Perjodohan Arini

Perjodohan Arini
Tanggung jawab


__ADS_3

"Ya ampun.. kamu menyeramkan juga ternyata." Andre menggelengkan kepala. Arini sedang memeriksa badan Andre dengan stetoskop nya dengan tenang. Sedangkan Andre malah merasa deg-degan dengan jari-jari Arini yang terus beralih-alih memindahkan alat itu di bagian tubuhnya.


"Sepertinya kamu terkena asam lambung. Kamu hanya perlu berpikir jernih juga baik, agar asam lambung kamu tidak naik." Setelah Arini memeriksa Andre, dia menyimpulkan bahwa Andre mengalami stress dan menyebabkan asam lambungnya naik. Andre merasa dadanya jadi terasa sesak dan kepalanya sedikit pusing akibat asam lambungnya naik. Padahal sebelumnya dia tidak mempunyai penyakit itu.


"Sejak kapan kalian saling mengenal?" Andre menahan tangan Arini.


"Maksudmu?" Arini mengerutkan dahi.


"Edward itu playboy. Sudah tak terhitung berapa banyak dia tidur dengan wanita. Aku takut kamu terperangkap dalam rayuannya." Ucap Andre sambil mengancingkan kembali kemeja kotak-kotak nya.


"Memangnya aku mau ditiduri gratisan? Dengan suami sendiri saja aku belum pernah. Apalagi dengan orang asing. Jangan samakan kelakuan kamu yang kaya gitu dengan aku! Aku hanya kenal sebatas profesionalisme sebagai dokter." Jawab Arini tegas. Sejak dulu Arini tak pernah terlibat pergaulan bebas.


"Mmm." Andre malu dikatakan seperti itu oleh Arini. Apalagi keburukannya sudah diketahui oleh Arini didepan mata.


"Sudahlah. Aku masih ada urusan." Arini tak mau terlibat banyak bicara dengan Andre. Dia tidak terbiasa banyak berdebat yang menurutnya itu membuang-buang energi positifnya.


"Tebuslah obat ini di apotik!" Arini menyodorkan secarik kertas pada Andre.


"Mmm. Tadi aku sudah janji akan mengantarkan kamu memeriksakan tanganmu itu." Andre merasa mempunyai janji yang belum terpenuhi pada Arini akan mengantarkannya untuk memeriksakan cedera tangannya.


"Gak usah. Tadi aku sudah memeriksakannya." Arini tadi tidak sengaja bertemu dengan dokter ortopedi di ruang direktur ketika pertama masuk ke rumah sakit. Jadi sebelum bertemu Edward dia sudah memeriksakan dirinya terlebih dahulu.

__ADS_1


"Bener?" Tanya Andre tidak percaya. Andre. menaikkan kedua alisnya untuk memastikan perkataan Arini.


"Kalau bohong mau apa?" Arini duduk di kursi kebesaran nya dengan melihat pada Andre.


"Ya.. sudah. Aku hanya menawarkan saja, bukan mau memaksa." Ucap Andre sambil berdiri akan meninggalkan ruangan Arini.


"Oh ya.. kapan kamu mau pulang? Nanti aku jemput. Hari ini kita pulang ke apartemen." Tanya Andre sambil berdiri belum melangkah pergi. Di sisi lain selama dia menyandang sebagai suami, dia ingin bertanggung jawab seperti layaknya seorang suami. Tapi Andre terkadang lupa jika sudah dihadapkan dengan Renata. Jika sudah bertemu perempuan itu semuanya terhipnotis. Dia seolah mempunyai kepribadian ganda.


"Mmm.. tidak tahu. Tapi aku tak mau pulang ke sana. Toh sebentar lagi pernikahan kita akan expired. Mau apa tinggal berlama-lama di sana?" Jawab Arini agak sinis. Semula Arini ingin memperbaiki hubungan pernikahannya dengan Andre, tapi hatinya sering berubah seiring dengan sikap Andre yang menyakitinya.


"Ya sudah.. kalau kamu maunya begitu. Aku nanti akan pulang ke rumahmu." Andre tidak mau membiarkan Arini jatuh dalam perangkap Edward meski suatu hari pernikahannya harus kandas dia tetap harus mengawasi dan menjaganya agar tidak jatuh pada pria yang salah.


