Perjuangan Gadis Desa

Perjuangan Gadis Desa
Melanjutkan Hidup


__ADS_3

Di sisi berbeda, Anton juga sedang mengikuti MOS di sekolahnya. Dia sudah ada di luar kota seperti rencana gurunya.


Keperibadian Anton tambah dingin dan cuek. Tapi dia tidak segan segan lagi menunjukan kepintarannya.


Dia tidak mau di tindas lagi. Kalau memang dia tidak bisa mendapat keadilan nanti, dia siap untuk keluar dari sekolahan itu.


Menurutnya, apa yang dia lakukan saat ini bukan lah suatu kejahatan. Dia hanya ingin mencari keadilan saja untuk dirinya.


Anton capek di tindas dan di hina.


Tapi dia tidak bisa apa apa.


Untung saja di sekolahan dia ini tidak seperti sekolah sebelumnya. Di sekolahan dia ini terlihat semua orang ramah, dan bergaul dengan baik. semoga saja tidak ada drama lagi di sekolah barunya.


waktu istriraht, Anton duduk sendiri di taman. Dia belum mempunyai teman, lebih tepatnya tidak mau berteman.


" Aku harus mencari kerja dan mulai menabung untuk masa depan aku nanti. aku ingin kerja di luar negri nanti. Jadi aku harus mengumpulkan uang dulu untuk bisa kerja disana. Tapi dimana ya aku bisa dapat kerja yang sesuai dengan jam malam di asrama? "


Anton sibuk dengan pikirannya yang ingin mencari pekerjaan dan bisa pulang asrama tepat waktu.


Saking larutnya dia dalam pikirannya, Anton tidak tau ada hang duduk di sampingnya.


" boleh kenalan? "

__ADS_1


Pertanyaan dari seseorang di sebelahnya membuat Anton kaget dan seketika mengelus dada. Reaksi Anton ini sangat lucu di mata pria di sampingnya jadi pria itu tertawa melihat Anton begitu.


" sorry aku ngagetin ya... tapi kamu ngelamun terus sih.. Aku Ferdi, kamu siapa? "


" Anton"


" kamu dari sekolah mana? "


" Bisa tinggalkan aku sendiri? "


" wiiiihhhhh kamu gak bisa di ajak berteman ya., kenapa ada yang mengganggu kamu? hah... emang begitu sekarang semua orang mengelompokkan diri. "


Anton hanya diam tidak menimpali obrolan.


perkataan Fredi ini baru mendapat respons dari Anton, Tapi dia hanya menoleh saja tanpa ada bertanya lebih lanjut. Tapi Fredi langsung menjelaskananya.


" kemarin aku dengar dari penjaga Asrama kalau kamu murid unggulan di sekolah kamu sebelumnya. Tapi kamu di buang kesekolah ini karena kamu bersinggungan dengan anak orang kaya. "


" terus? "


" kenapa kamu tidak mau mengalah saja dengan mereka dan mencari aman? bukankah itu cara paking tepat agar tidak terjadi hal seperti ini. "


" bukan urusan mu. "

__ADS_1


anton langsung pergi meninggalkan Fredi sendiri disana. Dia sedang marah saat ini jadi tidak ingin di ganggu. Setiap dia mengingat kejadian yang dia alami bersama Bima, itu membuat emosi Anton meluap luap.


Jadi Anton perlu sendiri untuk meredam emosinya. Tapi sepertinya akan susah, karena Fredi ternyata mengikuti dia kemanapun dia pergi.


" Jangan ikut"


Anton berkata dengan dingin kepada Fredi. Tapi tidak di hiraukan. Fredi masih tetap mengikutinya sampai membuat Anton lepas kendali.


" Sebenarnya apa mau kamu ha? "


Anton bicara begitu sambil memegang kerah baju milik Fredi. Tapi Fredi tidak takut sama sekali. Dia diam dan hanya memandang Anton.


Jadi Anton melepaskan kerah bajunya.


" apa mau mu? "


Lagi lagi anton bertanya kepada Fredi karena merasa lelah di ikuti.


" Hanya mau berteman. dan kamu perlu mengeluarkan emosi kamu Ton."


" Jangan sok tau kamu. "


" aku serius.. "

__ADS_1


Anton hanya menatap Fredi datar dan merasa capek menghadapi dia.


__ADS_2