
Mereka bertiga kaget ketika mendengar suara Bryan dan bukan hanya itu saja mereka juga menjadi gugup.
" Bisa kalian jelaskan lagi kepadaku dan bisa kalian beritahu aku kebenarannya." Ucap Bryan.
" Apa yang harus kami jelaskan Bryan." ucap nyonya Chintia yang sedang berusaha menutupi kegugupannya.
" Soal ka Puspita." Ucap Bryan singkat.
" Memangnya ada apa dengan kakakmu itu Bryan." Tanya tuan Dimas kali ini.
" Apa kalian masih ingin menutupi semuanya dariku." Tanya Bryan cepat dan Tegas.
" Kami semua tidak tau apa maksud kamu Bryan dan kami semua juga tidak tau apa yang kamu bicarakan apalagi kami harus menjelaskannya pada kamu." Ucap Anggara kali ini.
" Apa sekarang Kaka ipar sedang mencoba membantu ibu dan ayah untuk menutup mulutnya." Tanya Bryan tersenyum sinis kepada Kaka iparnya itu.
" Siapa yang mencoba menutup mulut Bryan." Tanya Anggara.
" Kalian semua." Ucap Bryan sambil menunjuk ke arah kedua orang tuanya dan juga Anggara.
Karena merasa Bryan tidak bisa di bohongin akhirnya nyonya Chintia pun membuka suaranya, tapi sebelum itu nyonya Chintia menghela nafas berat dan juga melirik ke arah suaminya dan juga menantunya untuk meminta ijin dan pada akhirnya tuan Dimas dan juga Anggara menganggukkan kepalanya sebagai tanda setuju.
" Baiklah akan ibu jelaskan pada kamu nak, tapi sebelum itu ibu mohon sama kamu untuk tidak emosi atapun melakukan hal hal yang membuat kamu rugi." Ucap nyonya Chintia yang
mengingatkan Bryan agar tidak emosi terlebih dahulu.
" Itu tergantung." Jawab enteng Bryan.
" Ibu serius nak." Ucap nyonya Chintia serius.
" Aku juga serius." Jawab Bryan.
Karena percuma berdebat dengan putranya nyonya Chintia pada akhirnya bercerita tentang apa yang barusan mereka bicarakan dan benar saja Bryan menjadi marah dan tidak terima.
" Apa apaan dia." Ucap Bryan marah sambil mengepalkan kedua tangannya dan dilihat oleh nyonya Chintia.
" Nak kamu sudah janji sama kami, kalau kamu tidak akan marah.
" Siapa bilang aku sudah janji pada kalian, aku hanya bilang tergantung bukan ?." Ucap Bryan menjawab omongan ibunya.
" Iya memang kamu menjawab seperti itu tapi tetep saja kamu sudah berjanji nak." Ucap tuan Dimas.
" Terserah kalian saja. Tapi aku tetap tidak akan berjanji karena ini menyangkut keadaan Annisa dan jika sampai terjadi sesuatu pada Annisa jangan salahkan aku jika aku akan membawa kasus ini ke polisi dan pengadilan." Ucap Bryan.
" Jangan lakukan itu nak, bagaimanapun dia tetap Kaka mu." Ucap nyonya Chintia yang m mencoba memberikan pengertian kepada sang anak.
" Iya dia memang kakakku tapi itu dulu sebelum dia jahat kepada orang lain dan kalau sekarang dia bukanlah kakakku lagi." Ucap Bryan yang
menjawab pertanyaan ibunya sambil menahan emosi.
" Bryan kamu jangan membenci kakakmu, dia juga berubah karena ada seseorang yang menghasutnya." Ucap Anggara.
__ADS_1
"Maksudnya ?." Tanya Bryan.
" Maksudnya adalah kakakmu berubah karena ada seseorang yang menghasutnya tepat di hari pernikahan kita yang ke 5 tahun, dan apa kau tau Bryan dia awalnya mungkin tidak percaya dengan apa yang dia lihat mungkin atau juga tidak akan mempercayai orang tersebut." Ucap Anggara lagi yang mencoba menjelaskan kepada Bryan.
" Jadi maksudnya ada seseorang di balik semua ini." Ucap tebak Bryan.
" Benar." Jangan Anggara.
" Memangnya siapa kira kira orang tersebut." Ucap Bryan.
" Aku saja tidak tau bahkan aku mengutus kan anak buah buah untuk mencarinya tetapi tetap saja nol besar." Ucap Anggara
ketika mereka sibuk dengan tebakan mereka dan tidak menyadari ada seseorang yang menguping pembicaraan mereka dan bukan hanya itu saja orang tersebut juga merekam semuanya.
" Aku harus memberi tahu bos soal ini." Ucap pengawal itu.
Setelah di rasa cukup pengawal yang menguntit dan juga merekam akhirnya pergi dari tempat itu karena takut dia ketahuan dan juga, Setelah pergi dari sana pengawal itu pun masuk ke arah mobil yang sudah terparkir.
Tok tok tok tok
" Bos ada informasi yang akan membuat bos syok." Ucap pengawal itu setelah kaca mobil itu di buka.
" Apa." Jawab singkat bos.
