Perjodohan Arini

Perjodohan Arini
Ketahuan


__ADS_3

Di Jakarta Andre masih bingung harus kemana mencari Arini. Tak banyak yang dikenalnya yang berhubungan dengan Arini.


"Pak Andre sedang bingung?" Gery melihat bosnya dari sejak pagi banyak melamun.


"Ger.. bisa tolongin gue gak nyariin istri gue?" Andre melihat Gery berharap asistennya bisa menolongnya.


"Pak Andre sudah mencari kemana saja?" Gery menyimak.


"Aku sih baru ke rumah mertua, tapi mertua juga kayanya gak tahu istri pergi. Dari tempat kerjanya juga dia keluar. Jadi bingung pergi kemana kira-kira?" Andre tak bisa menebak kemana Arini pergi.


"Apa kita sewa orang aja pak buat menyelidiki? Kalau bapak lapor ke polisi nanti bos besar pastinya tahu." Jawab Gery yang sudah pasti tahu permasalahan yang sedang menimpa bosnya itu.


"Ya sudah kamu cari orang yang kira-kira bisa mencari istri gue dengan cepat." Andre menemukan solusi untuk mencari Arini.


Mmmm... giliran ilang dicariin. Giliran ada dicuekin


Gery bergumam dalam hati menyikapi sikap bosnya yang arogan. Belum sempat dia keluar dari ruangan pintu ruangan Andre dibuka tanpa permisi.


"Eh tuan Irfan." Gery memberi hormat pada tuan besar sang bos besar.


"Mmm." Jawab tuan Irfan.


"Dad.. " Andre semu keget melihat ayahnya datang ke ruangannya.


"Kalian berdua duduk!" Tuan Irfan menginterupsi. Suara yang ngebass membuat para bawahan memang takut dibuatnya. Jika sudah berhadapan dengannya biasa ada masalah besar yang terjadi. Siap-siap semprotan dan mental baja jika sudah berhadapan dengan tuan besar Irfan.


Gery dan Andre menurut patuh di kursi sofa.

__ADS_1


Brakk


Tuan Irfan menjatuhkan beberapa dokumen ke atas meja dengan hentakan keras. Andre dan Gery terhenyak kaget, hampir saja jantungnya berpindah tempat.


"Apa kalian sekongkol??!" Sorot matanya begitu menusuk tajam melihat Andre lalu beralih pada Gery.


"Kenapa diam?! Apa maksudnya kalian mengalihkan aset dan dana besar-besaran perusahaan? Kalian mau korupsi di perusahaan sendiri? Gak cukup bagi kamu apa yang daddy beri ke kamu?"


Gery mengernyitkan dahi tak mengerti apa yang sedang dibicarakan tuan Irfan.


Korupsi? Pengalihan dana besar-besaran? Maksdnya? Apa pak Andre yang melakukannya? Kok aku tak tahu?


Gery melirik pada Andre yang sedang menunduk.


"Jawab!!!" Bentakan tuan Irfan sampai membuat kaget sekertaris yang berada di luar ruangan.


"Baca!! Kamu sebagai asisten masa tidak tahu apa yang dilakukan Andre. Kecuali kamu sekongkol." Mata tuan Irfan merah menahan marah. Dia tak menyangka bahwa ada pengalihan dana besar-besaran dan aset perusahaan ke rekening asing. Dan itu sungguh membuat tuan Irfan marah besar.


Gery mengambil berkas dokumen yang ada di meja lalu dibacanya dengan teliti. Dia sangat kaget melihat ada pencairan beberapa dana di beberapa bank mengatasnamakan perusahaan dan dialihkan ke rekening yang dia sendiri tidak tahu kapan dan siapa yang melakukan pekerjaan itu.


"Maaf tuan, saya belum tahu tentang hal ini. Bahkan saya baru tahu sekarang tuan." Gery jujur dia sangat kaget melihat dana cadangan perusahaan beralih begitu saja dari beberapa rekening ke rekening baru yang dia kenal itu adalah rekening Andre dan dirinya.


