Panah Balas Dendam Arjuna

Panah Balas Dendam Arjuna
Keluarga Sebenarnya


__ADS_3

Jam 3, Alge sudah menunggu Afriska sedari tadi. Tapi ia tak kunjung datang, terpaksa Alge menghubungi Vito yang kala itu memang sedang di jalan menuju pulang dari kantor. Alge meneleponnya namun sayang, nomernya Vito sudah tidak aktif lagi. Ia mengumpat di dalam hatinya, bisa-bisanya Afriska tidak menepati janjinya,


“Afriska, setelah kau pergi kini akhirnya kau kembali lagi dihadapanku.” Gumam Alge, ia menatap wanita yang tengah menuju berjalan ke arahnya.


Yap, dia adalah Afriska. Afriska langsung duduk tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia menunduk dan takut ketika melihat wajah Alge.


“Akhhirnya kau datang juga, aku sudah lama menunggumu” pekik Alge


“Kenapa menunduk terus? Kau tidak mau mengucapkan selamat petang atau sudah makan atau belum pada mantan bossmu? Atau boleh dibilang mantan pacarmu?”


Afriska terdiam, ia masih menundukan wajahnya karena merasa takut dan juga bersalah.


“Aku sudah tahu semuanya, apa kau tahu Afris? Istri dari pacar gelapmu meninggal, itu semua gara-garamu. Aku pikir kau memang benar-benar yakin keluar dari zona hitam, tapi nyatanya aku salah.kau masih tetap saja membunuh orang, meskipun sudah keluar dari zona hitam mafia sindikat pembunuh bayaran!”


Bagaikan terkeno tombak yang menancap dihatinya, membuat hati Afriska sakit begitu dalam. Ia menangis, menangis sesugukan dihadapan Algeria. Beruntunglah Alge memilih tempat café yang tidak cukup ramai, seingga mereka berdua bisa berleluasa.


“Tidak, aku tidak membunuh…” lirih Afriska


“Ya, kau memang tidak membunuh. Tapi karenamu, ada dua nyawa yang sudah melayang. Pertama ibu, dan yang kedua adalah bayi yang masih berada di dalam kandungan. Andai saja kau tidak menjadi perusak hubungan Arjuna, mungkin ini semua tidak terjadi Afriska! Aku salah, aku salah menilaimu. Kau lebih iblis dari iblis itu sendiri!”


Algeria bangun dari duduknya, Afriska hendak akan meraih tangan dari Alge tapi Alge berhasil menangkisnya.

__ADS_1


“Ck, jangan sentuh aku wanita kotor! Setelah pacarmu siuman nanti berbicaralah yang sebenarnya, atau aku yang akan mengatakan yang sebenarnya pada dia.” Ancam Alge, Afriska masih menangis dengan begitu tersedu-sedu.


“AKu mohon jangan, Geri. Biarkan aku saja, aku janji akan meninggalkan Arjuna setelah ini…”


“Itu bagus untukmu, tapi setelah apa yang sudah kau lakukan kau tidak pantas untuk dikasihani Afriska.”


Afriska menggelengkan pelan kepalanya. “Tidak, aku salah… aku siap dihukum, tapi tolonglah dengarkan aku dulu penjelasanku. Aku tidak-“


“Tidak apa hem? kau tidak selamanya bersalah karena Arjuna terpaska menikah dengan istrinya? Dengarkan aku Afriska, dulu kau meninggalkanku tanpa sebab karena ingin mengubah dirimu menjadi lebih baik. Aku tanya sekali lagi, apa sekarang kau sudah berubah menjadi lebih baik? Bahkan kau sekarang sangat buruk dan hina, Afriska!”


Alge kembali menancapkan tombak panas dihati Afriska, Afriska sedih tapi inilah kenyataannya yang harus membuatnya sadar. Karena kesalahannya sendiri, ia bahkan tidak memikirkannya dua kali tentang perasaan Arabela yang mengetahui perselingkuhan Arjuna dengan dirinya.


“Afriska, temuilah pacarmu di rumah sakit Glamora. Dia dan juga calon mertuamu sedang dirawat di sana, dan minta maaflah pada Arabela. Semoga saja karma tidak menurun padamu, atau bahkan keturunanmu nanti.” Alge langsung pergi meninggalkan Afriska yang masih diam mematung, ia tak percaya jika ia akan bertemu dan mendapatkan perkataan yang pedas dari Alge.


