Perjodohan Arini

Perjodohan Arini
Kecewa


__ADS_3

Plakkk


Tamparan yang cukup kuat mendarat di pipi Andre. Badan Andre terhuyung ke samping karena tak menyangka bahwa ayahnya akan menampar sekeras itu.


Andre memegangi pipinya yang terasa panas juga nyeri. Sudut bibirnya mengeluarkan darah begitu juga hidungnya. Ada lelehan yang terasa geli melewati bibirnya. Andre segera menyeka dengan baju kemejanya. Ternyata darah segar keluar dari lubang hidungnya.


"Papa gak habis pikir sama kelakuan kamu Andre. Bagaimana papa sama mama akan bicara dengan Arini juga umi tentang kelakuan bejat kamu. Apalagi kamu sudah menghamili perempuan itu. Apa ini yang kamu harapkan Andre? Papa dan mama dibuat malu sama kelakuan kamu." Ayahnya Andre duduk di kursi kerjanya sambil memegang pelipisnya yang terasa nyeri.


Andre hanya tertunduk. Dia tidak tahu kalau Renata akhirnya hamil. Tadi dia beberapa kali menelpon, tapi Andre tidak bisa mengangkatnya karena sedang meeting. Baru setelah dia keluar ayahnya menelpon agar datang ke rumahnya guna mempertanggung jawabkan hasil perbuatannya.


"Papa ingin tahu, sekarang apa rencanamu hah?" Mata ayahnya menyorot tajam melihat Andre.


"Andre akan menceraikan Arini pa. Kita sudah sepakat dalam waktu satu bulan ini kita akan bercerai." Ucap Andre tak mempunyai pilihan lain selain menceraikan Arini dan menikahi Renata. Meski sekarang hatinya seperti ada yang berubah. Ada kecemasan di hatinya jika dia menceraikan Arini. Ada rasa tak rela jika Arini dimiliki laki-laki lain. Andre mulai serakah.


"Jadi kamu memang sudah merencanakan sejak awal akan menceraikan Arini?" Tanya ayahnya Andre kembali. Tak menyangka anaknya itu akan berbuat seperti itu. Dia mempermainkan pernikahan seperti mainan.


"Iya pa." Jawab Andre tak bisa mengelak lagi dari rencananya. Tadinya Andre tidak akan menceritakan dulu sebelum urusan dengan Arini selesai. Tapi dengan kejadian hamilnya Renata, itu semakin mempercepat perpisahannya dengan Arini.


"Dasar bodoh! Kamu tidak bisa membedakan mana perempuan baik-baik dan mana perempuan buruk." Ayahnya Andre langsung menghempaskan tubuhnya ke kursi kerja. Kesal juga kecewa pada sikap Andre yang benar-benar mengecewakannya.


Seketika tubuh laki-laki itu jadi lemas, setelah dia mendengar kabar dari istrinya bahwa tadi Renata datang ke rumah untuk memberitahu perihal kehamilannya. Itu seperti petir di siang bolong. Berita itu bukan hanya mengagetkan tapi juga meruntuhkan segala angan juga harapannya. Usaha yang selama ini dibangun turun temurun serasa runtuh di tangan Andre, anak tunggalnya yang selama ini jadi harapan keluarga.


Kalau sudah begini, apa boleh buat. Jika semua relasi tahu berita ini, mau ditaruh dimana muka dan harga dirinya. Selama ini dia mempertaruhkan nama baiknya untuk kemajuan bisnisnya. Ini malah dibuat hancur dengan kelakuan Andre yang menghamili perempuan di luar nikah.

__ADS_1


"Sekarang kamu bicarakan sama Arini baik-baik! Jangan sampai Arini dan mertuamu tahu bahwa kamu sudah menghamili perempuan lain. Papa tidak sanggup untuk bicara pada umi. Dia terlalu baik untuk disakiti." Ayahnya Andre menyuruh Andre bicara dengan Arini. Karena kalau ditunda-tunda, khawatir kehamilan Renata keburu tercium. Dia tak mau keburukan Andre sampai diketahui.


"Baik." Andre keluar dari ruang kerja ayahnya. Dia melangkah lalu duduk di meja makan.


