Perjuangan Gadis Desa

Perjuangan Gadis Desa
Masih Panjang


__ADS_3

Perlombaan Nasional sudah dilalui oleh Mira dan Widi. Mereka menjadi juara ke dua dalam lomba kali ini. Mereka sudah cukup puas dengan hasilnya karena mereka sadar cara pendidikan dan fasilitas yang di sediakan sekolah lain sangat berbeda dari sekolah mereka.


Banyak fasilitas canggih di sekolah lain demi menyokong pendidikan muridnya. Jadi tidak mengherankan kalau mereka mendapat juara ke dua.


Perjalanan mereka untuk kedepannya masih sangat jauh. Mira dan Widi masih harus menyiapkan Ujian kelulusan dan ujian percepatan kelas..


Niat awal Mira belum berubah sama sekali. Dia masih ingin melewati ujian itu walaupun Widi berulang kali hampir menyerah karena lelah dalam belajarnya.


Mira juga berulang kali mengingatkan dan mendorong widi agar tidak menyerah dan tetao semangat untuk kedepannya, tetapi Widi benar benar lelah dan ingin beristirahat dulu.


Mira juga membenarkan tindakan widi, semua yang widi keluhkan memang benar. Mereka belajar sudah sangat banyak dan jarang mendapatkan libur untuk mengistirahatkan pikiran.


Widi beberapa kali meminta Mira untuk ikut berlibur dengannya tapi alasan Mira tetap sama tidak ingin ikut dan tetap latihan berlatih dengan kakeknya.


Hari ini jadwal Mira latihan dengan kakeknya dan Widi sedang berlibur bersama keluarganya.


Mira sudah menunggu kakeknya di kebun untuk berlatih tetapi kakek Toto sepertinya telat untuk datang hari ini.


Sambil menunggu Mira mulai merenung tentang apa sebenarnya keinginan dia nanti saat lulus.

__ADS_1


Kenapa dia harus sekeras ini melatih dirinya?


Kenapa juga dia harus mengorbankan masa remajanya dengan hal seperti ini.


Jawaban yang Mira dapat hanya untuk mengubah nasib. Mira ingin melihat ibunya menikmati hari tuanya kelak.


Dia ingin menjamin kehidupan keluarganya dan masa depannya.


Lama dia merenung, sampai tidak menyadari kakeknya sudah datang dan melihat dia termenung sendiri.


" Apa yang mengganggu pikiran kamu Mir? "


" Hari ini sepertinta kita tidak latihan fisik, sepertinya harus belajar menenangkan pikiran dulu. "


" maksud kakek apa? "


" kamu terlalu banyak belajar dan sudah berusaha keras dalam segala hal. Kakek tidak terlalu jahat untuk membiarkan kamu kelelahan seperti ini.


Badan kamu perlu kamu istirahatkan. Bukan cuma badan, tapi pikiran kamu pun harus istrirahat sebentar. "

__ADS_1


" Dengan cara? "


" kamu akan kakek ajari cara mengatur pernapasan... Dengan itu kamu akan merasa lebih tenang. Badan kamu ini sudah mencapai batasnya. Pikiran kamu sekarang sedang kacau dan itu tidak baik untuk diri kamu.


Apabila ada masalah yang tidak bisa kamu pecahkan kamu bisa berbagi dengan kakek, kakek akan menjadi pendengar yang baik. "


" Apa terlihat sekali kalau aku banyak pikiran kek?"


" Mata kamu tidak bisa bohong, itu yang kakek suka. Saat kamu marah kamu tunjukan dengan tatapan kamu dan saat kamu senang, sedih atau apapun emosi kamu tatapan kamu tidak bisa bohong. Kakek tau itu. Ibu mu pun pasti tau itu karena dia yang paling dekat dengan kamu. "


" ahhh masak gitu... aduuhhh... "


" Jadi apa kamu mau cerita atau mau langsung berlatih? kakek tidak akan memaksa kamu. "


" Aku hanya merasa lelah kek, benar kata kakek tubuh aku sudah mencapai batasnya dan sekarang pikiran aku sedang kacau. Banyak beban yang sedang aku tanggung tapi aku sadar semua ini untuk masa depan aku. Jadi aku tidak bisa mengeluh. Sekarang aku ingin langsung latihan saja, biar aku tenang. "


" Baik mari berlatih. "


Mira mulai berlatih dan kakek Mira cukup paham dengan maksud kata kata Mira tadi. Dia kasihan kepada cucunya yang terlalu keras kepada dirinya sendiri demi keluarganya. Tapi di satu sisi kakek Toto juga bangga akan semangat Mira.

__ADS_1


__ADS_2