PATIH RANGGA DEWA & PANGERAN KESAYANGAN

PATIH RANGGA DEWA & PANGERAN KESAYANGAN
CHAPTER 50


__ADS_3

...***...


Patih Rangga Dewa sedang berusaha menenangkan dirinya. Ia mengatur tenaga dalamnya, karena banyak tenaga dalam yang ia keluarkan saat menggunakan pedang Roh suci. Pedang Roh suci yang diberikan oleh orang yang penting baginya untuk menekan kekuatan jahat yang ada di dalam tubuhnya. Tapi sepertinya pangeran Brama Adijaya ingin membangkitkan kekuatan jahat itu dari dalam tubuhnya.


"Uhuk!." Ia sedikit terbatuk, dadanya terasa sesak. "Sial!. Si brama adijaya itu benar-benar kurang ajar!." Ia mengumpat kesal. "Karena bertarung dengannya. "Aku malah hampir kebablasan. Belati kecil miliknya itu seperti menyerap semua tenaga dalam ku. Jika aku tidak menggunakan pedang roh suci untuk menekan hasrat gilaku. Mungkin saja aku akan lepas kendali tadi." Ia menatap kedua telapak tangannya yang masih berbentuk manusia. Cukup sekali saja ketika itu ia berubah bentuk karena berhadapan dengan Duri Kosambi.


Meskipun kekuatan di dalam tubuhnya itu berbeda, sebisa mungkin ia tidak menggunakan jurus berbahaya itu dalam sebuah pertarungan besar. Saat itu matanya menangkap seseorang yang datang mendekatinya.


"Gusti patih." Duri Kosambi datang?. Ia mendekati Patih Rangga Dewa yang terlihat sedang kesakitan. "Bagaimana keadaan gusti Patih?. Apakah gusti patih baik-baik saja?." Ia melihat penampilan Patih Rangga Dewa yang berantakan. Ia mencoba untuk membantu Patih Rangga Dewa.


"Bawa aku ke lereng bukit naga. Aku ingin bertemu dengan guruku nyai lara janti. Aku ingin menekan kembali tenaga dalam yang sempat terpancing karena belati serap jiwa yang digunakan si bedebah brama adijaya." Matanya sayup-sayup menatap Duri Kosambi. Kepalanya terasa sakit, karena tenaga dalamnya semakin lama semakin berkurang.


"Sandika gusti prabu." Duri Kosambi segera menahan tubuh Patih Rangga Dewa yang terkulai lemah. Sepertinya ia tidak sadarkan diri.


"Terima kasih duri kosambi. Kau sangat bisa diandalkan sekali." Setelah berkata seperti itu, Patih Rangga Dewa benar-benar tidak sadarkan diri.


"Sepertinya gusti patih terpaksa menggunakan pedang Roh Suci untuk menekan kekuatannya." Duri Kosambi dapat merasakan tenaga dalam Patih Rangga Dewa yang berbeda. "Aku harus segera ke sana. Akan berbahaya jika dibiarkan." Duri Kosambi segera pergi dari sana. Ia harus segera menuju lereng bukit naga. Apakah yang akan terjadi pada Patih Rangga Dewa?. Kekuatan apa yang harus ia tekan?. Kenapa ia menekan kekuatan itu?. Temukan jawabannya.


...***...


Di Istana Kerajaan Trisakti Triguna. Malam harinya. Putri Rara Wulan, Pangeran Arya Fusena dan Pangeran Birawa Fusena saat ini sedang berada di pendopo istana. Mereka belum tidur, karena menunggu kedatangan Patih Rangga Dewa.


"Dayang rumi mengatakan jika paman Patih mengantar seorang pendekar wanita. Tapi kenapa belum juga pulang ke istana ya?." Putri Rara Wulan merasa heran. Mengapa pamannya itu belum juga kembali.


"Jangan-jangan paman patih masih betah bersama pendekar wanita itu. Dan paman Patih jatuh hati padanya?." Pangeran Birawa mencoba untuk menebak apa yang terjadi.


"Jadi paman Patih akhirnya akan memiliki istri?." Pangeran Arya Fusena malah ikutan menebak apa yang akan terjadi.


"Itu tidak mungkin." Tiba-tiba saja keempat dayang yang selalu bersama pangeran Arya Fusena malah ikutan membicarakan tentang Patih Rangga Dewa yang belum juga kembali.


"Kalian?." Pangeran Arya Fusena, Pangeran Birawa Fusena dan Putri Rara Wulan melihat keempat dayang tersebut berwajah muram.