Setelah sekian lama ia mencoba melupakan Afriska, wanita yang ia cintai dan sangat ia segani. Ternyata telah menghancurkan hatinya sampai berkeping-keping jatuh. Namun, kepingan itu diambil oleh Cassandra istrinya dan membentukan kembali hati Algeria menjadi utuh.


***


Mereka mengkonfirmasi jika keluarga dari korban adalah tuan malik, namun itu semua belum terjamin karena tuan malik belum melihat langsung Arabela dan juga mereka belum melakukan hasil tes DNA.


“Tapi, pak inspektur. Bagaimana kalau jasadnya membusuk?” tanya seorang polisi

__ADS_1


“Awetkan dulu untuk sementara waktu, kita harus menunggu tuan malik datang.”


Hasan harus segera menyelidikinya, begitu juga dengan tuan malik yang harus segera datang ke Indonesia untuk memeriksanya. Sudah hampir dua puluh tahun mereka mencari Kamboja, tapi nak sulung dari tuan malik tidak kunjung ditemukan. Barulah Jeshuno mendapatkan telepon dari salah satu kepolisian indonesia, jika ada seorang napi wanita yang mengetahui tentang ciri-ciri anak dari tuan malik.


Siang itu, Jeshuno atau Jeno menghampiri dan memberikan kabar ini langsung pada tuan malik. Sebelum tuan malik akan pergi ke Belanda untuk menjenguk istrinya, dan juga putranya yang bisa dikatakan adalah adik dari Arabela atau Kamboja.


“Jeno, siapkan jet pribadi untukku.” Titah tuan Malik pada Jeno. “Baik tuanku.”


Jeno langsung menghubungi orangnya yang menjadi pengemudi atau pilot, untuk membawa tuan Malik pergi.


“Aku harus cepat pergi!” tuan malik akhirnya menunda keberangkatannya ke Amsterdam, Belanda. Dan ia akan egera pergi ke Sanjung, Indonesia untuk melihat langsung apa yang dikatakan itu memang benar.


FYI : Kota Sanjung adalah plesetan dari Kota Bandung. Kenapa? Karena author engga tau kalo beneran ada kota Sanjung, awalnya author mau pakai latar kota Bandung saja. Tapi nemu plesetan Sanjung ya sudah author pakai saja, jadinya bukan Bandung ataupun Tanjung. Intinya, have fun aja bacanya yaJ


Tuan malik segera menghubungi putranya yang berada di Amsterdam, karena istrinya yang tak mau memegang ponsel ataupun melihat sosial media sedikit pun saat anaknya dinyatakan menghilang. Karena banyaknya media yang meliputi, tentang penculikan bayi bernama Kamboja membuatnya stres dan trauma. Mungkin saja penculik itu adalah orang yang menulis beritanya, entahlah apa yang sudah Rose alami dulu.


Yang pasti, dia sangat-sangat terpukul atas kehilangan Kamboja dulu.


“Sudah hampir dua puluh tiga tahun kami mencari, sekarang kau sudah ditemukan nak. Tapi kenapa kabar yang kita dengar kau tlah pergi, nak.”


Ahmad Khoerul Malik, atau tuan Malik. Pria berusia empat puluh tujuh tahun di tahun dua ribu dua puluh tiga. Telah melakukan pencarian walaupun hanya sebatas di Asia tenggara saja, ia tidak tahu jika Arabela atau Kamjoba saat itu sedang menempuh pendidikan di Amsterdam, Belanda. Dari itulah, baik Bela dan Juga Malik tidak bisa bertemu. Terpaksa, pada tahun dua ribu sembilan belas kasus ‘Wanted Baby Kamboja’ ditutup oleh pihak kepolisian Malaysia.

__ADS_1


Mereka menyerah, karena kasus penculikan ini sangat rumit dan mereka tak menemukan ibu dari Nisa yang membawa anaknya pergi. Mereka juga tak bisa menuduh baik Nisa bahkan ibunya, karena bukti yang tak mendukung merekalah penculik itu sebenarnya.


BERSAMBUNG


__ADS_2