
Hari yang di tunggu akhirnya tiba. Mereka akan berkompetisi hari ini. Mira sangat gugup dan merasa takut. Widi berusaha untuk menenangkan Mira walaupun dia juga sama, dia juga gugup dan takut kalau nanti membuat kesalahan.
Acara akan di mulai 10 menit lagi, tetapi karena saking geroginya Mira, dia sampai harus bolak balik toilet untuk buang air kecil. Para guru dan pendamping di buat cemas dengan keadaan Mira.
Mereka berusaha untuk menenangkan Mira tapi tidak berhasil juga.
Saat perjalanan menuju toilet untuk ke sekian kalinya, Mira tidak sengaja melihat ada seorang laki laki sedang di intimidasi oleh temannya.
Saat teman laki laki itu pergi, Mira bukannya ke toilet malah menghampiri laki laki itu.
" hai... kamu peserta lomba juga ya?
kenapa disini?
Gugup?"
Entah kenapa Mira malah berbicara dengan laki laki itu. Dan pura pura tidak tau apa yang menimpa laki laki itu. Sedangkan laki laki yang Mira tanyai hanya diam tidak menjawab.
" Bibir kamu luka, ini pakai untuk bersihin luka kamu. Aku sebenarnya gugup makanya aku bolak balik toilet.
waktu lomba hampir di mulai, ayo masuk. "
" eemmmm" hanya itu jawaban laki laki itu.
Mira tidak menanyakan nama dia dan tidak juga ingin mengenalkan namanya. jadi setelah percakapan singkat itu mereka berpisah.
__ADS_1
karena fokus Mira bukan lomba lagi, jadi dia sudah tidak gugup. Dan siap untuk mengikuti perlombaan.
" Dari toilet lagi? "
" iya Wid... gugup bgt sih td...
tp sekarang udh gak kok... "
" ok, ayo masuk... lombanya mau di mulai"
Mereka berdua berjalan menuju kedalam ruangan untuk perlombaan.
Di dalam sana banyak perwakilan sekolah lain juga ada dan salah satunya murid yang tadi di lihat Mira dengan orang yang sudah memukulnya.
kok saling menjatuhkan gitu sih tadi?
ada apa ya? " Mira berkata dalam hati.
" kenapa Mir, kenapa kamu melamun? "
" ah gak ada apa apa kok Wid, disini banyak yang pintar pintar kayaknya ya... "
" iya kelihatannya. tapi kita gak kalah pintar kali. kita pasti menang... "
" hehehehe.. "
__ADS_1
Mira tidak bisa bicara jujur kepada widi karena tidak ingin widi bertindak jauh dan mengganggu konsentrasinya nanti.
(" kenapa aku mikirin dia, bodo amat lah ada masalah apa dengan mereka. toh tidak ada merugikan aku. ")
Mira lagi lagi bergumam di dalam hatinya.
Sisi yang berbeda laki laki itu juga melihat Mira, tetapi dia pura pura tidak pernah bertemu dengan Mira.
Entah karena apa sikap laki laki itu sangat dingin, pendiam dan menutup diri.
Di saat perkenalan pun laki laki itu tidak begitu memperhatikan. Dia seperti ada di dunianya sendiri.
Sampai Mira mendapatkan giliran untuk perkenalan itu baru menarik perhatian laki laki itu.
" Nama saya Mira dan teman di sebelah saya bernama Widi. Kami perwakilan dari SMP Negri 1 Harapan"
Setelah perkenalan tersebut akhirnya Mira tau nama laki laki itu. Nama dia Anton. Dia perwakilan dari SMP Pelita Jaya.
Tidak ada yang menarik untuk Mira dari hal tersebut dan hanya di anggap angin lalu. Dan hanya sebatas kenal saja.
Mira dan Widi menjawab berbagai pertanyaan dengan benar dan sampailah pada babak dua besar untuk memenangkan juara pertama.
Walaupun kalah, Mira dan Widi sebenarnya tetaplah mendapat juara 2. Tapi mereka bertekad agar memenangkan juara pertama.
Sekolah yang akan di hadapi adalah SMP Pelita Jaya.
__ADS_1