__ADS_1


"Mohon ampun gusti pangeran, gusti ayu." Mereka memberi hormat pada mereka. "Rasanya tidak mungkin gusti patih mencintai wanita itu. Mereka kan baru saja bertemu dengan dengan wanita itu." Rumi merasa ragu.


"Kenapa?. Apa salahnya jika paman Patih menemukan seseorang yang ia cintai." Putri Rara sedikit heran. Apakah pamannya tidak pernah mencintai seorang wanita manapun?. Apa yang diinginkan Patih Rangga Dewa dalam masalah percintaan?. Apakah serumit itu masalah cinta yang dilalui pamannya?.


"Bukan seperti itu. Namun mereka yang berdekatan dengan gusti Patih akan bernasib malang, sehingga kami selalu berdoa sebelum menuju usia tua, gusti patih mendapatkan jodoh sesuai dengan keinginannya." Ia selalu membayangkan bagaimana jika Patih Rangga Dewa jatuh cinta pada seorang wanita.


"Betul itu. Nanti paman patih terlalu tua untuk menikah. Takutnya tidak ada seorang wanita yang mau dengannya." Putri Rara Wulan malah terkekeh kecil. Ia tidak bisa membayangkan, jika pamannya itu benar-benar menikah diusia yang sudah sangat matang.


"Yunda jangan berkata seperti itu. Kalau paman denger bagaimana?." Pangeran Arya Fusena meringis ngeri mendengarkan ucapan kakaknya. Ia takut kakaknya dimarahi oleh pamannya.


"Lalu bagaimana menurut kalian yang telah lama ikut dengan paman patih?." Pangeran Birawa Fusena merasa penasaran bagaimana dengan tanggapan dayang.


"Kalau hamba hanya sekali melihat hubungan gusti Patih dengan seseorang." Suri mengingat dengan jelas bagaimana hubungan Patih Rangga Dewa.


"Bukankah wanita yang datang bersama gusti Patih waktu itu adalah kekasihnya?." Rati teringat dengan wanita muslim yang ikut membantu kerajaan ini terbesar dari cengkraman tangan pendekar golongan hitam.


"Ya, kalau hamba ragu saja." Rumi kembali menghela nafasnya.


"Itu benar. Pasti akan berakhir seperti temannya waktu itu. Berakhir menyedihkan." Suri malah terkekeh kecil.


"Aku sudah cukup lama mengikuti gusti Patih. Beliau tidak mudah untuk jatuh cinta pada wanita hanya karena kebaikan yang ia berikan." Rumi pernah menyaksikan bagaimana Patih Rangga Dewa menyaksikan percintaan junjungannya itu.


"Semoga saja paman patih menemukan seseorang yang mencintainya dengan tulus." Itulah harapan dari Pangeran Birawa Fusena. Ia sangat simpati pada pamannya jika menyangkut masalah jodoh.


...***...


Di lereng bukit naga. Nyai Lara Janti, wanita setengah baya yang kini sedang mengobati Patih Rangga Dewa. Ia tidak menyangka jika muridnya itu akan kembali dalam keadaan seperti ini.


"Kurang ajar. Aku harus segera mengembalikan semua tenaga dalamnya dengan segera. Aku takut makhluk gaib yang ada di dalam tubuhnya akan bangkit, dan ia akan mengamuk." Nyai Lara Janti terus mengalirkan tenaga dalamnya ke seluruh tubuh Patih Rangga Dewa. Menekan beberapa titik yang bisa menjadi celah makhluk itu keluar dari tubuhnya.


"Aku harap kau bisa bertahan rangga dewa. Setidaknya dengan menggunakan pedang roh suci kau bisa menekan hasrat untuk menggunakan kekuatan berbahaya yang tersembunyi di dalam tubuhmu." Dalam hati Nyai Kara Janti terus berusaha untuk mengambilkan tenaga dalam Patih Rangga Dewa.

__ADS_1


"Tapi setidaknya, kau adalah orang hebat rangga dewa. Kau mampu mengendalikan dirimu dengan baik agar kau tidak menggunakan kekuatan yang kau miliki untuk membunuh orang lain." Di dalam kepanikan yang ia rasakan, ia merasa kagum dengan sikap Patih Rangga Dewa yang masih mengutamakan keselamatan dirinya, jika ia berani menggunakan kekuatan besar itu. "Nanti setelah kau sadar kembali, aku akan mengajarimu untuk mengikat kekuatan itu lebih kuat lagi. Aku tidak mau kau celaka rangga dewa." Perasaan yang ia rasakan bercampur aduk. Ia tidak tega jika melihat keadaan Patih Rangga Dewa seperti ini.


