
...***...
Patih Rangga Dewa saat ini sedang berhadapan dengan anak buah kelompok Teguh Kala. Mereka semua memang sudah tidak sanggup lagi berhadapan dengannya, karena tenaga mereka memang telah terkuras habis saat berhadapan dengan Pangeran Arya Fusena. Namun saat itu, Teguh Kala datang bersama anak buahnya yang lainnya.
"Hei!. Rangga Dewa!. Beraninya kau menghajar semua anak buahku!. Kalau kau berani, hadapi aku!."
"Oh!. Apakah kau orang yang bernama teguh kala?. Dengan senang hati aku akan menghadapi mu. Maju saja bersama anak buahmu itu."
"Iya!. Aku orang yang bernama teguh kala. Aku masih dendam pada kalian yang telah berani mempermalukan aku waktu itu. Dan kali ini, aku tidak akan pernah mengampunimu!."
Patih Rangga Dewa mendekatinya, dan dengan geramnya ia menunjuk kiri ke arah Teguh Kala. "Kau!. Berani sekali kau menargetkan keluarga istana. Dan kau telah berani berbuat jahat di wilayah kekuasaan kanda prabu maharaja sura fusena. Rupanya kau berani menantang aku!."
"Aku tidak takut sama sekali padamu rangga dewa. Ilmu kanuragan yang kau miliki, tidaklah seberapa. Dan aku akan membunuhmu hari ini juga."
"Keparat!. Ternyata kau ingin bermain-main dengan ku!. Akan aku ladani kau dengan tiga jurus. Akan aku tunjukkan siapa rangga dewa di hadapanmu." Patih Rangga Dewa terlihat sangat geram dan marah. Ia siap dengan jurus pertama yang akan ia mainkan.
"Kalian semua!. Serang!." Perintah Teguh Kala pada anak buahnya. Dan mereka telah siap dengan golok di tangan mereka.
Terjadilah pertarungan antara Patih Rangga Dewa dengan mereka semua. Termasuk Teguh Kala yang saat ini sedang mencari celah untuk membokong dari belakang jika ia bisa melakukannya. Sedangkan Pangeran Arya Fusena merasa tidak tega melihat pamannya yang saat ini sedang dikeroyok oleh mereka semua. Apakah Pangeran Arya Fusena bisa membantu Patih Rangga Dewa menghadapi mereka semua?. Temukan jawabannya.
...***...
Kembali ke istana. Putri Rara Wulan tidak bisa menemukan keberadaan Pangeran Arya Fusena di lingkungan istana. Ia merasa heran, apakah penculik itu membawanya ke luar istana?. Saat itu kakaknya Pangeran Birawa Fusena kebetulan melihat adiknya yang berada di lapangan tempat latihan berkuda.
"Ya, pasti seperti itu." Ia mencoba berpikir jernih.
"Apanya yang seperti itu dinda."
"Kanda?. Apakah kanda mau latihan berkuda?." Karena Putri Rara Wulan melihat kakaknya itu membimbing kuda.
"Ya. Aku memang ingin latihan berkuda. Lalu bagaimana denganmu dinda?. Apakah kau juga ingin latihan berkuda?. Tapi tidak seperti biasanya."
Putri Rara Wulan menggelengkan kepalanya dengan pelan, wajahnya terlihat sedih. "Tidak kanda. Saat ini aku sedang mencari keberadaan dinda arya."
__ADS_1
"Mencari keberadaan dinda arya?. Memangnya apa yang terjadi pada dinda arya?."
"Tadi dayang yang selalu menemaninya berkata jika mereka telah ditipu oleh seseorang yang menyamar jadi prajurit istana. Aku takut dia membawa dinda arya menjauh dari istana. Atau mereka saat ini sedang bertarung di sedang bertarung di suatu tempat."
"Kenapa bisa se-lalai itu?. Kita harus segera mencari dinda arya. Aku tidak mau terjadi sesuatu padanya. Kita harus segera mencarinya dinda."
"Baiklah kanda. Bagaimana kalau kita bertanya pada setiap prajurit yang berjaga di istana ini. Mungkin mereka melihat dinda arya."
"Ya, aku setuju. Kalau begitu mari kita segera mencarinya dinda." Pangeran Birawa Fusena malah jadi panik, dan ia segera mengikat kudanya ke tepi, karena ia ingin mencari keberadaan adiknya itu. Apakah mereka berhasil menemukan keberadaan Pangeran Arya Fusena?. Temukan jawabannya.
...***...