" Begini bos, ternyata nona Annisa saya ini dalam keadaan koma dan mereka juga tidak tau kapan nona Annisa akan sadar, selain informasi itu ternyata ini adalah ulah dari nona Puspita juga." Jelas panjang lebar memberi tahu informasi.
" Apa....!." Teriak orang itu.
" Benar bos." Ucap pengawal itu.
" Tidak ada bos." Ucap cepat anak buah.
" Baiklah kalau begitu kamu masuk karena saya takut kalau kita bakalan ketahuan oleh orang lain." Ucap Bella yang merupakan bos anak buah yang di suruh untuk mencari informasi tentang keberadaan nona Annisa dan juga mematai nya.
Setelah Bella menyuruh masuk anak buahnya Bella pun langsung menelpon Jeki.
" Halo jeki." Ucap Bella di telfon kepada Jeki.
" Iya halo bos." Ucap Jeki.
" Bagaimana ? apa kamu sudah sampai ke tempat di mana alamat itu." Tanya Bella.
" Belum bos, dan kami masih dalam perjalan tetapi kami semua terkendala dengan kemacetan." Ucap Jeki.
" Berapa lama kira kira kalian semua sampai di sana ?." Tanya Bella memastikan kepada Jeki.
" Mungkin kita semua sampai sekitar pagi bos dan setelah itu baru kita akan menuju ke alamat yang bos kirim." Ucap jelas Jeki.
" Tak bisakah jika di percepat ?." Tanya nya lagi.
" Tidak bisa bos." Jawab Jeki.
__ADS_1
" Mengapa ?." Tanya Bella penasaran.
" Karena saat ini hanya di berlakukan satu arah saja maka kita harus antri agar kita bisa menjalankan mobil ke arah tujuan kita bos." Ucap Jeki menjelaskan.
" Baiklah kalau begitu, jika nanti sudah lancar maka segera cari nyonya Halimah dan langsung bawa ke Jakarta, apa kamu faham Jeki." Tanya Bella.
" Faham bos." Ucap Jeki.
" Ya.. sudah kalau begitu saya tutup telfon." Ucap Bella sambil menutup telfon dan setelah menutup telfonnya Bella pun menyandarkan badannya ke arah belakang dan tidak lupa juga dia memijit pelipisnya pelipisnya karena pusing memikirkan Maslah yang hari ini belum selesai selesai.
Sampai pada akhirnya salah satu pengawal memberikan informasi yang membuat Bella membuka matanya.
" Bos bangun bos." Ucap anak buah Bella yang mencoba membangunkan bosnya.
" Ada apa ?."Tanya Bella.
" Bos saya ada kabar yang mungkin akan membuat bos marah." Ucap pengawal itu yang merasa takut kalau bosnya akan marah.
" Apa maksudnya ?." Bingung Bella sambil menaikkan alisnya.
" Ini soal keadaan nona Annisa bos." Ucap pengawal.
" Coba kamu jelaskan secara tenang dan jangn terburu buru." Ucap Bella.
" Begini bos, tadi ketika saya ingin pergi ke toilet rumah sakit saya mendengar sekilas omongan seseorang dan saya juga tidak tau siapa orang itu namun sepertinya dia sedang berbicara lewat telfon." Ucap pengawal.
" Kapan waktu kejadiannya." Tanya Bella.
" Belum lama bos, dan kemungkinan baru 15 menit sebelum saya kembali lagi ke sini." Ucapnya lagi.
" Lalu di mana sekarang orang itu." Tanya Bella lagi.
" Kalau soal itu saya kurang tau bos dan kemungkinan dia sudah pergi tapi, sebelum saya kesini saya masih bisa mendengar percakapan mereka dengan menyebut nama nona Annisa." Ucap pengawal itu lagi bercerita kepada Bella.
" Mending kita cek lagi aja, biar saya tau siapa orang itu dan mengapa dia membawa nama nona Annisa." Ucap Bella lagi sambil keluar dari mobil tapi sebelum keluar dari mobil Bella lebih dulu menggunakan masker supaya tidak ketahuan oleh keluarga nyonya Chintia.
" Baiklah bos akan saya antar." Ucap pengawal itu yang berjalan lebih dulu.
Akhirnya Bella dan pengawal itu pun berjalan ke lokasi di mana tadi pengawal utusannya mendengar percakapan seseorang yang menurutnya mencurigakan.
Sekitar 15 menit akhirnya Bella pun sampai namun, tempat yang akan di tuju tidak mungkin akan Bella masuki karena ini toilet khusus pria.
Dan pada akhirnya Bella pun menyuruh pengawal yang tadi untuk masuk lagi ke arah toilet dan mencari orang yang tadi.
Cukup lama Bella menunggu hingga membuat dia merasa bosan, dan pengawal utusannya ternyata belum keluar dari toilet cukup lama karena takut terjadi sesuatu pada akhirnya Bella menyuruh dan meminta tolong kepada orang lain supaya mengecek temannya.
Hay Hay Hay semuanya hehehe
maaf ya.. up telat hehe
aku saat ini lagi ngga bisa banyak ngomong jadi aku hanya bisa bilang maaf banget kalau misalnya ada kata yang membuat kalian tersinggung dan maaf banget kalau misalnya banyak typo hehe sekali lagi mohon maaf banget ya...
__ADS_1
Terima kasih šš
Salam sayang š¤š¤š¤