Perjuangan Gadis Desa

Perjuangan Gadis Desa
Episode 8


__ADS_3

Setelah nyonya Chintia dan Bella masuk ke ruangan kerja nyonya Chintia, nyonya Chintia pun menyuruh Bella u tuk duduk di kursi yang berhadapan dengan kursi kebesaran nyonya Chintia.


" Bisa kamu jelaskan bel kepada saya." ucap nyonya Chintia kepadanya Bella.


" Baiklah nyonya, karena tuan besar sudah memberikan ijin kepada nyonya maka saya akan menceritakannya dan mohon nyonya jangan emosi ketika saya memberitahu kan kebenaran nya." Ucap Bella cemas dan takut kalau nyonya Chintia tidak akan bisa lagi mengendalikan dirinya lagi, apalagi ini tentang hancurnya hubungan nyonya Halimah.


" Baik saya saya akan coba tahan emosi saya asalkan kamu berbicara kepada saya tentang rahasia yang kamu ketahui dan jangan pernah lagi kamu menutupi dari saya lagi." ancam nyonya Chintia.


" Glek." Takut Bella karena melihat sorot mata tajam dari nyonya Chintia.


akhirnya Bella pun menceritakan awal mula dirinya dan mencari keberadaan nyonya Halimah seperti apa yang di bilang oleh tuan besar sebelum tuan Bramantyo memberitahu tuan besar bahwa nyonya Halimah dan anak anaknya sudah meninggal 4 tahun yang lalu. Hingga akhirnya penyakit yang dulu tidak pernah Kambuh lagi pun muncul lagi dan sampai saat ini pun tuan besar masih menjalani perawatan secara intensif. cerita demi cerita pun Bella sampaikan informasi nya kepada nyonya Chintia dan sampai akhir Bella pun memberitahu bahwa pelayanan dua yang di rumah nyonya Chintia adalah istri dari Tuan Bramantyo sendiri, dan tujuan tuan Bramantyo menyuruh istrinya menyamar seperti itu adalah bertujuan agar nyonya Chintia bisa prihatin kepada calon pelayan itu dan jika misinya berhasil maka tuan Bramantyo menyuruh istrinya untuk mengambil semua harta nyonya Chintia termasuk perusahaan tuan Dimas.


" Begitu lah nyonya ceritanya dan selebihnya saya kurang tau karena tuan besar juga sedang menyuruh bawahnya untuk menyelidiki di mana letak makam nyonya Halimah." Ucap Bella.


" Apa !!." kaget nyonya Chintia.


" Maksudnya bagaimana?." bingung nyonya Halimah.


" Begini nyonya di saat ada pertemuan bisnis yang melibatkan teman rekan kerja tuan besar di sana juga ada tuan Bramantyo, entah dari mana dan kapan tuan Bramantyo bisa bergabung dengan proyek besar itu." Jelas ucap Bella.


" Lalu apa yang terjadi setelah ada pertemuan itu." Tanya nyonya Chintia.


" Saya kurang tau pasti nyonya soalnya sebelum tuan besar keluar dari ruang pertemuan itu tuan Bramantyo meminta waktu untuk berbicara dengan tuan besar dan awalnya tuan besar ragu dengan apa yang akan di bahas oleh tuan Bramantyo tetapi dengan bujuk rayu dari tuan Bramantyo tuan besar pun pada akhirnya menyetujui ajakan dari Tuan Bramantyo untuk berbicara, dan pada akhirnya saya di suruh keluar dari ruangan itu setelah beberapa menit ruangan itu masih tidak ada suara apa apa kecuali hanya sebuah omongan orang yang sedang berbicara dan tidak lama kemudian tiba tiba saja saya mendengar seperti ada suara benda jatuh di ruangan itu, Tetapi jika saya masuk maka saya akan di anggap tidak memiliki etika namun jika saya tidak masuk dan mengetahui apa yang sedang terjadi maka saya akan merasa bersalah nyonya. jelas panjang lebar Bella.

__ADS_1


" Lalu." selidik nyonya Chintia.


" Jadi saya memutuskan masuk saja ke ruangan itu namun, di luar dugaan saya melihat Tuan Bramantyo tertawa senang ketika melihat tuan besar jatuh ke lantai dan tuan Bramantyo hanya menyaksikan saja dan tertawa puas." jelasnya Bella.


" Jadi menurut mu apa yang di lakukan oleh Bramantyo si brengsek itu." ucap nyonya Chintia merah padam yang sudah menahan emosi di Ubun ubun.