"Bi.. tolong bawakan es kemari bersama handuk!" Andre menyuruh salah satu art nya untuk mengambil es batu untuk mengompres bekas tamparan ayahnya.


"Baik den." Dengan sigap art nya menyiapkan es batu yang telah dibungkus handuk di dalam baskom dan membawanya ke depan Andre.


"Ini den." Art nya menyimpan baskom yang berisi es batu itu di atas meja makan.


"Mama dimana bi?" Andre tidak melihat ibunya ada di dalam rumah.


"Nyonya sakit. Dia ada di kamarnya." Jawab art nya memberitahu kondisi ibunya.


"Sakit?" Andre agak kaget mendengar ibunya sakit.


Andre langsung berdiri dan berjalan dengan cepat melewati tangga menuju kamar orang tuanya. Dia merasa bersalah mendengar ibunya sakit setelah kedatangan Renata di rumahnya. Dia sangat mencintai ibunya lebih dari apapun. Meski ibunya suka mengomel, tapi Andre tahu ibunya begitu mencintainya dan sangat menyayanginya. Apapun yang dia minta tak pernah ibunya menolak. Dia selalu mengabulkan permintaan apapun keinginan Andre, kecuali soal pernikahan.


Andre mengetuk pintu perlahan lalu membukanya. Andre masuk dan melihat ibunya yang sedang terbaring di ranjang dengan di tutupi selimut setengah badan.


Ibunya Andre membuka mata begitu pintu tadi diketuk. Dia memperhatikan anaknya dengan tatapan sedih.


Andre duduk di tepi ranjang mengelus lembut badan ibunya.

__ADS_1


"Ma.. maafin Andre ya ma.. " Lirih Andre yang tak tega melihat ibunya sakit gara-gara dia.


Ibunya Andre hanya bisa menatap tanpa keluar sepatah katapun dari bibir nya.


Keduanya terdiam tak tahu harus berkata apa lagi.


Ibunya Andre melihat wajah anaknya yang agak sedikit menghitam juga ujung bibirnya yang masih berdarah membuat hati perempuan yang pernah melahirkannya itu terasa perih.


Melihat wajah anaknya yang semakin lusuh juga lebam karena tamparan. Meski dia sangat kecewa, tapi hati ibu mana yang tega melihat anaknya terluka. Tangannya terangkat mengelus wajah Andre dengan perlahan-lahan. Andre segera menangkub tangan ibunya dan menciuminya penuh sayang.


Buliran bening meleleh dari kedua kelopak mata sang ibu. Sedih juga sakit dia rasakan melihat nasib anaknya seperti itu. Dia tak habis pikir kenapa anaknya memilih perempuan yang seperti Renata dan malah membuang perempuan sebaik Arini.


Tangan Andre menyapu halus buliran air mata ibunya yang meleleh di pipinya yang putih. Ada rasa sedih di raut wajah Andre melihat wanita yang telah melahirkannya tergolek lemah akibat memikirkan sikapnya yang mengecewakan.


Andre ikut menitikkan air mata. Kalau sudah begini apa boleh buat. Semua keburukan yang timbul semuanya adalah ulah dirinya sendiri. Andre tidak menyangka kalau kecerobohannya membuat Renata hamil dan membuat kedua orang tuanya kecewa berat.


Tadinya dia ingin mengumpulkan uang dahulu agar bisa menikahi Renata. Tapi berita kehamilannya membuat semuanya harus dipercepat. Kalau sudah begini yang repot pasti orang tuanya juga.


"Kamu benar-benar menghamilinya Dre?" Bibir pucat ibunya Andre berkata lirih menanyakan perbuatan anaknya yang tak berakhlak.


Andre hanya mengangguk lemah.


"Apa kamu pernah menyentuh istrimu?" Ibunya Andre ingin tahu apakah Andre pernah menyentuh Arini apa tidak.

__ADS_1


Andre menggelengkan kepala.


"Ya Allah... apa. dosaku sampai anakku berbuat hina seperti ini?" Ibunya Andre terisak sedih memikirkan perbuatan Andre yang melakukan hubungan hubungan intim dengan perempuan yang tidak halal. Dia memilih perempuan yang jelas haram disentuh dan membiarkan perempuan yang jelas halal disentuh.


__ADS_2