Perjuangan Gadis Desa

Perjuangan Gadis Desa
Menunggu Hasil


__ADS_3

Dari ujian hari pertama samapai akhir, Mira dan Widi sangat tenang. Mereka menganggap apa yang mereka hadapi adalah ulangan biasa, bukan penentu kelulusan mereka. Bukan karena mereka sombong atau angkuh, tapi mereka melakukan itu karena mereka tidak ingin membebani lebih banyak pikiran mereka lagi.


Setelah ujian selesai kini saatnya mereka menunggu pengumuman tentang kelulusan mereka. Selain pengumuman kelulusan untuk lompat kelas, mereka juga menunggu pengumuman kelulusan dari SMP.


Mira baru mendapatkan berita bahwa dia mendapatkan beasiswa yang dia ajukan untuk sekolah SMAnya. Yang berarti kelulusan dia untuk masuk SMA itu sudah 90ā„….


Sekarang perasaannya sudah lebih tenang karena tidak ada lagi yang perlu dia khawatirkan. Tinggal menunggu dan sabar.


Widi, sempat berpikir apabila nanti dia tidak lulus ujian percepatan kelas itu dia akan bersekolah dekat dengan kampungnya saja. Karena dia tidak mungkin akan bisa bersama Mira walaupun dia satu sekolah. Itu di karenakan kesibukan masing masing.


" Mir, nanti kalau aku gak lulus ujian percepatan kelas aku sekolah di daerah sini aja ya.. "


" Kamu kenapa gak yakin akan lulus? "

__ADS_1


" kalau di pikir pikir aku banyak salah dalam menjawabnya. Apa lagi soalnya sangat sulit.. "


" Bukannya kamu yakin dengan diri kamu sebelumnya, apa yang buat kamu gak yakin sekarang? "


" Balik tanya lagi kamu ini, udah tau aku lagi merasa buruk karena gak bisa bersaing dengan kamu. Masih nanya juga. "


" Bukannya kita sudah melakukan yang terbaik... jadi untuk hasil kita serahkan saja semuanya. "


" Mir, aku sungguh merasa buruk dan bodoh sekarang saat di dekat kamu. "


" Aku ingin selalu bersama kamu tau, tapi saat sadar kamu sudah berjalan jauh, aku merasa sangat buruk. Aku seperti sudah menyianyiakan waktu aku saat ini. Kamu selalu fokus dalam belajar segalanya, sedangkan aku kalau lagi banyak pikiran aku malah memilih liburan. "


" siapa bilang aku selalu latihan? selalu belajar? asal kamu tau aku pun tidak melakukan semua itu kalau lagi banyak pikiran. Aku hanya bercerita dengan kakek saja.. Kamu tau sendiri aku tidak mungkin bisa liburan seperti kamu. Jadi aku hanya main di kebun dan bercerita dengan kakek aku. itu saja. "

__ADS_1


" sungguh?? Benar??? "


" iya.... sudah jangan di pikirkan. "


" ya udh deh... yuk pulang... aku mau main ke rumah kamu dan nginep disana. "


" seneng banget ya nginep di rumah kecil??? "


" nyaman sih... hehehehe.. "


Mira menanggapinya hanya dengan senyum. Kecemasan mengenai pertemannannya mulai mengganggu Mira. Itu karena kata kata Widi sebelumnya. Dia takut nanti Widi bisa merasa iri kepada dirinya dan berakhir pertemanannya seperti dengan Intan dulu.


Kalau memang Widi nantinya mulai berubah, Mira akan mulai menjauhinya. Kejadian dengan Intan sangat membekas di hati Mira. Karena itu menjadu akhir yang teragis untuk Intan dan Elsha.

__ADS_1


Mereka berjalan sambil bercanda dan bercerita bersama tanpa membahas pelajaran atau masa depan lagi. Mereka hanya menikmati saat ini saja dengan pembicaraan ringan dan berhayal bersama. Tapi di dalam hati Mira mulai berubah dengan Widi. Mira hanya mulai memasang garis batas di hatinya kepada Widi. Sampai nanti dia yakin lagi kalau Widi tidak akan berlaku sama seperti Intan.


__ADS_2