Kembali ke pertarungan Patih Rangga Dewa. Mereka semua telah terkapar pingsan karena dihajar oleh Patih Rangga Dewa. Termasuk Teguh Kala yang merupakan ketua mereka.
"Aku katakan padamu sekali lagi teguh kala!. Jangan berani-beraninya kau menantang rangga dewa. Apalagi kau berani menyentuh pangeran kesayanganku!." Dengan geramnya Patih Rangga Dewa mencengkram kuat kerah baju Teguh Kala. "Akan aku bunuh kau!." Ia mendorong kuat tubuh itu hingga terjerembab ke tanah. "Dan sekarang kau urus mereka semua. Jika kau masih saja membuat keonaran. Aku pastikan kau mendapatkan hukuman berat dariku!. Aku hanya tidak ingin kau menjadi beban di penjara istana." Ucapnya lagi dengan nada kesal.
Tidak ada tanggapan dari Teguh Kala. Karena tenaganya terkuras habis setelah bertarung dengan Patih Rangga Dewa. Patih itu memang tidak bisa dianggap enteng ilmu kanuragan yang ia miliki.
"Paman Patih memang hebat. Bisa menghajar mereka semua." Pangeran Arya Fusena mengacungkan jempolnya pada Patih Rangga Dewa.
"Paman hanya kesal saja pada mereka yang beraninya hanya main keroyokan."
"Hehehe paman Patih terbaik."
Patih Rangga Dewa hanya tersenyum kecil mendengarkan pujian dari keponakannya. "Kalau begitu mari kita kembali ke istana. Nanda pangeran arya perlu diobati."
"Paman Patih juga perlu diobati. Karena ada goresan di wajah serta baju paman ada yang sobek."
Patih Rangga Dewa tidak bisa menahan tawanya saat Pangeran Arya Fusena mengatakan bajunya ada yang sobek. "Jika ini memang begitu modelnya nanda pangeran."
"Ahahaha maafkan aku paman, aku tidak tahu jika itu memang modelnya." Pangeran Arya Fusena juga ikut tertawa.
"Baiklah kalau begitu mari paman gendong. Mari kita kembali ke istana." Ia membelakangi Pangeran Arya, dan sedikit membungkuk. Mempersilahkan Pangeran Arya Fusena naik ke punggungnya, untuk ia gendong.
__ADS_1
"Terima kasih paman." Pangeran Arya Fusena naik ke punggung Patih Rangga Dewa. "Maaf jika selalu merepotkan paman Patih."
"Paman hanya melakukan kewajiban paman sebagai keluarga yang saling melindungi satu sama lain."
"Rasanya aku ingin selalu menjadi seperti Paman." Pangeran Arya Fusena mengeratkan pegangannya, dan ia menyandarkan kepalanya di punggung Patih Rangga Dewa.
Kembali ke Istana. Saat di halaman depan Istana. Putri Rara Wulan dan Pangeran Birawa Fusena bertemu dengan keempat dayang yang selalu Pangeran Arya Fusena.
"Bagiamana?. Apakah kalian masih belum menemukan keberadaan dinda arya?." Suasana hatinya memanas, karena mereka sama sekali belum bersama adiknya Pangeran Arya Fusena.
"Maaf gusti ayu. Kami masih belum menemukan keberadaan gusti pangeran arya."
"Kalian ini memang tidak becus!. Bagaimana bisa kalian membiarkan dinda arya dibawa orang lain?. Jika terjadi sesuatu pada dinda arya. Kalian akan aku hukum mati!."
"Ampun gusti pangeran birawa."
"Ampuni kami yang telah lalai ini."
"Ampuni kami gusti pangeran birawa. Kami pasti akan menemukan gusti pangeran arya."
"Kami berjanji akan menemukan keberadaan gusti pangeran arya secepatnya."
Mereka semua sangat takut dengan ancaman dari Pangeran Birawa Fusena. Karena Pangeran Birawa Fusena sangat kejam jika marah. Namun saat itu mereka semua dikejutkan oleh suara Patih Rangga Dewa yang baru saja datang dari arah gerbang Istana.
"Apa yang kalian ributkan?. Sehingga suara kalian terdengar sampai ke luar."
"Gusti Patih?."
"Paman Patih?."
Mereka semua segera mendekati Patih Rangga Dewa. Namun ada hal yang membuat mereka semua terkejut. Apakah itu?. Temukan jawabannya. Jangan lupa dukungannya ya pembaca tercinta.
...***...
__ADS_1