Perjuangan Gadis Desa

Perjuangan Gadis Desa
Episode 20


__ADS_3

Karena tidak sanggup mendengar kata kata kasar Bryan Puspita pun ingin pergi dari sini namun, sebelum pergi dia ingin meminta ta maaf dulu pada Annisa.


" Annisa maafin Kaka ya... dan maaf banget kalau misalnya kakak udah bikin kamu kaya begini dan maaf juga kalau kakak udah kasar sama kamu, Kaka mohon maafin Kaka ya.." Ucap Puspita meminta maaf kepada Annisa yang saat ini sedang duduk di kasur dan Annisa pun mengiyakan apa yang di ucapkan oleh Puspita.


" Kenapa Kaka minta maaf sama Annisa, kan Kaka ngga salah ko dan kalau Kaka salah mungkin saat ini aku ngga mau ngobrol sama Kaka." Ucap Annisa tersenyum kepada Puspita hingga membuat Puspita pun meneteskan air matanya, karena tidak di sangka bahwa Annisa menganggap dirinya tidak bersalah justru menurut Puspita itu dirinya bersalah.


" Kenapa kamu menganggap bahwa Kaka tidak bersalah Annisa." Ucap Puspita.


" Karena aku tau kalau Kaka sebenarnya tidak mungkin melakukan ini padaku, dan maaf jika tadi aku berkata kepada kasar pada Kaka." Ucap Annisa menjelaskan dan juga meminta maaf pada Puspita karena dirinya berkata kasar.


" Tidak perlu meminta maaf Annisa, justru omongan kamu itu benar dan menurut Kaka itu tepat sekali buat sebutan Kaka." Ucap Puspita tersenyum getir.


" Apa Kaka yakin sudah memaafkan Annisa." Selidik Annisa.


" Iya Kaka memaafkan kamu." Ucap Puspita kepada Annisa ya.. walaupun sebenarnya dirinya merasa sakit hati dengan perkataan Annisa tadi siang.


" Apakah Kaka jujur dengan ucapan Kaka barusan." Tebak Annisa.


" Iya Kaka jujur." Ucap Puspita yang mencoba menutupi kegugupannya.


" Kaka pembohong." Ucap gelak Annisa yang menatap intens Puspita.


Tanpa mereka sadari percakapan mereka berdua menjadi tontonan bagi orang orang yang berada di kamar itu hingga membuat nyonya Chintia ikut berbicara.


" Kenapa kamu bilang bahwa Puspita bohong Annisa." Tanya nyonya Chintia penasaran dnegan ucapan terakhir dari Annisa untuk Puspita.


" Aku tau kalau Kaka saat ini sedang berbohong kepadaku." Ucap Annisa sambil membalikkan badannya ke arah samping.


" Maksudnya ?." Bingung nyonya Chintia dan yang lain.


" Apa kalian tidak bisa melihat wajah ka Puspita saat ini dan melihat ekspresi nya ?." Tanya Annisa kepada semua orang.


" Tidak." Jawab semua orang.


" Coba jelaskan kepada kami apa yang sebenarnya." Ucap tuan Dimas yang sangat penasaran dengan ucapan Annisa.


" Baiklah akan aku jelaskan pada kalian smeua tetapi kalian jangan pernah menyela atau memotong apa kata yang aku ucapkan." Ucap Annisa kepada semua orang dan mereka pun menganggukkan kepalanya secara bersamaan.

__ADS_1


" Aku tau ka Puspita belum menerima permintaan maaf ku dan aku tau ka Puspita merasa sakit dengan apa yang tadi aku ucapkan dan dengan apa yang aku lakukan kepada ka Puspita, kalau boleh jujur aku pun menyesal telah melakukan itu kepada ka Puspita tapi apalah dayaku ketika dengan seenak jidat nya ka Puspita mengfitnah ka Bella yang selalu melindungi ka Puspita." Ucap Puspita yang menahan sesak di dada yang terasa sakit dan menahan air matanya Agara tidak tumpah.


" Dan apa kalian semua tau ka Puspita seperti tidak menginginkan aku berada di sini sejak awal, apakah itu benar ka ?." Tanya Annisa menatap Puspita yang saat ini sedang menunduk kan kepalanya.


Deg


" Bagaimana dia bisa membaca isi hati orang dan mengapa dia lebih pintar." Gumam Puspita di dalam hati dan membernarkan ucapan Annisa yang memeng benar.


" Aku tanya sekali lagi, apa itu benar ka?." Ucap tegas Annisa hingga membuat semua orang kaget dengan ucapan Annisa yang sangat tegas kepada Puspita.


" Tidak." Ucap Puspita mengelak.


" Wow amazing dan sandiwara yang bagus ka, aku suka dengan caramu melakukan drama ini." Ucap Annisa bertepuk tangan dan juga ketawa namun, di hati dirinya merasa sakit dengan apa yang barusan Puspita katakan.


" Apa maksudnya ini." Tanya dokter Ryan bingung karena sedari tadi dia hanya mendengarkan apa yang dua nama perempuan berbeda usia ini bicarakan.


" Nanti juga om dokter akan tau sendiri ko." Ucap Annisa tersenyum getir namun hanya dirinya yang tau, tapi tanpa Annisa sadari nyonya Chintia melihat ekspresi yang Annisa sembunyikan.


" Apa yang sebenarnya terjadi Annisa." Ucap nyonya Chintia bertanya pada Annisa.


