PATIH RANGGA DEWA & PANGERAN KESAYANGAN

PATIH RANGGA DEWA & PANGERAN KESAYANGAN
CHAPTER 6


__ADS_3

***


Hari ini adalah hari sidang, dimana Patih Rangga Dewa dan Kaca Para bertemu secara langsung. Prabu Maharaja Sura Fusena secara langsung yang menjadi pengadil dan beberapa saksi di sana. Senopati dan Adipati, serta prajurit istana yang dilibatkan dalam sidang tersebut. Karena masalah ini sangat tidak enak untuk dibiarkan begitu saja.


"Saya sudah cukup bersabar dengan kabar yang saya dengar, tentang dinda patih melalui laporan kalian selama ini mengenai dirinya. Dan hari ini aku ingin menyidangnya, serta orang-orang yang terlibat dalam masalah ini." Prabu Maharaja Sura Fusena memulai sidang itu. Hari ini ia ingin mengetahui semua kebenaran tentang masalah yang terjadi. "Dharmapati kaca para, saya berikan kesempatan untuk melaporkan masalahnya. Kabar yang saya dapatkan sangat berbeda dari yang anak buahmu laporkan."


"Mohon ampun gusti prabu. Hamba tidak mendirikan rumah penginapan tempat main perempuan gusti prabu. Gusti Patih rangga dewa hanya ingin menjebak hamba gusti prabu." Ia menatap tajam ke arah Patih Rangga Dewa.


"Baiklah jika memang itu yang kau katakan, mungkin saya akan percaya. Lalu bagaimana dengan laporan yang diberikan oleh dinda patih dan telik sandi yang saya kirim ke sana untuk menyelidiki kebenarannya?."


Dharmapati Kaca Para terlihat sedikit pucat, mendengarkan apa yang dikatakan oleh Prabu Maharaja Sura Fusena. Apakah ia bisa menghindari dari dua saksi itu?.


"Dinda patih. Silahkan laporkan apa saja yang dinda patih temukan di sana."


"Sandika kanda prabu." Patih Rangga Dewa mengangguk mengerti, dan saat itu juga ia mengubah penampilannya. Tentu saja mereka sangat terkejut, dan lupa jika Patih Rangga Dewa jika melakukan tugas selalu menyamar. Begitulah jika Patih Rangga Dewa bergerak, menemukan kebenaran yang terjadi. Apalagi masalah itu menyeret, dan menyebut namanya.


"Mohon maaf kanda prabu. Saya masuk ke rumah penginapan itu dengan pakaian seperti ini, agar tidak ada yang curiga." Matanya menatap mereka semua dengan tatapan tajam. "Jika saya adalah Patih rangga dewa." Lanjutnya. Setelah itu ia melirik ke arah Dharmapati kaca para. "Dengan leluasa saya masuk ke dalam sambil mengorek keterangan yang saya dapatkan di dalam. Bahwa pemilik rumah penginapan itu memang dharmapati kaca para." Ada bentuk rasa benci saat ia mengatakan semua yang ia lihat hari itu. "Tapi dia memperkenalkan dirinya sebagai patih rangga dewa. Saya sendiri yang berbincang-bincang dengannya pada waktu itu. Bahkan dia mengajak saya untuk bekerjasama untuk memperluas lagi rumah penginapan itu kanda prabu." Patih Rangga Dewa mengatakan apa yang ia terjadi pada saat itu, agar mereka semua mengetahui kebenarannya.


...***...


Kembali pada saat itu.


Patih Rangga Dewa mengamati rumah penginapan yang diduga sebagai tempat sarangnya orang kaya atau saudagar kaya menghamburkan uang di sana. Kabar yang ia dengar, ada gosip yang beredar tentang dirinya yang juga masuk ke dalam sana untuk bermain-main dengan beberapa wanita penghibur?.


