Panah Balas Dendam Arjuna

Panah Balas Dendam Arjuna
Snorkeling Pasutri


__ADS_3

..."Hal yang paling aku rindukan dari rumah, adalah memiliki rumah yang utuh" - Arjuna Rakesagara...


Sianh hari itu juga, Juna dan Arabela pergi ke pantai untuk berjalan-jalan. Tidak ada kata lelah untuk bagi mereka berdua, ini adalah kali pertama mereka pergi bersama dan terlebih lagi ini di depan publik.


"Apa kita benar akan pergi ke pantai hari ini?" tanya Arabela yang memastikan, Arjuna yang menyetir mobil pun hanya berdehem, ia tak melihat ke samping istrinya itu.


"Hm, tentu saja." Arabela pun hanya mengikuti kemauan Arjuna, meskipun tak sepenuhnya kemauan Arjuna.


"Arabela, apakah kau mau ikut aku untuk snorkeling?"


Arabela mengangguk, ia juga sudah lama menantikan hal tersebut.


"Tentu saja aku sangat mau, sebelumnya papi dan mami melarangku untuk ke laut. Karena mereka tidak ingin aku menyelam, mereka tahu jika aku tidak bisa berenang. Tpi, karena ini dengan mas suami, aku yakin Mas Elgara pasti bisa mengajariku untuk menyelam."


Arjuna menggelengkan pelan kepalanya, ia tak habis pikir dengan apa yang Arabela katakan. Jika ia tidak bisa menyelam, kenapa dia ingin ikut snorkeling dengan Arjuna.


" Baiklah, aku akan membantumu untuk belajar berenang dan juga belajar bagaimananya snorkeling. "


Mereka berdua sampai di pantai, karena memang tidak jauh dari hotel yang Arjuna booking. Juna memarkirkan mobilnya, nampak begitu banyak wisatawan dan juga turis lokal, ataupun mancanegara yang tengah berlibur.


Arjuna pun menyuruh Bela untuk menunggunya, karena Arjuna akan membeli tiket dulu untuk mereka berdua.


" Jangan lama-lama, nanti bagaimana jika ada yang menculik nanti? " ungkap arabela


" Aku yakin mereka tidak mau, terlebih dulu lagi menculik wanita kerdil sepertimu?" cibir Arjuna yang mengejek Arabela.


Ia pun langsung pergi berlari, Bela yang mendengar perkataan Arjuna yang lontarkan tadi begitu menyakitkan hati dan berhasil menyayat hatinya.


"Kenapa tuhan harus mempertemukan kita, ini adalah cobaan yang sangat berat untuk aku jalani."


Ia menunggu Arjuna, telah lama Arjuna datang dengan membawa alat selam seperti kaki kodok, dan pelampung untuk nanti jaga-jaga jika Arabela memang tidak bisa berenang.


"Ayo kita snorkeling, sebelum itu kita harus mengganti pakaian kita terlebih dahulu."

__ADS_1


Arjuna menarik Arabela ke ruang ganti, mereka tidak takut jika ada orang-orang yang melihat seorang tuan muda Elgda dan juga istri barunya itu.


Tapi Arjuna kan tidak mempublik pernikahannya. Jadi untuk apa ia harus takut, mungkin opini publik yang akan menganggapnya salah karena, Juna yang berpacaran dengan anak gadis dari keluarga pengusaha bangkrut, yaitu Sandiaga.


"Mas El, aku takut tenggelam"


"Jika kau tenggelam akan aku tenggelamkan lagi! "


Ocehan Bela tidak mempengaruhi terus-terusan mengatakan pada suaminya tersebut, jika ia takut snorkeling tapi bukanlah Arjuna namanya, jika ia tidak menjahili istrinya tersebut.


" Hehehe, naafkan aku Bela. Mungkin ini akan sedikit melukaimu sebagai awal penyiksaan!" batin Arjuna.


Entahlah rencana apa yang tengah ia rancang kali ini untuk menyakiti Arabela, karena tujuan Arjuna untuk menikahi Arabela kan untuk balas dendam bukan untuk jatuh cinta pada Arabela.


" Aku akan sengaja meninggalkan, sehingga kau akan kesulitan untuk menjadi keberadaanku. "


Mereka berdua segera mengganti pakaiannya dengan pakaian renang dan memakai jaket pelampung.


