
Langit sudah mulai menggelap, Arjuna memasukan barang-barangnya ke dalam bagasi mobil. Dibantu juga dengan Marsel, yang setia menjadi asisten pribadi sekaligus sekretarisnya itu.
''Marsel, nanti tolong hubungi Alge untuk membawa motorku ke bengkelnya. Sepertinya, selain baret-baret motorku juga mengalami kebocoran mesin. Buktinya tidak mau hidup, dan terus mogok.'' Ujar Arjuna, Marsel melirik motor milik Arjuna itu.
''Baik bos muda, aku akan meminta Algeria untuk membawa motormu ke bengkelnya'' tutur Marsel, ia kembali menghubungi Ageria. Namun sayang, nomernya tak bisa dihubungi.
''Ada ada?" tanya Arjuna. "Algeria tidak mau menjawab teleponku, bos muda." Jelas Masel, ia mencoba menelepon kakak angkatnya itu sekali lagi. Namun hasilnya tetap sama saja, tidak ada jawaban.
"Kalau begitu, kita datangi saja bengkelnya sekarang juga'' sahut Arjuna.
''Sepertinya jangan dulu sekarang bos muda, kita masih banyak pekerjaan. Lebih baik kita pulang saja dulu ke rumah besar, hari juga sudah semakin gelap, apa bos muda tidak takut jika bos besar menghkawatirkan bos muda?''
Arjuna terdiam, ada benarnya juga dengan apa yang Marsel katakan.
''Heeem, kau benar. Sebaiknya kita pulang dulu saja,'' ungkap Arjuna. Mereka menyelesaikannya dengan cepat, karen1q1q1 sudah sangat lelah dan juga badannya ata lenget oleh keringat.
Beuntungnya, Arjuna tidak terlalu keras kepala. Jika saja mereka datang ke rumah Alge, sudah dipastikan penyatuan status antara Alge dan Sandra tidak akan terjadi.
Karena pada malam itu, si balok es tengah melakuan resepsi pernikahaan kecil-kecilan. Tentunya itu tanpa diketahui oleh Arjuna, kecuali Marsel. Ia justru sudah tau, tapi ia enggan untuk mengatakknnya pada Arjuna.
''Sel, aku minta beberapa data para pegawai perusahaan dan driver ojol kita. Tolong nanti kau kirim filenya lewat emailku'' titah Arjuna. ''Baik, bos muda. Ayo kita pulang ke rumah,'' ajak Marsel.
Mereka naik ke mobil setelah berpamitan pada bang Dimas, Marsel memelankan laju kendeaannya. Berharap, Arjuna ketiduran di jalan dan Marsel bisa balik menghubungi Algeria.
"Kak Alge apa benar-benar telah menikah, kalau ia syukurlah. Semoga istrinya adalah wanita yang baik, tidak seperti mantan pacarnya dulu." Batin Marsel, ia melihat ke sampingnya ada Arjuna yang tengah bermain-main dengan ponselnya.
Bagasi dan juga kursi penumpang di belakang sudah penuh dengan barang-barang bawaan Arjuna. Hanya motor kesayangannya saja tidak ikut terbawa, karena hari juga sudah mulai larut.
"Marsel," panggil Arjuna. "Iya, bos muda." Sahutnya, dan melirik Arjuna yang kini sudah tak terfokus lagi pada layar ponselnya.
__ADS_1
"Apa kakek akan menyelenggarakan pesta karena kepulanganku?" tanya Arjuna yang penasaran,
"Sebelumnya aku juga tidak tahu bos, tapi menurutku bos besar pasti akan membuat pesta bersama pebisnis lainnya, untuk menyambut kepulangan dan kenaikan jabatan bos muda menjadi direktur utama." Ucap Marsel, ia seketika teringat dengan ayahnya yang bekerja di kantor cabang di kota kalimantan.
"Bos muda, kalau seperti itu berarti ayahku juga akan pulang dari kalimantan ke kota Sanjung ini! Habislah riwayatku, bos muda!" celetuk Marsel, Arjuna sama sekali tidak paham dengan perubahan Marsel yang mendadak.
"Maksudmu om Marvel Anggara? Memangnya kenapa jika ia kembali? Apa kau membenci ayahmu sama seperti aku membenci ayahku, Sel?" tanya Arjuna
Marsel mengacak-acak rambutnya, tidak mungkinkan jika ia mengatakan yang sebenarnya pada Arjuna.
