Perjodohan Arini

Perjodohan Arini
Maafkan


__ADS_3

"Ta, lepasin!" Andre mengulangi perintah pada Renata agar melepaskan kotak perhiasan yang diambil dari Arini.


"Tidak! Aku juga menginginkan yang seperti ini juga. Dia dapat, kenapa aku tidak?" Renata menatap nyalang pada Andre. Andre memalingkan wajah frustasi sambil memegang kepalanya. Andre maupun ibunya memang tidak membelikan perhiasan mahal untuk mas kawin Renata, dikarenakan keuangan Andre yang memang tidak ada. Hasil penjualan barang-barang branded milik Andre memang tidak memadai untuk membeli perhiasan yang harganya bisa mencapai ratusan juta.


"Ambilah!" Arini berdiri tak mau memperebutkan sesuatu yang akan menambah masalah. Dia menggeret koper nya melangkah keluar dari kamarnya.


Andre langsung merebut kotak perhiasan dari Renata dan menyusul Arini.


"Hei.. " Renata berteriak pada Andre tidak menerima sikapnya yang memperlakukan dirinya kasar.


Andre menarik tangan Arini. "Ambil! Ini milikmu! Aku tidak akan mengambil apa yang seharusnya menjadi milikmu!" Andre memberikan kotak perhiasan itu pada tangan Arini.


"Ambillah! Kekasihmu lebih membutuhkannya." Arini mengembalikannya pada tangan Andre.


"Tidak. Ini milikmu! Meski aku miskin aku tak mau mengemis padamu." Andre mengembalikan barang milik Arini yang dulu pernah diberikan ibunya sebagai hadiah pernikahan. Andre merasa malu jika harus merampas barang milik Arini. Dalam hati kecilnya dia tak tega memperlakukan Arini seperti itu. Tapi apa boleh buat, masalah dengan Arini pun suatu saat harus diselesaikan.


"Baiklah. Aku pergi dulu! Selamat bertemu di pengadilan." Arini pura-pura tegar menghadapi kenyataan yang begitu menyakitkan ini. Tak ada gunanya marah ataupun berontak. Untuk apalagi mempertahankan pernikahan yang sudah terpecah seperti itu.


"Rin.. " Andre menggantung kalimat.


Arini menoleh ke arah Andre.


"Hati-hati!" Ucap Andre dengan tatapan sedih.


Percuma kamu mengatakan itu sekarang. Hati-hati atau tidak, apa pedulimu?


Arini meggerutu dalam hati.


Lain Arini lain Andre. Ada rasa yang tertinggal dalam lubuk hati Andre.

__ADS_1


Maafkan aku Arini. Aku tak bermaksud menyakitimu. Ingin sekali aku berpisah denganmu dengan cara baik. Tapi aku selalu terlambat.


Andre berbicara sendiri.


Arini akhirnya meninggalkan apartemen Andre dengan hati yang sedih. Kesal, sedih juga marah seakan menyatu. Tapi Arini tidak bisa melampiaskannya langsung pada Andre. Cukup nasibnya yang tidak beruntung. Tapi dia tak mau menambah masalah dalam kerumitan pernikahannya.


Sepeninggal Arini, Andre bersama Renata bertengkar lumayan alot. Renata tidak terima diperlakukan kasar di hadapan Arini oleh Andre. Semua yang diterima Renata tidak sebanding dengan apa yang telah diberikannya pada Arini. Renata menuntut lebih pada Andre mengenai pemberiannya.


"Kamu sabar dong Ta! Aku akan kasih kamu lebih tapi tolong mengerti posisi aku sekarang." Pinta Andre pada Renata.


"Tau bakal begini aku gak mau menikah sama kamu!" Renata melipat tangannya di dada merasa menyesal karena telah menikahi Andre yang keadaannya tidak sama lagi dengan dahulu. Renata biasa dimanjakan dengan kekayaannya sekarang baru terasa kalau Andre sedang kekurangan. Melihat perhiasan yang dimiliki Arini hatinya menjadi panas. Seumur dia dekat dengan Andre belum pernah Renata memiliki perhiasan semahal yang dimiliki oleh Arini.


