
Hari berlalu dengan cepat. Setelah hari dimana Mira dinyatakan akan menjadi perwakilan untuk lomba nasional, Mira menjadi tambah sibuk. Sibuk karena akan mengikuti ujian percepatan kelas, sibuk karena akan Ujian kelulusan dan sibuk dengan perlombaan nasional.
Widi walaupun sebagai cadangan untuk lomba nasional juga sama sibuknya dengan Mira. Dia akhirnya berpikir lebih baik tidak mengikuti perlombaan itu daripada dia kurang waktu istirahat dan otaknya terlalu berat dalam belajar.
" Mir, aku nyerah aja ya ikut bimbingan belajar untuk lomba... "
" Kenapa nyerah sih?? kan ini bagus, walaupun nanti kamu seandainya tidak ikut lomba, tapi pelajarannya akan tetap berguna untuk ujian kelulusan dan ujian percepatan kelas. ya kan?? "
" Tapi capek Mir, ini aku gak ada waktu istirahat. Capek baget aku tuh.. "
" Jangan di bawa tegang Wid, santai aja kayak belajar biasa jangan di jadikan beban. Aku hanya ragu mengenai Anton. kalau nanti seandainya dia tidak hadir dalam lomba aku harap kamu yang menjadi pasangan aku. Bukan Bima!!!
Kamu paham kan maksud aku...!!! "
" uuuuhhh iya aku tau... tapi jangan bicarakan soal Anton lagi,,, aku jadi kesel kalau ingat dia. Laki laki sombong dan dingin seperti dia pantas tidak ada yang menyukai. "
__ADS_1
" Jangan seperti itu, dia hanya tidak mau menerima bantuan saja. Bukan sombong dan seperti apa yang kamu duga. Bukankah kamu bilang kamu suka sama dia? "
" Aku gak suka Mir,,, cuma kagum aja. Tapi gak jadi deh... Dianya gitu.. Benar kata kamu sekarang bukan saatnya cinta cintaan.... sekarang waktunya mengejar mimpi. "
" Baguslah kalau kamu mengerti. Bukannya kamu sendiri yang mengatakan kita akan selalu bersama di sekolah manapun itu.. Jadi ayo berjuang bersama. "
" Tapi kalau berjuangnya dengan buku tebal terus, capek aku Mir.. Aku pingin jalan jalan tau gak. "
" Ya udh minta aja liburan sama ortu kamu. Gampang kan....! "
" Aku harus tetap latihan dengan kakek. Lagian itu juga bisa bantu aku menenangkan pikiran. "
" Gak asik kamu... Tapi bener gak mau ikut?? "
" Gak lah... aku sibuk baget. "
__ADS_1
" mnnnn ok deh.. "
Mira memang bukan tipe anak yang suka membuang buang waktu kalau lagi sibuk. Dia selalu berpikir nanti akan ada waktu dimana dia bisa jalan jalan saat semua sudah lebih santai.
Dia tidak mau acara jalan jalan atau liburannya terganggu dengan pikiran yang masih terbebani masalah. Jadi dia selalu memanfaatkan waktunya sebaik mungkin untuk hal hal yang positif.
Di sekolah Pelita Jaya, Anton sudah 3 hari tidak bersekolah. Dia sakit dan keadaannya tidak baik baik saja. Anton tinggal di panti asuhan Peduli Kasih. Dia anak yatim piatu, dia tidak tau kenapa orang tuanya meninggakkan dia di pantiasuhan saat masih bayi.
Karena hal itu juga mengakibatkan Anton selalu di hina dan di bully di sekolahnya.
Kebanyakan yang berbuat jahat kepada Anton karena merasa iri kepadanya, ada yang iri karena kepintarannya, ada yang iri karena ketampanannya. Ada juga yang merasa tidak suka dengan sikap cuek dari Anton.
Anton mempunyai sikap yang cuek itu karena memang dari kecil dia selalu di kucilkan dan di hina. Yang membuat dia mempertanyakan kenapa dia di lahirkan di dunia ini.
Dia sebenarnya capek dengan keadaannya dan ingin menyerah, Tetapi mengingat Ibu panti yang selalu berharap agar dia nanti menjadi anak yang sukses membuat dia harus tetap berjuang. Apalagi Ibu panti dan anak anak di oanti sudah di anggap keluarga sendiri oleh dia.
__ADS_1