"Kalian telah salah melibatkan aku dalam masalah ini. Akan aku tunjukkan pada kalian, bahwa apa yang kalian tuduhkan padaku itu tidak benar." Patih Rangga Dewa melangkah mendekati halaman penginapan itu, tentu saja ia menggunakan pakaian yang berbeda serta menyamar, agar tidak diketahui oleh siapapun, jika ia adalah Patih Rangga Dewa.


Ia membuka pelan pintu rumah itu, dan ia disambut oleh beberapa orang wanita. Senyum mereka sangat ramah, manis dan menggoda?. Namun matanya menatap ruangan itu dipenuhi tamu, dan beberapa wanita yang bergelayut manja. Rasanya ia sangat tidak suka dengan pemandangan itu. Tapi apa boleh buat, ia masuk ke sini demi menyelidiki siapa saja orang-orang yang terlibat dalam masalah ini. Ketika ia masuk lebih dalam lagi, ia matanya menangkap sosok Dharmapati Kaca para yang sedang berbincang-bincang dengan beberapa orang laki-laki beruang, dan tak lupa wanita duduk disampingnya.


"Maaf tuan, ada tamu yang terlihat tajir ingin bertemu dengan tuan."


"Oh benarkah?. Silahkan duduk tuan."


"Terima kasih tuan."


"Apakah tuan yang ingin bertemu dengan saya?."


"Iya tuan. Saya datang kota raja kerajaan galung. Saya kebetulan mendapatkan infomasi mengenai tempat penginapan ini tuan."


"Memangnya tuan ini memiliki usaha apa?. Sehingga membutuhkan tempat penginapan?."


"Saya seorang pedagang cengkeh. Saya takut bahan dagangan saya dicuri orang. Makanya saya ingin mencari tempat penginapan tuan."

__ADS_1


"Oh jadi begitu?. Tuan tenang saja. Masalah keamanan dagang tuan akan aman asalkan ada ini." Ia memberi kode masalah keamanan.


"Jika masalah itu tuan tenang saja. Tapi mengapa penginapan ini ada wanitanya ya?. Tidak seperti penginapan lainnya yang pernah saya singgahi."


"Ini penginapan yang berbeda dari yang lainnya tuan. Biar agak betah sambil cuci mata."


"Cuci mata?. Memangnya penginapan ini tidak mendapatkan teguran dari raja setempat?."


"Kalau masalah itu tuan tenang saja. Sebab yang menjadi pemilik rumah penginapan ini adalah adiknya sang prabu."


"Oh begitu?. Siapa orangnya tuan?. Apakah saya boleh bertemu dengan orangnya?."


"Saya adalah orangnya tuan. Saya adalah patih rangga dewa."


"Oh suatu kehormatan bagi saya bertemu langsung dengan gusti Patih di sini." Sebenarnya ada bentuk tidak suka, ketika Dharmapati Kaca Para menyebut dirinya sebagai Patih Rangga Dewa.


"Tapi jangan katakan pada siapapun, jika aku adalah Patih rangga dewa. Ini adalah urusan bisnis, jadi kita bisa bertemu kapan saja yang tuan inginkan."


"Tentu saja gusti Patih. Saya akan menjaga rahasia ini."


Tanpa curiga sedikitpun, Dharmapati Kaca Para yang mengaku sebagai Patih Rangga Dewa, terus berbincang dan malah memberikan informasi tentang bisnis yang ia lakukan.


"Jika tuan ingin mendapatkan keuntungan, tuan bisa memberikan modal pada saya. Rumah penginapan ini bisa menjadi penghasilan tambahan untuk tuan."


"Tentu saja tuan. Jika tuan mau, tuan bisa membuat rumah penginapan seperti ini di tempat tuan. Jika kami berkunjung ke sana, kita sama-sama mendapatkan keuntungan tuan."


...***...


Kembali ke masa ini.


"Begitulah kejadiannya kanda prabu. Dia sendiri yang mengatakan pada saya, jika ia adalah patih rangga dewa, adiknya gusti prabu."


"Itu tidak benar gusti prabu. Hamba dijebak oleh gusti Patih, dan hamba tidak pernah bertemu dengan orang yang berpenampilan seperti itu gusti prabu." Ia tidak terima dengan apa yang diceritakan oleh Patih Rangga Dewa.


