Perjuangan Gadis Desa

Perjuangan Gadis Desa
Wanita Pengganggu


__ADS_3

Mira yang mulai melawan para pengganggu merasa cerita yang akan dia buat di SMA sangat lah merepotkan. Karena bukan hanya Anggi yang jadi pengganggu, tapi yang paling parah adalah Vino. Jadi Mira harus mulai melatih lebih banyak kesabaran dan kepekaan terhadap sekitar.


Beda hal nya dengan Anton yang saat ini akan memulai kehidupannya yang baru dengan mulai berkerja di restoran Fredi.


" Kamu bisa berkerja dengan mereka semua? "


" kenapa gak? "


" bukankah kamu suka sendirian. ".


" aku harus profesional kan. ini hanya formalitas. "


" brengsek. aku pikir kamu benar bisa bergaul dengan mereka Ton. "


" aku hanya melakukan pekerjaan saja dan tidak ingin ada yang mengganggu dan menarik perhatian."


" baiklah, aku akan nunggu kamu pulang. kita ke asrama bareng bareng. karena besok hari yang melelahkan. "


" terserah. "


Anton dengan sifat dia yang dingin bisa berkerja dengan baik dengan karyawan disana. Tapi semua tindakan Anton itu hanya sebatas kerja. Dia sudah seperti robot yang akan membantu teman kerjanya kalau berurusan dengan pekerjaannya saja. Apabila hal lain, atau di ajak bicara hal pribadi Anton selalu menghindar.


Semua tindakan Anton di perhatikan oleh Fredi. Dia sangat suka melihat dan mengamati tingkah laku Anton. Fredi bukan lah orang yang jahat, hanya saja dia suka mempelajari kejiwaan dan sifat manusia.

__ADS_1


Setelah berkerja, Anton dengan Fredi langsung pulang ke Asrama.


" Ton, apa tidak ada yang menarik perhatian kamu di restoran tadi? banyak teman disana yang cantik lo... "


" kamu menanyakan hal ini dengan aku karena kamu mau mempelajari sifat aku kan? "


Fredi kaget dengan apa yang Anton bilang tadi. Ternyata Anton sangat peka dalam segala hal. Sampai dia sadar kalau orang di sekitarnya merencanakan sesuatu kepada dia.


" Kamu... kamu... kamu sadar? "


" Emmm.... "


"maaf Ton... "


" aku gak masalah kalau kamu mau mempelajari karakter aku, asal kamu tidak ada mengganggu aku. Aku tidak keberatan kalau kamu hanya mengamati. Tapi jangan mencampuri. "


" Terserah... "


" jadi bagaimana dengan karyawan di resto tadi? "


" tidak ada yang menarik"


Mereka asik berbincang sepanjang perjalanan menuju asrama. Atau lebih tepatnya Fredi sedang mengintrogasi Anton saat ini.

__ADS_1


Keesokan harinya Anton di hadapkan dengan Seorang Wanita pengganggu.


Sifa dari pagi berusaha menarik perhatian Anton dengan cara pura pura bertemu di tempat yang sama atau sengaja menabrakan dirinya.


Anton sangat risih dengan tingkah laku Sifa ini. Jadi dia berusaha menghindar dan mengajak Fredi pergi ke perpustakaan.


" Kenapa kamu ngajak aku ke perpustakaan si Ton...? "


" Ada kuntilanak yang terus saja ngikutin aku. "


" hei.... kamu bilang Sifa kunti? terus yang manusia siapa? wanita secantik itu di bilang setan. "


" wanita yang baik tidak akan bertindak murahan Di.. "


" oooo ok.... kamu tidak suka dengan wanita yang lebih dulu berinisiatif kepada kamu kan... Jadi kamu lebih suka ngejar daripada di kejar nih? "


" gak gitu juga... aku hanya belum kepikiran kesana. dan aku merasa risih kalau di tempelin terus sama wanita itu. "


" terus kita ngapain disini? "


" belanja.. jelas belajar lah... apalagi. "


" aku malas baca Ton.."

__ADS_1


" terserah diem saja disini temenin aku. siapa tau wanita itu datang lagi. "


" aku kamu manfaatin Ton.. "


__ADS_2