PATIH RANGGA DEWA & PANGERAN KESAYANGAN

PATIH RANGGA DEWA & PANGERAN KESAYANGAN
CHAPTER 25


__ADS_3

...***...


Saat ini Patih Rangga Dewa sedang berbicara dengan Prabu Maharaja Sura Fusena mengenai masalah yang terjadi. Masalah yang membuat hubungan mereka renggang.


"Maaf sebelumnya kanda prabu. Jika masalah yang terjadi, membuat kanda prabu tanpa pikir panjang menghajarku." Rasanya sangat sedih mengingat bagaimana Prabu Maharaja Sura Fusena menghajar dirinya waktu itu. "Aku tahu kanda sedang bersedih setelah dikhianati oleh selir triwulan prayatma. Tetapi kanda prabu harus mencari tahu kebenarannya terlabih dahulu."


"Maafkan aku dinda patih. Karena kesedihan yang aku alami, aku justru malah menyerangmu. Maafkan aku."


Patih Rangga Dewa menghela nafasnya dengan beratnya. "Kanda prabu juga harus minta maaf pada putra kanda sendiri, pangeran arya."


"Putraku nanda pangeran arya. Apakah keadaannya baik-baik saja dinda." Hatinya sangat gelisah karena teringat sesuatu. Jika dirinya telah menyerang anaknya yang sama sekali tidak mengetahui apa masalahnya. "Oh dewata agung, aku sangat berdosa sekali pada putraku."


"Untuk saat ini keadaannya sedang trauma kanda prabu. Yunda dewi sedang menemani nanda pangeran arya di biliknya."


"Setelah ini aku akan menemui mereka, dan meminta maaf pada mereka."


"Ya. Itu harus kanda prabu."


Prabu Maharaja Sura Fusena merasa gundah, merasa bodoh hanya karena apa yang telah terjadi. Ia menyesal karena telah bersikap kurang berkenan dihadapan anak serta adiknya. Tapi ada perasaan penasaran, mengapa fitnah itu bisa tersebar?.


"Bagaimana dinda bisa mengetahui jika mereka adalah pelakunya?. Tapi mengapa mereka melakukan itu?."


"Aku meminta bantuan pada orang-orang kepercayaannya ku kanda prabu. Mereka telah mengumpulkan semua bukti-bukti yang memang mengarah pada mereka bertiga kanda prabu." Patih Rangga Dewa menatap serius pada Prabu Maharaja Sura Fusena. "Mereka dendam padaku, karena aku menangkap basah Dharmapati Tara Depati yang berselingkuh dengan, dengan seorang penari rumah sanggar tari kanda prabu."


"Tapi bagaimana bisa kau melakukan itu dinda patih?. Apakah itu masalah pribadi?."


"Memang itu masalah pribadi kanda prabu. Akan tetapi, nyai marsinah datang padaku saat itu mengadu, jika ia tidak tahan lagi dengan kelakukan suaminya dharmapati tara depati"


"Jadi kau menyelidikinya?. Dan menangkap basah ia sedang bermain api dengan seorang wanita?."


"Kira-kira seperti itulah kanda prabu. Walaupun awalnya aku menolak, tapi nyai marsinah sangat memohon sambil menangis. Sehingga aku tidak tega membiarkan seorang wanita malang menanggung beban seroang diri." Patih Rangga Dewa mengingat apa yang terjadi pada hari itu. Kejadian yang cukup memalukan untuk disaksikan oleh semua orang yang ada di sana.

__ADS_1


Kembali ke masa itu.


Patih Rangga Dewa baru saja hendak meninggalkan halaman istana. Namun tiba-tiba ada seorang wanita berlari ke arahnya sambil menangis terisak. Begitu ia berada di depan Patih Rangga Dewa, ia bersujud bersimpuh. Tentu saja Patih Rangga Dewa merasa heran dengan apa yang ia lihat.


"Nyai marsinah?. Benarkah ini nyai marsinah?."


"Hamba gusti patih. Hamba nyai marsinah." Ia menangis terisak sambil menyebut namanya.


"Apa yang terjadi nyai?. Mengapa keadaan nyai kacau begini?. Lalu mengapa nyai menangis?."


"Kanda dharmapati gusti. Kanda dharmapati telah berbuat serong gusti. Dan bahkan dia membuat hamba menderita. Hamba tidak kuasa lagi menahan rasa sakit yang ia berikan gusti patih."


"Serong?. Wanita cantik seperti nyai?. Dia malah masih serong?." Heran, itulah yang ada di dalam pikiran Patih Rangga Dewa.