"Baiklah!. Kali ini kau tidak akan bisa menghindar lagi." Patih Rangga Dewa sangat geram, karena Dharmapati Kaca Para belum juga mau mengakui perbuatannya. "Kabar dari anak buahmu, yang menyampaikan laporan itu kanda prabu. Saya telah menyelidikinya dan bertanya langsung pada ketiga wanita yang sedang hamil itu kanda prabu."


...***...


Kembali ke masa itu.


Patih Rangga Dewa yang menyamar, mendatangi salah satu rumah korban. Ia ingin mengetahui semuanya setelah mendapatkan surat perintah dari Prabu Maharaja Sura Fusena untuk melindungi mereka.

__ADS_1


"Sampurasun."


"Rampes. Silahkan duduk tuan."


"Terima kasih tuan. Maaf jika saya mengganggu. Saya ini adalah utusan gusti prabu maharaja sura fusena."


"Untuk apa tuan datang mendatangi anak saya?. Apakah tuan ingin menutupi kejadian yang dialami oleh anak perempuan saya?."


"Tenang dulu tuan. Justru saya datang ke sini ingin bertemu dengan anak tuan. Kami dari keluarga istana kerajaan merasa malu dengan apa yang dilakukan oleh Patih rangga dewa. Kami ingin bertemu langsung, dan akan bertanggungjawab atas apa yang terjadi."


"Apakah itu benar?."


"Ini juga demi keselamatan anak tuan. Gusti Patih itu sangat kejam, jika ia tidak suka pada seseorang. Maka ia akan langsung mendatangi orang itu untuk membunuhnya. Apakah bapak mau kehilangan anak tuan?."


"Tentu saja saya tidak mau. Memangnya apa yang ingin kau sampaikan pada anakku?."


"Hanya sebentar saja. Tidak akan lama."


"Baiklah. Kalau begitu masuk saja ke biliknya."


Patih Rangga Dewa masuk ke dalam bilik. Ia melihat wanita muda dengan perut yang sudah membesar. "Maaf jika aku mengganggumu. Aku hanya ingin bertanya. Apakah kau bertemu dengan patih rangga dewa?."


Namun wanita itu hanya diam saja. Tidak menanggapi apa yang ditanyakan.


"Patih rangga dewa akan mengampunimu, jika kau berkata jujur. Karena orang yang akan jujur akan mendapatkan nasib baik karena ia telah berkata jurus."


Wanita itu menatap lurus, dan matanya berkaca-kaca. Ingin menangis, namun masih bisa ia tahan.


"Kau seperti ini karena tidak jujur atas apa yang telah kau lakukan. Kau akan merasakan sakit yang lebih, karena melibatkan orang yang sama sekali tidak pernah menyentuhmu. Apakah kau tidak kasihan pada dirimu sendiri?."


Wanita itu menangis sedih, memang benar apa yang dikatakan oleh Patih Rangga Dewa, bahwa ia telah melakukan pekerjaan yang tidak jujur. "Aku hanya disuruh seseorang, untuk mengatakan, jika aku hamil karena gusti patih rangga dewa. Karena ia memberikan aku upah yang besar. Namun siapa sangka aku malah dijadikan wanita penghibur olehnya."


"Memangnya siapa yang telah menyuruhmu?. Apakah kau mengenalinya?."


"Dia adalah dharmapati kaca para. Dia yang menyuruh kami berkata seperti itu."


"Baiklah. Untuk saat ini kau akan aku ungsikan, karena nyawamu sedang terancam. Segera kemasi barang-barangmu. Aku tidak mau kau dibunuh anak buah dharmapati kaca para."


"Baiklah tuan. Saya mohon perlindungan dari tuan."


"Ya, aku akan melindungimu."

__ADS_1


Patih Rangga Dewa berhasil melindungi salah satu wanita yang menjadi korban keserakahan Dharmapati Kaca Para. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Temukan jawabannya.


...***...


__ADS_2