
" Wa.. waalaikumsalam nona." Gugup Jeki membalas salam Annisa.
" Oh iya ka jeki terima kasih ya.. sudah memberikan album ini kepada Annisa dan terima kasih karena ka jeki sendiri yang mengantarkan nya." Ucap Annisa mengucapkan terima kasih.
" Eh.. nona tidak usah mengucapkan terimakasih karena ini sudah menjadi tugas saya sebagai asisten nona." Ucap Jeki sopan dan membungkukkan badan.
" Kenapa harus tidak ka, kan mengucapkan terimakasih tidak bayar tetapi itu wajib bagi aku ka karena Kaka sudah membantu aku dan kenapa Kaka membungkukkan badan ?." Ucap Annisa menjelaskan dan juga bingung kenapa asisten dari ka Bella sekaligus temannya itu membungkukkan badan kepada dirinya.
" Maaf nona itu memang sudah menjadi bagian dari prosedur kerja kami untuk menghormati dan menyapa keluarga tuan kami." Ucap Jeki menjelaskan panjang lebar.
" Tapi ka aku tidak tau Ngin kalian semua memperlakukan aku seperti itu, karena menurut aku kalian itu sama kaya aku dan tidak akan ada perbedaan antara asisten dan majikan." ucap Annisa yang sudah mulai kesal.
" Em maaf nona sebaiknya nona tidak boleh manggil saya sebagai Kaka karena itu tidak baik." Ucap Jeki takut takut.
" Tidak baik nya gimana ka ? Coba jelaskan." Ucap Annisa melihat ke arah Jeki dan bella serta meminta penjelasan kenapa dia tidak boleh memanggil orang yang lebih tua karena tidak ada hubungan darah.
" Jadi begini nona, tapi saya mohon nona jangan emosi ya.. jika saya menjelaskan apa yang akan nona dengar." Ucap Bella mengingatkan Annisa dan Annisa pun hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda setuju.
Bella pun menceritakan bagaimana dulu dia dan pelayan yang lain tidak di hargai sampai sekarang ketika dia belum bekerja dengan tuan besar angkasa dan pelayan sebelumnya yang bekerja itu mengalami banyak siksaan baik secara fisik dan non fisik, dan bukan hanya itu mereka semua juga di caci maki habis habisan karena hanya bekerja sebagai pelayan saja.
" Memangnya siapa yang menganggap kalian seperti dan berbeda ?." Tanya Annisa penasaran.
" Kaka dari tuan angkasa nyonya." Jelas Bella.
" Memangnya kakek punya berapa saudara ssih sebenarnya." bingung Annisa.
" Kalau tidak salah 6 nona dan mungkin di album itu yang akan membuat nona percaya serta foto foto yang ada di album itu, dan kalau nona pengen tau kenapa Kaka dari tuan angkasa melakukan itu karena itu adalah didikan dari kedua orang tuanya yang sangat merendahkan kalangan bawah namun berbeda dengan tuan angkasa dan juga tuan Wira mereka berdua adalah orang yang paling baik di dalam rumah.
" Hah."
" Tuan angkasa memiliki 4 Kaka 3 laki laki dan 1 perempuan." jelas Bella.
" Terus bagaimana kehidupan mereka sekarang ka ?." Tanya Annisa.
" Kalau Kaka laki lakinya saya kurang tau informasi nya nona karena semenjak kami di boyong oleh tuan angkasa kami sudah tidak mengetahui apa pun yang terjadi dengan majikan kami sebelumnya." Jelas Bella.
" Ooh baiklah ka." ucap Annisa.
__ADS_1
" Oh iya nona karena tugas saya sudah selesai kalau begitu saya mohon pamit ya.. " ucap Bella ijin pamit.
" Ih ko buru buru sih ka kan baru aja ngobrol." Ucap sedih Annisa.
" Tapi mohon maaf nona karena saya harus pergi sekarang juga dan takutnya nanti tuan Dimas marah kalau saya belum pergi dari sana." Ucap Bella sambil membungkuk kan badan.
" Ya.. sudah deh. tapi Kaka tetep harus kasih aku kabar ya...dan jangan sampai ngga sama sekali." ucap Annisa sambil memberikan jari kelingking nya kepada Bella.
" Baiklah nona pasti saya akan kasih kabar ke nona tapi saya tidak bisa setiap saat ya.. nona." Ucap Bella sambil memberikan kelingkingnya dan menyatukan dengan Kelingking Annisa sambil tersenyum.
" Dan buat Kaka jeki tolong jaga ka bella ya.. aku mohon dan tolong jaga keluarga aku di sana dan sampaikan salam aku buat keluarga sana." Ucap Annisa.
" Baiklah saya akan berusaha dan sebisa mungkin untuk melindungi keluarga nona." Jawab Jeki tersenyum tulus.
" Terima kasih." Ucap Annisa sambil menghambur memeluk Bella dan bergantian memeluk Jeki dan tidak lupa juga di balas pelukannya oleh Bella dan Jeki.
Setelah saling berpelukan Bella pun akhirnya pergi dari tuan Dimas dan meninggalkan Annisa seorang diri. Setelah Bella masuk mobil Annisa pun melambai kan tangannya kepada mereka hingga akhirnya mobil yang di tumpangi oleh Bella dan Jeki pergi. Annisa pun kembali ke rumah tuan Dimas dan tidak lupa membawa sebuh album yang di berikan oleh Jeki. dan Annisa pun membukanya.