"Mustahil kalian tidak tahu. Sekarang juga kembalikan dana itu atau kalian berdua meringkuk di penjara." Ancam tuan Irfan pada keduanya. Ancaman tuan Irfan tidak pernah main-main. Dia yang terkenal tegas sangat ditakuti oleh siapapun termasuk Andre sebagai putranya sendiri.


"Benar tuan Irfan, saya tidak menahu tentang hal itu. Saya akan mengembalikan dana yang telah masuk ke dalam rekening saya. Dan terus terang rekening itu seperti baru dibuat. Karena rekening saya yang lama bukan di Bank tersebut. Jadi saya tidak tahu siapa yang membuat rekening itu." Gery sangat ketakutan karena tiba-tiba ada rekening baru atas nama dirinya.


"Kamu?! Kenapa diam saja? Apa tujuan kamu berbuat semua itu?" Sorot mata tajamnya beralih mendakwa Andre.

__ADS_1


Kring


Kring


Kring


Belum sempat Andre menjawab, suara panggilan masuk di handphone tuan Irfan.


"Halo sayang.. " Suaranya tiba-tiba berubah dari marah langsung lemah lembut begitu dia tahu siapa yang menelponnya.


"Ayang dimana? Aku tadi ke kantor mu tadi tidak ada." Suara di seberang telepon begitu manja terdengar di telinga tuan Irfan.


"Mmm.. aku sedang di kantor Andre sayang.. Ada apa?" Tanya tuan Irfan menanyakan maksud dari kedatangan istrinya ke kantor. Sepasang suami istri ini selalu romantis walau usianya sudah tidak muda lagi.


"Mmm.. ayang.. aku tadi sudah datang ke rumah sakit dimana menantu kita bekerja, tapi.. katanya menantu kita sudah tidak bekerja di sana. Terus mama langsung ke apartemen anak kita, kok gak ada siapa-siapa. Telepon menantu kita pun tidak aktif. Sebenarnya apa yang sedang terjadi dengan mereka? Apa. mungkin menantu kita kabur? Soalnya mama sudah telepon besan kita, dia pun tidak tahu menahu soal menantu kita." Lapor mamanya Andre pada sang suaminya.


"Oke sayang.. nanti aku sambung. Aku akan tanyakan sama anak kita, dimana keberadaan menantu kita." Sorot mata kemarahan kembali terpancar pada Andre seakan tuan Irfan mempunyai jawaban atas semua masalah yang sedang terjadi. Dia segera mematikan telepon dan kembali fokus mendakwa putranya.


"Hhh... dasar bodoh! Apa ini tujuan kamu hah??? Mengalihkan semua kekayaan ku atas nama kamu, agar kamu bisa kawin dengan wanita murahan itu? Jangan harap kamu membawa sepeser pun uang dariku jika kamu ingin menikahi dia."


"Sekarang katakan dimana Arini? Kamu sudah mengusirnya atau sudah membunuhnya?" Tuan Irfan sangat marah sekali melihat sikap Andre yang menjadi seorang penjahat demi menikahi wanita murahan seperti Renata.


"Jawab!!!" Bentak tuan Irfan.


"Aku tak tahu." Jawab Andre.


"Tidak tahu?? Katakan apa yang terjadi dengan Arini? Kalau tidak sekarang juga kamu masuk penjara. Daddy rasa tak berguna punya anak seperti kamu! Sudah disekolahkan tinggi-tinggi tapi bodohnya masih saja tetap seperti orang yang tidak pernah sekolah. Bahkan akhlak kamu jadi lebih buruk sejak bergaul dengan wanita murahan itu. Makanya kenapa daddy menjodohkan dengan Arini, karena daddy tahu kamu terlalu bodoh. Kalau kamu pintar tak mungkin memilih dia sebagai istrimu. Sekarang juga kamu berhenti bekerja dan cari Arini. Kalau tidak jangan harap daddy bisa maafin kesalahan kamu!"

__ADS_1


"Kamu Gery! Sebagai asisten kamu gak becus ngawasin Andre. Sekarang juga selesaikan semua masalah ini! Kalau tidak, kamu sama Andre meringkuk di penjara. Karena kamu berdua sudah sekongkol buat menghancurkan perusahaan. Aku tidak tahu darimana asal ide jahat ini datang."


__ADS_2