"Kenapa kamu menyesal?" Andre menatap Renata telinganya terasa sakit ketika Renata mengatakan penyesalan, hatinya terasa kesal melihat sikap Renata yang seperti itu. Pernikahannya dengan Renata tidak seindah apa yang dibayangkannya. Ternyata keluar juga kata menyesal dari bibir Renata akan pernikahannya sekarang. Padahal dulu keduanya sangat mendamba untuk bisa menyatu dalam sebuah ikatan pernikahan.


"Iya. Aku menyesal dikira dengan menikah denganmu aku akan hidup senang. Malah aku mendapatkan sisa dari dia. Kenapa dia bisa mendapatkan lebih, aku tidak." Renata mengeluarkan air mata merasa bersedih karena mendapatkan perlakuan berbeda dengan Arini.


Andre mendekati Renata lalu memeluknya. "Maafkan..aku belum bisa memberikan yang terbaik sama kamu. Aku mohon kamu bisa bersabar! Aku ingin hidup bahagia bersama kamu. Jadi jangan pergi dariku!" Andre memeluk erat Renata dengan penuh harap. Renata membalas memeluk Andre. Dia menjatuhkan kepalanya di bahu Andre. Drama romantis sedang berlangsung setelah barusan bertengkar.


"Sekarang kamu istirahat! Kamu pasti capek sayang.. " Andre melepaskan pelukannya menuntun Renata duduk di sofa.


"Aku lapar.. " Ucap Renata manja.


"Baik aku masakin kamu ya!" Ucap Andre hendak berdiri.


"Gak mau. Aku ingin makan di restoran." Renata yang terbiasa makan enak tak mau makan di apartemen.


"Oke. Kalau begitu kita mandi dulu ya! Habis mandi kita ke luar." Andre mengikuti keinginan Renata meski sekarang keuangannya memang tipis.


Renata mengangguk.

__ADS_1


"Kita mandi bareng saja biar gak lama." Ajak Andre memberikan ide.


"Ah.. sendiri-sendiri saja! Nanti kamu malah minta jatah, lalu jadi lama." Tolak Renata tak mau menerima ajakan Andre yang memang sepertinya modus mengajak mandi bersama.


"Mmm.. ga pa-pa. Aku masih kangen.. Jadi kita bisa main lagi sambil mandi. Gak bakal lama kok!" Pinta Andre yang sedang merasakan manis-manisnya merengguk madu pernikahan.


"Gak ah.. aku capek." Tolak Renata yang memang badannya mudah lelah sejak kehamilannya.


"Ya udah.. kalau begitu aku mandi di kamar sana, kamu boleh mandi di kamar kita." Andre mengalah tidak meneruskan keinginannya.


"Mmm." Renata pun melepaskan tangannya dari pinggang Andre.


Cup


Andre mengecup sekilas bibir Renata. Sepertinya dia tidak bisa lepas dari Renata. Pengaruh kenikmatan yang sudah dia cicipi begitu menempel sampai ingatan Andre selalu terikat dengan hal itu. Dia ingin terus mencoba dan mencoba lagi.


"Sudah ah. Nanti acara mandinya gak jadi." Renata memajukan bibirnya protes. Dia tak mau Andre mengulang aksi panasnya sekarang. Badannya terasa lelah dan pegal.


"Iya.. iya sayang. Tapi nanti malam lagi ya?" Andre meminta jatahnya lagi tanpa malu. Dia lebih berani karena sekarang ikatan antara dirinya dan Renata sudah sah dan tidak ada penghalang apapun.


"Iya gimana nanti saja!" Ucap Renata membalikkan tubuhnya meninggalkan Andre.


Andre tersenyum senang. Sejenak dia melupakan masalahnya dan hanya ingin bersenang-senang dengan Renata. Itu adalah vitamin bagi tubuh dan pikirannya untuk kembali beraktivitas. Rasanya begitu menggiurkan dan bisa melupakan semua masalah yang kini sedang dihadapinya.


Setelah melihat Renata masuk ke dalam kamarnya, Andre pun melangkah menuju kamar bekas Arini.


Aura kamar Arini begitu berbeda dengan kamarnya. Ada rasa damai juga tenang di kamar itu. Andre yang baru saja masuk ke kamar bekas Arini tak lantas masuk ke kamar mandi melainkan duduk di kasurnya dan malah membaringkan tubuhnya terlentang. Wangi khas Arini masih tercium jelas di kamar itu. Andre memejamkan mata lalu menarik nafas dan mengeluarkannya.


Maafkan aku Arini

__ADS_1


Ucapnya lirih.


__ADS_2