"Haaaa, tidak bos muda. Aku hanya terkejut saja jika ayahku pulang dari kalimantan" elak Marsel, sebenarnya ia takut jika dipaksa untuk menikah oleh kedua orang tuanya.
Arjuna menghela nafasnya dengan lega. "Syukurlah, aku kira ada apa diantara kalian berdua." Ucap Arjuna, Marsel menutup rapat-rapat mulutnya agar tidak bocor.
Mereka berdua telah sampai di rumah besar, Pak Samin menyambut mereka berdua di depan. Tapi tidak untuk kakek Gunawan, ia sudah sangat lelah dan sudah terlelap dalam tidurnya di kamarnya.
Arjuna turun dari mobil, ia dibantu pak Samin dan juga beberapa Pembantu untuk mengangkut beberapa barang bawaan milik Arjuna.
Pak Samin mengangguk pelan. "Iya tuan qmuda, tuan besar sudah tertidur sejak pulang sore tadi. Sepertinya, kesehatan tuan besar juga sedikit menurun." Jawab pak Samin.
''Pak Sam, itu taruh saja di kamarku. Marsel kau boleh pulang, terima kasih sudah membantuku hari ini" ucap Arjuna,
Marsel berpamitan pada Arjuna sebelum pergi, dan para pembantu di rumah besar membantu untuk mengangkut barang-barang Arjuna ke kamarnya.
.........
Keesokan harinya, kakek Gunawan bangun dari tidurnya. Ia melihat Arjuna yang sudah siap untuk berangkat ke kantor, kakek Gunawan pun segera menemui cucunya itu.
''Arjuna'' panggilnya, Arjuna pun yang sedang makan melihat ke arah kakeknya itu.
__ADS_1
''Heem, selamat pagi Kek'' sahut Arjuna, ia tak lupa untuk mencium punggung kakeknya itu.
''Kenapa kau tidak membangunkan, Kakek!" celetuk kakek yang kesal.
Arjuna cengengesan, ia lupa untuk membangunkan sang kakek. Bahkn ia juga tidak memperbolehkan para pembantu untuk membangunkannya, karena ia sendiri yang akan membangunkannya.
"Hehehe, aku kira kakek tidak akan pergi kerja''
''Enak saja, kau baru saja kembali memimpin perusahaan. Untuk sementara waktu, kau masih menjadi wakil direktur utama dulu," jelas kakek Gunawan.
Ia pergi kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap, tidak seperti yang Arjuna pikirkan. Jika ia akan seutuhnya naik jabatan, tapi nyatanya Arjuna harus melewati masa observasi terlebih dahulu.
''Hah, aku pikir melewati ini mudah. Ternyata aku harus dalam pengawasan terlebih dahulu.''
Terdengar helaan nafas Arjuna, ia sebentar membuka hp merk sumsang kesayangannya. Tak lama, ada sebuat tweet yang membuat Arjuna tercengang hingga ia tersedak.
Foto yang ia upload di tweeter mendadak booming, banyak yang penasaran dengan username yang Arjuna pakai. Ia mengupload foto ayahnya bersama dua wanita seksi keluar dari hotel goyo, mendadak berita tentang Sandiaga menjadi sorotan setelah naiknya berita kembalinya tuan muda Elgara.
Arjuna melebarkan senyumannya, ia tak percaya jika tweet yang ia up tempo hari dengan username ganteng dari lahir mendapatkan banyak komentar.
Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Itulah yang Sandi rasakan, bisnisnya telah bangkrut dan sekarang nama baiknya juga tercoreng jelek.
''Ayah, apakah ayah sudah puas? Ini baru pemanasan, belum lagi menyiksa putri kesayanganmu.'' Gumam Arjuna, ia melanjutkan kembali sarapannya sampai roti bakar itu habis.
Lekas itu, Arjuna merapihkan jasnya dan menunggu sang kakek yang tengah bersiap-siap. Ia tak sabar untuk bertemu sang ayah tercintai, dan memameran sang kakek kesayanganya.
''Ayah pasti bangga, hihihi" ucap Arjuna yang cengengesan.
Tak perlu waktu yang lama, sang kakek tercinta datang. Seperti biasa, Arjuna yang menyetir mobil karena kakek Gunawan sedang sarapan di dalam mobil.
__ADS_1
...BERSAMBUNG...
Dear pembacaku yang budiman, sorry aku telat up karena di sini ujan gede pake banget. Aku takut pegang hpnya, next selamat bertemu lagi dengan aku di bab berikutnya ❤