Sebenarnya kekuatan seperti apa yang tersembunyi di dalam tubuh Patih Rangga Dewa?. Sehingga Nyai Lara Janti terlihat panik seperti itu?. Sehingga ia tiada hentinya mengobati Patih Rangga Dewa ketika Duri Kosambi datang padanya. Apakah yang akan terjadi?. Temukan jawabannya.


...***...


Kembali ke Istana Kerajaan Trisakti Triguna.


Duri Kosambi melaporkan keadaan Patih Rangga Dewa pada Prabu Maharaja Sura Fusena. Karena ia tidak mau Prabu Maharaja Sura Fusena merasa cemas dengan keadaan adiknya.


"Hormat hamba gusti prabu." Duri Kosambi memberi hormat pada Prabu Maharaja Sura Fusena.


"Ada apa duri kosambi?. Bukankah kau orang kepercayaan dinda patih?. Tidak biasanya kau menemui ku?. Apakah ada hal penting yang ingin kau sampaikan padaku?." Itu karena tidak bisanya Duri Kosambi datang menemuinya.


"Mohon ampun gusti prabu. Hamba ingin menyampaikan, bahwa saat ini gusti patih sedang berada di lereng bukit naga." Duri Kosambi menekan perasaan gelisahnya dengan mencoba bersikap santai.


"Di lereng bukit naga?. Memangnya apa yang terjadi pada dinda patih?. Sehingga ia berada di sana?." Perasaan sang Prabu menjadi gelisah. "Apakah ia sedang berkunjung ke tempat nenek ratu lara janti?." Prabu Maharaja Sura Fusena mencoba berpikiran baik mengenai adiknya saat ini. Alasan mengapa adiknya sampai ke sana, di lereng bukit naga.


"Itu karena keadaan gusti Patih agak kacau. Setelah bertarung dengan seseorang yang mampu membangkitkan kekuatan ganas gusti patih." Dengan hati-hati Duri Kosambi menyampaikan kondisi Patih Rangga Dewa pada Prabu Maharaja Sura Fusena.


"Siapa?!. Katakan padaku dengan siapa dinda patih bertarung?!. Sehingga mampu membuatnya terdesak seperti itu?." Emosinya bergejolak. Karena ia juga mengetahui kekuatan ganas adiknya itu. "Kenapa bisa orang itu bisa mengetahui kekuatan jahat yang tersembunyi di dalam tubuh adikku, sehingga ia ingin sekali memancing keluar Naga Biru Liar itu?." Perasan hati Prabu Maharaja Sura Fusena menjadi sangat kacau.


"Kalau tidak salah. Gusti patih menyebutkan nama orang itu. Dia adalah brama adijaya." Jawab Duri Kosambi, sambil menundukkan wajahnya.


"Pangeran brama adijaya?!." Prabu Maharaja Sura Fusena sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Duri Kosambi. "Kenapa ia masih saja ingin mencari masalah dengan adikku!." Emosi Prabu Maharaja Sura Fusena semakin memuncak. "Lalu bagaimana dengan keadaannya saat ini?. Apakah adikku rangga dewa baik-baik saja?." Ia takut terjadi sesuatu pada adiknya.


"Untuk saat ini gusti patih sedang diobati oleh nyai lara janti. Semoga saja keadaan baik-baik saja gusti prabu. Hamba meninggalkan gusti patih bersama nyai lara janti yang sedang mengobati gusti patih." Balas Duri Kosambi. Ia melihat perubahan raut wajah Prabu Maharaja Sura Fusena.


"Huuffh." Prabu Maharaja Sura Fusena menghela nafasnya. "Akan aku kirim surat ke kerajaan betung emas. Dan aku perintahkan kau untuk mengantarnya duri kosambi." Prabu Maharaja Sura Fusena memerintahkan Duri Kosambi. "Aku hanya ingin memastikan, jika kanda dewata sangara bisa menjemput adiknya yang kurang ajar itu." Suasana hatinya sangat tidak nyaman sama sekali. Ia berharap akan ada respon baik nantinya.


"Hamba gusti prabu." Duri Kosambi memberi hormat pada Prabu Maharaja Sura Fusena, bahwa ia akan melakukan tugas apapun yang diberikan sang Prabu padanya.

__ADS_1


"Ini sungguh tidak bisa dibiarkan begitu saja. Aku tidak akan mengampuni siapa saja yang telah mengusik dinda latih." Prabu Maharaja Sura Fusena tidak terima dengan apa yang terjadi. Karena Prabu Dewata Sangara telah melanggar janjinya. Bahwa adiknya tidak akan mengganggu Patih Rangga Dewa. Namun apa yang terjadi setelah 10 tahun berlalu?. Apakah yang akan terjadi?. Temukan jawabannya.


...***...


__ADS_2