Dia tahu betul kelakuan sepupunya itu yang sering bergonta-ganti wanita. Dia pandai sekali untuk merayu juga membuat perempuan manapun bisa bertekuk lutut di hadapannya. Dan Andre mencemaskan Arini yang belum pernah pengalaman akan dunia laki-laki.


Arini tak bisa berbuat apapun saat ini. Selain bertahan untuk sementara, dia pun harus bisa mempertahan dirinya dari Andre. Dia tak ingin menjadi pelampiasan nafsunya saja. Tapi Arini ingin komitmen yang jelas dari Andre akan status pernikahannya ini. Jika dia sudah mengucap kata talak, berarti talak itu akan jatuh pada waktunya. Itulah kenapa seorang laki-laki harus berhati-hati dalam berkata. Karena jika salah, maka nasib pernikahannya akan diujung tanduk gara-gara ucap lidah yang keluar dari seorang laki-laki terhadap perempuan.


*******


Di lain tempat


Seorang wanita dengan baju yang begitu menempel di badan sedang berjalan di area lorong apartemen Andre. Baju blus hitam dengan belahan dada yang lumayan bawah sehingga menonjolkan bagian dadanya, membuat laki-laki manapun akan tergiur dibuatnya. Tadi dia sudah datang ke kantornya, tapi tak bisa menemukan Andre di ruangannya. Dia tak lain adalah Renata.

__ADS_1


Sudah hampir tiga minggu ini dia tak bisa bertemu Andre. Makanya dia bertekad ingin menemuinya di kantor. Setelah tak mendapatinya di kantor Renata langsung memacu mobilnya menuju apartemen Andre. Karena dia menyangka Andre sedang berada di apartemennya.


Beberapa kali dia menekan tombol belt di depan pintu apartemen tapi tidak juga mendapatkan sambutan.


"Kemana tuh orang? Di telpon susah banget ngangkat. Didatangi juga malah mabur." Renata menggerutu.


Dia kembali mengambil handphonenya dan menelpon Andre.


"Ish.. dia mau lari dari tanggung jawab apa?" Renata semakin kesal tak mendapati Andre di apartemen juga susahnya dihubungi.


"Apa aku datang saja ke rumahnya? Masa bodo kalau orang tua Andre akan marah. Habis dia malah ngumpet begini." Ucap Renata menemukan ide yang mungkin saja akan membuat kejadian yang akan menghebohkan.


Renata segera membalikkan badan hendak meninggalkan apartemen Andre. Dia bertekad akan menemui Andre di rumah orang tuanya. Dia tak peduli jika dia akan dipandang sebelah mata atau bahkan orang tua Andre akan mencemoohkan nya. Yang penting saat ini dia harus mencari Andre guna bertanggungjawab terhadap dirinya.


Mobil yang dikendarai Renata lumayan kencang. Sepanjang jalan perasaannya tidak tenang. Dia sedang menyusun strategi bagaimana dia berhasil meluluhkan Andre juga keluarganya agar bisa berpihak padanya. Sejak awal Renata sudah merasa nyaman bersama Andre. Karena secara ekonomi Andre selalu memanjakannya dan secara masa depan Andre mempunyai masa depan yang bagus. Karena dia satu-satunya pewaris perusahaan yang dimiliki ayahnya saat ini.


Tak lama kemudian Renata sampai di depan sebuah rumah mewah yang berpagarkan tembok tinggi yang dipenuhi CCTV.


Renata menarik nafas untuk menyiapkan dirinya bertemu calon mertuanya juga Andre di rumah mewah itu. Ada seringai licik di wajah Renata. Dia melihat rumah mewah itu yang mungkin selanjutnya dia akan menjadi nyonya dari rumah itu.


Setelah dirasa mentalnya siap. Renata turun dari mobil dan melangkah dengan penuh percaya diri menuju gerbang rumah itu.

__ADS_1


"Maaf.. pak. Saya mau bertemu Andre." Ucap Renata begitu sampai di depan pos security.


"Nona siapa? Apa sudah mempunyai janji bertemu dengan tuan Andre?" Tanya sang security tak lantas mengabulkan permintaan dari wanita seksi yang diyakini itu adalah temannya Andre.


__ADS_2