" Saya kurang tau nyonya tetapi ketika saya membawa tuan besar ke rumah sakit tuan besar hanya menyuruh saya untuk mencari keberadaan nyonya Halimah." ucap Bella sambil menghela nafas.


" apakah kamu tau di mana keberadaan Halimah." Selidik nyonya Chintia kepada Bella.


" Iya nyonya, dulu saya pernah menemukan alamat di mana nyonya Chintia tinggal tetapi saya tidak menemukan keberadaan mereka sama sekali." ucap Bella menahan tangis.


" Memangnya dulu mereka tinggal di mana ?." Tanya nyonya Chintia yang ingin mengetahui di mana Annisa dan Halimah tinggal ketika bersama Bramantyo.


" Dulu saya menemukan alamat nyonya Halimah di Surabaya nyonya dan itupun tempat tinggal nya tidak layak huni sama sekali." sedih Bella ketika awal mula dia menemukan alamat nyonya Halimah.


" Sekitar 2 tahun yang lalu nyonya."


" Berarti ketika kamu ijin ke saya selama sebulan itu." selidik nyonya Chintia sambil menatap tajam ke arah Bella.


" Betul nyonya." jawab jujur Bella.


" Tapi maaf kan saya nyonya saya tidak bisa berkata jujur dan saya pun sebenarnya tidak berhak berbicara kepada nyonya apalagi ini mengenai keluarga nyonya dan saudara nyonya." ucap maaf dari Bella.

__ADS_1


" Tidak apa apa bel, seharusnya saya mengucapkan terima kasih kepada kamu karena dengan informasi ini saya bisa melindungi anaknya Halimah nantinya." ucap nyonya Chintia tanpa sadar.


" Apa !! nyonya sudah ketemu dengan anak-anak dari nyonya Halimah ?." Teriak Bella tanpa sadar kepada nyonya Halimah.


" Kenapa kamu teriak sama saya hah !!!." teriak nyonya Chintia kepada Bella hingga membuat Bella tersadar dengan perbuatannya dan membuat nyalinya menjadi menciut."


" Maaf kan saya nyonya jika saya teriak kepada nyonya karena saya merasa kaget dengan perkataan nyonya barusan."


" ok tidak apa apa."


" Oh iya nyonya di mana sekarang keberadaannya anak anak nyonya Halimah dan apakah mereka sehat, mereka bersekolah dengan layak, makan dengan layak, memakai pakaian dengan layak da......" ucap Bella namun sudah terpotong dengan ucapan nyonya Chintia.


" Hei jika bertanya itu satu satu dan tidak usah memberikan pertanyaan yang begitu banyak, bagaimana saya akan menjelaskan dan menjawabnya jika kamu terus saja memberikan pertanyaan kepada saya."


" Baiklah nyonya saya ingin bertanya di mana sekarang keberadaannya anak anak nyonya Halimah." ucap Bella berbinar karena dengan informasi ini bisa membuat kesehatan tuan besar semakin membaik dan juga bertahan untuk sembuh.


" Dia ada namun dia jauh."


" Maksudnya nyonya." ucap Bella bingung.


" Dia ada dan dia juga berada di dekat kita semua namun dia tidak mau jika dia bertemu dengan ayahnya, itulah pesan hang pertama kali dia katakan kepada saya." ucap nyonya Chintia ketika melihat dan menerawang bagaimana pertama kalinya dia tidak mengetahui bahwa anak yang akan bekerja di rumah temannya yaitu adalah anak dari Halimah, dan ketika dia datang serta menginjakkan kaki di rumah ini pertama kalinya ada rasa ketakutan yang mendalam dalam jiwanya dan juga keringat dingin yang keluar dari tubuhnya nya.


tanpa sadar sedari tadi Bella memperhatikan raut wajah majikan nya itu dan sepetinya ada sesuatu yang di sembunyikan oleh majikannya itu dan tanpa di duga oleh Bella dirinya baru pertama kali melihat nyonya Chintia menangis secara langsung dan di depan dirinya. Namun, ketika dia ingin bertanya tentang keberadaan anak anak dari nyonya Chintia pun dia urungkan kembali.

__ADS_1


Hay Hay Ning kembali lagi dan seperti biasa Ning mau minta maaf jika Ning punya salah salah kata dan ucapan serta menyinggung atau sebagainya dan tidak lupa juga nih kalau misalnya ada alur atau latar ceritanya kurang pas mohon di maklumi ya... hehe dan mohon di komen juga biar insya Allah niscaya Ng Revisi kembali. terima kasih.


Salam sayang.


__ADS_2