Perjuangan Gadis Desa

Perjuangan Gadis Desa
Bukan Prioritas Utama


__ADS_3

Saat berkumpul dengan para pembimbing dan orang yang datang untuk mendukung dalam lomba itu, Mira dan yang lainnya tampak sangat bahagia dan mulai merayakan kemenangan sekolah mereka.


" Aku sangat senang Mir, akhirnya sekolah kita menang. Dan kamu menjadi perwakilan dalam lomba Nasional nanti. "


" Kamu yakin gak apa apa aku yang mewakili itu?"


" Yakin lah.... aku gak mau ribet dalam urusan lomba. Cuma Mir, aku cukup kagum dengan Anton. Dugaan kamu ternyata benar, dia adalah otak untuk Bima. Keren ya, laki laki seperti dia itu.


Terlihat cuek, dingin tapi dia sangat pintar. "


" Kamu suka apa kagum sih Wid? "


" kagum..... kagum kok,,,"


" Yakin?? kenapa kamu jawabnya gugup gitu?? "


" Mira iiiihhhh...... nyebelin..... "


" Hahahahha.... nanti aku akan usulin kamu ikut dalam bimbingan belajar bareng aku dan Anton ok... "


" ehhhh kenapa?? "


" Ya.... biar kamu bisa dekat dengan dia. "


" Mira jangan buat malu.... aku gak mau.... malu tau... "


" Tenang aja, biar aku atur... kamu kan mau kenal dengan Anton.. "


" Tapi Mir, apa kamu gak suka sama dia?? "

__ADS_1


" Urusan suka atau romansa belum kepikiran untuk aku Wid, itu bukan prioritas utama untuk aku. "


Widi yang mendengar jawaban Mira akhirnya tau, kalau memang Mira tidak bisa dia bandingankan dengan dirinya sendiri. Cara pikir Mira berbeda dengan dia. Mungkin karena Mira di tuntut dewasa sebelum waktunya oleh keadaan.


Kalau memang nanti Mira bisa mendekatkan dia dengan Anton, dia akan sangat berterimakasi kepada Mira. Anton sudah menarik perhatian Widi dengan gayanya yang cuek dan terkesan dingin itu.


Sedangkan di lain sisi Anton saat ini mendapatkan ancaman dan pukulan dari Bima. Bima tidak terima Anton menjadi pusat perhatian dari orang orang disana. Apalagi samapai nanti mewakili perlombaan nasional.


" Kamu sungguh berani dengan aku kan...!!!


kamu berani beraninya mencuri perhatian dari setiap orang disana. Kamu harus menerima akibatnya. "


Anton terus di pukuli dan di hina oleh Bima.


Tanpa sengaja seorang panitia melihat hal ini dan langsung memanggil mereka berdua.


" Kalian, apa yang kalian lakukan itu..? kamu kenapa menyiksa teman kamu seperti ini?


Mereka hanya diam dan mengikuti. Anton tidak bisa mengelurkan kata katanya lagi karena wajahnya babak belur di pukuli oleh Bima.


Sedangkan Bima sekarang merasa takut dan cemas karena perbuatannya.


Dia merasa menyesal tidak bisa menahan sedikit saja emosinya agar tidak memukul Anton di tempat tadi. Tapi mencari tempat yang sepi dan aman untuknya melampiaskan emosi.


Mira dan yang lainnya juga ada di ruangan yang sama sedang melakukan penyerahan hadiah.


Perhatian semua orang di dalam ruangan itu sekarang tertuju kepada Anton, Bima dan panitia yang datang tersebut.


Mereka tambah kaget dengan keadaan wajah Anton yang terlihat babak belur seperti habis di pukuli.

__ADS_1


" Apa yang sudah terjadi ini? "


Tanya salah seorang panitia disana.


" Anak ini ( menunjuj Bima) memukuli temannya di luar tadi. "


" Bisa jelaskan kenapa kamu memukul temanmu itu? "


Bima yang di tanyai hanya bisa menunduk dan meminta maaf.


" Kamu tau kenapa dalam lomba tadi Anton dan Mira yang di pilih untuk mewakili perlombaan nasional??


Itu karena kami melihat kamu ( menunjuk Bima) sudah berusaha menghentikan Anton dalam mengikuti lomba. Apa kamu tidak terima karena itu? Saya perhatikan Anton jauh lebih berbakat dari kamu. Ini bukan soal menang dan kalah, tapi ini mengenai bakat. Apabila kamu tidak terima dengan hal ini kamu bisa langsung protes dengan panitia. Bukan malah melakukan hal seperti ini. "


Bima hanya menunduj dan meminta maaf. Widi yang melihat keadaan Anton mengambil tisu ingin membantu membersihkan darah di muka Anton.


Saat Widi akan membersihkannya, Anton langsung menghindar. Dengan nada dingin dia menolak pertolongan Widi.


" Tidak perlu. "


" Tapi kamu terluka"


" Bukan urusanmu. "


Mira yang melihat temannya di perlakukan seperti itu merasa tidak enak. Dia langsung mengambil kapas dan obat merah dan memberikan di tangan Anton.


" Kalau kamu bisa sendiri, lakukanlah sendiri. Jangan berkata kasar kepada orang yang berniat baik membantu kamu. "


Setelah Mira mengatakan hal itu dan memberikan obat kepada Anton dia menarik tangan Widi menjauh. Sedangkan panitia masih memberikan ceramah untuk Bima.

__ADS_1


Anton yang melihat obat di tangannya hanya tersenyum simpul. Dia tidak pernah melihat ada orang yang sebenarnya perhatian tetapi menunjukan dengan sikap yang acuh dan cuek seperti Mira.


__ADS_2