" Mas, kita mau menyelam di kedalaman berapa Mas? " tanya Bela yang penasaran, sedangkan ia masih melihat Arjuna yang tengah memakai baju renangnya.


"Kenapa kita harus pakai perahu karet? Lalu nanti siapa yang menjaga perahu tersebut? Sedangkan kita kan akan snorkeling?"


" Tenang saja, aku telah menyewa seseorang untuk menjaga perahu kita yang muat untuk 5 orang, dan sudah pasti perahu itu besar dan kokoh."


Namun dibalik itu semua, Juna melakukan rencana untuk membalaskan dendamnya pada istri.


" Cepat bawa kacamata dan juga kaki kataknya, kita akan segera pergi. "


Tidak mau ambil pusing, Arabela pun mengikuti apa yang Arjuna perintahkan. Mereka diantar oleh pemandu wisata, ialah yang akan nanti menjaga dan juga menemani snorkeling Arjuna dan Bela.


Mereka pergi ke tengah laut, sangat jauh dari bibir pantai. Bela semakin ketakutan karena ia tidak bisa berenang. Kenapa harus membawanya ke tengah laut, meskipun pantai ini memang dangkal walaupun di tengah laut. Tapi rasa was-was untuk pergi snorkeling bersama suaminya itu masih ada, Bela terus berdoa agar senantiasa diberi keselamatan.


" Mas, kenapa kita harus tengah laut jika kita bisa di dasar laut?" tanya Bela

__ADS_1


"Ini juga masih di dasar laut, walaupun dekat dengan tengah laut tidak begitu dalam Bela."


Sang pemandu itu hanya dia melihat sepasang pasutri yang tengah mencoba bulan lalu itu, mereka sampai dan Arjuna tengah bersiap-siap untuk menyelam, ia telah memakai kaki katak dan juga snorkel. Arjuna melirik sang istrinya tersebut, Arabela nampak enggan untuk pergi snorkeling bersama Arjuna.


"Kau kenapa? Ayo kita menyelam" ajak Ju a, spontan ada Bela pun menggelengkan pelan kepalanya.


"Tdak mau, aku kan tidak bisa berenang..." lirih Bela yang nampak begitu malas melihat air biru itu.


"Tidak akan, kau tidak akan tenggelam. Kau menggunakan jaket pelampung, dan berpegangan saja pada punggungku, aku akan membantu untuk melihat keindahan laut. " Ungkap Arjuna, Arabela memikirkan kembali perkataan suaminya tersebut.


" Ya sudah jika kau tidak mau ikut, biarkan aku saja yang melakukannya sendirian! "


Arjuna sudah akan siap untuk menyelam, Arabela menarik pergelangan tangan Arjuna ia ingin ikut.


"Tunggu, aku ingin ikut"


Bela segera memakai kaki katak dan juga snorkel nya, ia menggenggam tangan Arjuna agar tidak kehilangan Arjuna.


Juna masuk ke dalam air membawa Arabela. Bela yang masih berada di atas belum berani menyelam namun Arjuna segera menariknya masuk ke dalam air.


Mereka tidak berbicara sedikitpun, Bela dengan sangat erat menggenggam jaket pelampung Arjuna, dan Arjuna menarik Arabela.


Bila melihat begitu indahnya keindahan dalam laut, spesies ikan nemo dan juga spesies jenis ikan lainnya, yang ada di dalam laut bisa Bela lihat. Terumbu karangnya yang indah dan cantik, dan juga laut yang bersih membuatnya semakin betah untuk berlama-lama di dalam air.


Akan tetapi, ia melupakan Arjuna saat ia terpanah pada keindahan dalam laut. Ia tak sadar jika Arjuna melepaskan tangan Arabela yang membuat Bela terlepas dari Arjuna.


" Rasakan itu, aku ingin lihat apa kau akan ketakutan dan langsung naik ke atas." Ucap Arjuna di dalam hatinya, dia melihat arah Bela yang ketakutan Bela mencoba naik ke atas permukaan.


Dan disusul dengan Arjuna yang naik juga ke atas permukaan. Apabila mengatur nafasnya, sedikit menghibur Arjuna yang memang sebenarnya membenci Bela titik sialnya, harus air laut mendadak pasang dan angin yang bertiup kencang sehingga membuat gelombang laut juga naik.


Dan Bela terseret oleh gelombang laut atau biasa disebut ombak


.

__ADS_1


"Mas, tolong aku terserah!"


BERSAMBUNG


__ADS_2