"Katanya hamba, sudah tidak menarik lagi gusti patih. Sehingga ia bermain serong dibelakang hamba."


"Apa hanya karena itu penyebabnya?."


"Dia menyebutkan kesalahan di masa lalu hamba gusti Patih. Rasanya sangat sedih sekali." Ia masih menangis sedih, karena tidak tahu harus berbuat apa. "Tolong hamba gusti Patih. Tolong tegur kanda dharmapati agar tidak bersikap kasar pada hamba gusti patih."


"Jika bukan pada gusti Patih, hamba tidak tahu harus meminta tolong pada siapa. Hamba tidak memiliki siapapun yang bisa membela hamba gusti. Sebagai rakyat dari kerajaan trisakti triguna, hamba sangat memohon perlindungan gusti patih." Nyai Marsinah menangis terisak, karena ia sudah tidak sanggup lagi untuk menahan kesedihan yang ia alami.


Tentunya Patih Rangga Dewa tidak tega melihat itu. Ia menghela nafasnya dengan pelan. "Baiklah nyai. Aku akan membantumu. Apakah nyai mengetahui dimana suami nyai berada sekarang?." Walaupun agak berat, namun ia harus mencobanya.


"Hamba mengetahui ia berada dimana gusti."


"Kalau begitu antarkan aku ke sana. Mari kita tangkap dia bersama-sama."


"Oh terima kasih atas kebaikan gusti patih. Kalau begitu mari iku gusti." Nyai Marsinah bangkit, menghapus air matanya. "Mari ikuti hamba gusti Patih." Nyai Marsinah mempersilahkan Patih Rangga Dewa untuk ikut, karena dia yang mengetahui dimana Dharmapati Tara Depati saat ini berada.


Kembali ke masa ini.

__ADS_1


"Begitulah kanda prabu. Namun setelah itu aku menyelidikinya, mencari tahu kebenarannya. Memang dharmapati telah bermain serong. Bahkan ketika ditangkap, ia sedang melakukan itu." Agak sedikit susah ia menjelaskan, namun Prabu Maharaja Sura Fusena mengerti apa yang ingin dikatakan adiknya.


"Dendam, sehingga membuatnya menyebabkan fitnah tentang dirimu dinda. Sepertinya ancaman selalu datang padamu."


"Mau bagaimana lagi kanda prabu. Itu sudah sangat lama mereka membenci ku. Sejak pertama kali aku menangkap beberapa petinggi istana yang ketahuan menyalahkan kekuasaan untuk memeras harta rakyat. Bahkan sampai saat ini."


"Ya. Kau benar dinda. Aku saja yang bodoh tidak bisa menerima penjelasan darimu, dan malah memukulmu."


"Aku harap setelah ini kita harus waspada kanda prabu. Aku takut, semakin banyak orang yang mengincar diriku. Maka mereka semua juga akan menarik yang lainnya."


"Kita harus waspada dinda patih. Jangan sampai mereka mengadu kita. Aku akan menghukum mereka semua yang telah membuat aku hampir saja membunuhmu dinda patih."


"Kanda benar. Kita tidak boleh lengah. Karena itulah, kita harus menguatkan kepercayaan satu sama lain."


"Tentu saja kanda prabu."


Namun setidaknya masalah ini bisa diselesaikan dengan baik. Hanya waktu yang bisa memberikan jawaban. Apakah mereka masih bisa bersama terus?. Temukan jawabannya.


***


Sementara itu. Pangeran Birawa Fusena dan Putri Rara Wulan saat ini sedang latihan bersama. Karena menunggu bagi keduanya adalah hal yang membosankan. Mereka saling menyerang, kadang saling menangkis serangan yang datang ke arah mereka. Terus berlatih, dan hingga akhirnya keduanya mengatur tenaga dalam mereka agar kembali normal.


"Hebat. Sangat luar biasa sekali kanda. Sungguh sangat mengesankan."


"Kalau dinda mahir menggunakan jurus itu, aku yakin dinda bisa mengembangkan jurus itu."


"Aku akan berusaha sekuat tenaga mempelajari jurus itu kanda."


"Bagus, dinda harus kuat dari siapapun juga."


"Aku akan mencobanya kanda."

__ADS_1


"Oh itu lebih baik." Pangeran Birawa merasa kagum dengan kepandaian yang dimiliki adiknya. Apakah yang akan terjadi?. Temukan jawabannya.


...***...


__ADS_2