" Ibu pasti bisa membaca apa yang sebenarnya terjadi walaupun aku tidak memberi tahu ibu." Ucap Annisa melirik ke arah samping nyonya Chintia dan menatap manik wajah nyonya Chintia.


" Apa kakak mau jujur kepada mereka atau atau yang berbicara jujur kepada mereka." Ucap Annisa lagi hingga membuat Puspita angkat bicara.


" Loh memangnya apa yang harus di bicarakan dan memangnya apa salahku hingga membuat kamu menuduh kakak seperti itu." Ucap Puspita mengelak semua tuduhan Anisa dan juga berpura pura merasa terintimidasi oleh Annisa.


" Wow amazing." Ucap Annisa bertepuk tangan setelah itu membuka selimutnya dan turun dari kasur serta melangkahkan kakinya menuju ke arah Puspita yang saat ini berada di pintu kamar.


" Apa Kaka begitu membenciku sekarang ? dan apakah Kaka sudah mulai menumbuhkan keegoisan Kaka saat ini." Tanya Annisa di depan Puspita.


" Aku tau Kaka tidak bisa menerima kehadiran diriku setelah Kaka tau kalau ayahku berusaha merebut harta milik ibu Chintia dan apakah Kaka tau, sebagai seorang anak aku malu ketika ayahnya melakukan kejahatan di dalam keluarga nya sendiri dan apa Kaka tau apa yang pernah aku alami itu tidak sebanding rasa sakit yang Kaka alami saat ini. Oh iya mana mungkin ka Puspita mengalaminya hahahaha." Ucap putri panjang lebar dan tertawa seperti orang yang sedang menutup luka hatinya.


" Up maaf ya... kalau aku tertawa ketika sedang berbicara." Ucap putri lagi sambil tersenyum sinis.


" Sekarang apa mau Kaka dari aku ?." Tanya Annisa.


" Aku ingin kamu pergi dari rumah ini dan jangan pernah kembali lagi di kehidupan keluarga kami dan jangan pernah muncul lagi di hadapan aku." Ucap Puspita spontan tanpa memikirkan perasaan hati putri yang saat ini mungkin sedang perih.

__ADS_1


" Apa hanya itu saja." Ucap putri.


" Tidak." Jawab Puspita.


" Aku ingin kamu meninggalkan keluarga dan marga dari kakek, dan bukan hanya itu saja aku ingin kamu pergi jauh sejauh yang aku harapkan karena jika kamu berada di dekat kami maka bahaya akan selalu mengintai keluarga kami." Ucap Puspita pedas.


" Hahaha baiklah baiklah aku akan pergi dari kehidupan keluarga ini dan aku pun tidak Sudi mendapatkan marah Serta gelar dari siapapun itu dan aku pun tak Sudi jika aku harus meminta." Ucap putri tertawa nyeri.


" Bagus, kalau begitu malam ini juga kamu pergi dan jangan pernah muncul lagi. Ingat itu dan jangan sampai lupa " Ucap Puspita berkata kepada Annisa dan setelah itu dia melangkahkan kakinya menuju kamarnya dan dia pun tidak merasa bersalah sama sekali dengan apa yang dia lakukan serta perbuatannya itu.


" Aku akan pergi dari kehidupan kalian semua dan jangan salahkan aku jika aku akan kembali di saat aku sudah bisa dan mengambil alih dengan cara jerih payahku sendiri." Gumam putri dalam hati sambil menatap nanar Puspita.


Semua orang pun kaget dengan apa yang di ucapkan oleh Puspita dan mereka pun tidak menyangka bahwa anak perempuan satu satunya dari keluarga Dimas tega melakukan itu terhadap anak dari sepupu ibunya sendiri. Karena melihat situasi sudah tidak memungkinkan Anggara pun meminta ijin untuk pergi dan menemui Puspita serta dia juga meminta maaf kepada putri atas apa yang di lakukan oleh istri nya itu.


" Maafkan Kaka putri dan maafkan atas kelakuan istri Kaka itu." Ucap Anggara dan dia pun langsung pergi dari dalam kamar.


" Apa kamu baik baik saja put." Tanya Bryan sambil membalikkan badannya dan juga serta memeluk putri sayang.


" Apa aku kelihatan tidak baik baik saja ka." Tany putri yang saat ini sedang dalam pelukan Bryan.


" Iya." Ucap Bryan lagi.


" Kaka salah, aku justru baik baik saja dan tidak Kenapa kenapa." Ucap putri mendongakkan kepalanya dan tersenyum kepada Bryan.


" Apa kau yakin." Ucap Bryan yang meyakinkan putri bahwa dirinya sedang tidak baik baik saja.


" Ya aku yakin dan sangat yakin, serta jangan meragukan aku seperti itu ka." Ucap Annisa sambil memeluk erat Bryan lagi.


Hay Hay Hay selamat malam semuanya hehe


maaf nih ya.. up telat dan maaf banget ya...


seperti biasa Ning mau ngucapin permintaan maaf dulu ya hehe.


maaf kalau Ning punya banyak salah dan maaf beribu maaf kalau kata kata yang Ning tulis ini ada yang menyinggung kalian ya...


dan maaf banget kalau misalnya banyak typo.

__ADS_1


Terima kasih 😁


Salam sayang šŸ¤—šŸ¤—šŸ¤—


__ADS_2