan. Aku hanya memanfaatkanmu untuk mengambil semua harta Sandiaga, apa kau percaya. Aku bisa melakukan apa saja demi bisa kaya, kecuali untuk melakukan pesugihan. Aku masih takut jika nanti aku akan di azab.”
Kesal dan sakit rasanya, tanpa sadar Naracha telah membuat Bela, tidak! Maksudnya Kamboja berpisah dengan kedua orang tua kandungnya. Apa lagi menipu Sandiaga, ayah angkat yang ia anggap ayah kandungnya sendiri.
__ADS_1
“DASAR WANITA SIALAN! JADI KAU MENIPU AYAHKU!” Teriak Bela
“Tidak, bukan hanya itu saja. Tapi memeras hartanya juga…” bisik Naracha, ia puas rasanya telah membuat Bela mengetahui yangsebenarnya.
Naracha menjenggut rambut panjang bela, lalu ia menghantamkan kepala Bela ke dinding Vila yang dindingnya tua. Cairan merah mengalir dikeningnya, Bela diam tak berkutik sedikitpun. Melawan juga percuma saja, karena tangan dan kakinya telah diikat dengan begitu kencang.
“Kalian berempat, ambil alat siksaan dan juga ambil kamera. Aku akan mengurus anak angkatku seorang diri, kalian rekam saja aku.” Perintah Naracha, keempat pria itu pergi membawa alat siksaan seperti cambuk, setrum listrik dan pemukul baseball.
“Apa yang mau kau lakukan padaku! Aku bisa tuntut kau, NARACHA!”
Bagaikan angin yang lewat begitu saja, Naracha tak mempedulikan apa yang Bela katakan dan ia masih akan tetap menyiksa Bela.
Sampai ia puas, dan video penyiksaan Bela atau Kamboja pun dikirim oleh Naracha untuk membuat Sandiaga terpancing.
Naracha
[send video]
[Siapa ini? Bukankah kau mengetahuinya, Sandiaga. Temui aku di tengah hutan kota H, dan bawa semua surat pengalihan hartamu jika kau mau anak ini selamat. Dan yang paling penting, jangan bawa polisi jika kau tidak mau selamat. Ingat, datanglah seorang diri saja!]
Naracha mengirimkan pesan WhatsApp itu ke Sandiaga, lalu ia langsung memblokir nomernya saat itu juga. Sedangkan Bela, ia begitu lemas dan mengeluarkan banyak cairan merah dari hidung dan mulutnya. Matanya begitu sayu, Bela tak sengaja memegang perutnya yang ia rasa seperti keram. Naracha dan keempat pria suruhannya itu pergi begitu saja, meninggalkan Bela yang tengah meringis kesakitan.
“Aku harap, kamu tidak lahir di rahimku. Jika ia, kamu adalah saksi yang merasakan bahwa aku begitu menderita dikehidupan ini, nak. Andai saja, aku dan ayahmu tau menumbuhkan cinta dihati yang batu itu sangat sulit. Dan jika suatu saat nanti kamu lahir, aku berharap kamu menjadi manusia yang hanya cukup dengan satu pasangan saja…” Batin Bela.
Ia sendiri juga tidak tau, jika di dalam rahimnya ada janin yang sedang tumbuh atau tidak. Jika benar ada, maka peluang keguguran yang akan Bela alami akan begitu besar. Tanpa Arjuna ketahui, begitu juga Bela yang terlalu sibuk dengan urusannya untuk mengurus Arjuna.
__ADS_1
Tanpa ia sadari, jika sikrlus menstruasinya sudah tidak stabil. Mungkinkah, jika Bela memang mengandung anak dari Arjuna. Jika iya, itu artinya baik Bela dan juga Arjuna tidak bisa memutuskan hubungan pernikahan ini. Selain menunggu anak ini lahir, atau anak ini keguguran.
BERSAMBUNG