" Ternyata keluarga ibu itu seperti ini dan sepertinya keluarga ibunya itu keluarga yang sangat harmonis dan juga keluarga buang saling menghargai, mengasihi, dan juga saling melindungi sepertinya." Gumam Annisa sambil membolak-balik kan album foto dan juga sembari meraba setiap wajah dan melihat nama nama nya satu persatu.
Berbeda di kampung saat ini, karena ibu Halimah sedang memikirkan apakah anaknya sudah bertemu dengan salah satu keluarganya atau tidak.
Tok tok
" Assalamualaikum ibu apakah aku boleh masuk." Tanya nurul di depan pintu.
"Waalaikumsalam salam nak, masuk aja." Ucap ibu Halimah dari dalam kamar.
Ceklek.
" Ibu apa Nurul boleh bertanya sesuatu sama ibu." Tanya nurul hati hati.
" Memangnya kamu mau tanya apa nak, sepetinya penting." Ucap ibu Halimah sambil beranjak berdiri dari kasur ban berjalan menuju kursi yang berada di dalam kamar.
" Duduk nak." Titah ibu Halimah.
" Apa yang kamu ingin tanyakan nak." Ucap ibu Halimah mengulang.
__ADS_1
" Ini soal ka Annisa Bu." Tanya ibu bingung.
" Tadi kan Nurul sempat melihat ibu kalau ibu kelihatan nya merasa khawatir dan juga gelisah dan sebaliknya juga dengan ka Annisa." Tanya nurul menjelaskan.
" Kalau untuk itu ibu sama sekali belum bisa menjelaskannya nak, kalau kamu mau tau tunggu kamu saat nanti SMK." Ucap ibu sambil menatap Nurul dan mengelus kepala Nurul yang tidak tertutup hijab.
" Kenapa harus menunggu di saat Nurul SMK bu?." Bingung Nurul.
" Karena menurut itu itulah saat yang paling tepat di mana kamu tau semuanya. kalau soal ka Annisa biar dia yang mengahadapi apa yang akan terjadi ketika dia bekerja di ibukota." ucap ibu Halimah menahan sesak di dada ketika membayangkan apa yang akan terjadi ketika anaknya tinggal di ibukota.
" Apakah ka Annisa sudah tau Bu tentang ini." Tanya nurul sambil menatap wajah ibu Halimah.
" Kakakmu lebih tau dari dulu sejak kecil nak dan kamu tidak akan tau apa yang sebenarnya terjadi sama Kakakmu dan ibu di saat kamu dan adik adik kamu masih kecil." ucap ibu Nurul yang matanya sudah mulai berkaca kaca.
" Tapi kenapa ka Annisa lebih tau dari sejak awal dari pada Nurul Bu." Ucap nurul kesal karena selalu saja kakaknya yang lebih tau.
" Jika ibu menceritakannya apakah kamu akan siap nak, ibu yakin kamu pasti tidak akan siap sama sekali." ucap ibu Halimah mencoba memberikan pengertian kepada Nurul.
" Nurul pasti siap Bu." Yakin Nurul namun tetap ragu.
" Ibu tidak yakin dengan omongan kamu nak dan ibu tau kamu masih menyimpan keraguan." ucap ibu Halimah dan benar saja tebakan sang ibu tidak akan pernah meleset.
" Iya aku memang masih menyimpan keraguan Bu tetapi aku ingin tau kenapa ibu begitu khawatir di saat ka Annisa berangkat ke kota.
" Baiklah ibu akan menjelaskan nya padamu namun, jika terjadi sesuatu pada diri kamu ibu tidak akan pernah mau tanggung jawab dan jangan pernah kamu membenci nya mengerti." ucap ibu Halimah pasrah.
" Baik." Jawab Nurul singkat dan akhirnya ibu Nurul pun menceritakan kenapa dirinya begitu khawatir di saat Annisa berangkat ke kota.
" Begitu nak ceritanya, dan kamu sudah janji sama ibu untuk tidak membencinya." ucap ibu Halimah mengingatkan.
" Apa kehidupan ibu dan Kaka seperti itu sejak aku dan adek ku masih kecil." Tanya nurul menahan air mata yang akan keluar dari matanya.
" Iya tapi kakak kamu merasakannya sejak dia berusia 2 tahun lebih tepatnya." Ucap ibu Halimah.
Hay Hay Hay Hay selamat siang semuanya hehe dan dan selamat menunaikan ibadah sholat bagi yang menjalankan dan selamat beristirahat bagi teman teman semuanya yang saat ini sedang bekerja, tetap menjaga kesehatan dan keselamatan ya..
seperti biasa ning mau ngucapin permintaan maaf kalau misalnya Ning punya banyak salah kata baik secara lisan dan tulisan, Secara tersirat dan juga tersurat hehe. Dan maaf kalau misalnya ada kata kata yang menyinggung teman teman dan maaf juga kalau alurnya kurang sreg dan juga banyak typo.
__ADS_1
terima kasih šš
salam sayang š¤š¤š¤