
Hari hari sebelum perlombaan di lewati oleh Widi dan Mira bersama, Mereka sama sama saling menguatkan saat lelah untuk belajar dan aktifitas lainnya. Widi pun akhirnya tau kalau masalah dia yang cuma karena di ganggu belajarnya oleh adiknya itu tidak ada apa apanya di bandingkan oleh apa yang Mira harus lalui. Karena Mira masih menjalani aktifitas seperti biasa dan tetap bisa belajar.
Mira masih menyembunyikan kalau dia mengikuti ujian percerpatan kelas kepada orng tuanya. Yang oeng tua Mira tau, hanya Mira yang akan mengikuti perlombaan cerdas cermat.
Kakek Mira pun sama, hanya tau hal tersebut dan itu juga sebabnya Mira masih melakukan aktifitas biasa.
Tujuan Mira, hanya tidak ingin mengecewakan keluarganya saat dia gagal dan akan memberi kejutan saat dia berhasil.
Widi mengetahui alasan Mira jadi dia menghornati Mira dengan tidak menceritakan apapun kepada keluarga Mira.
Widi yang melihat seberapa keras Mira untuk belajar, walaupun banyak aktifitas yang Mira lakukan merasa tersentil. Dia tidak menyangka Mira sangat kuat dan pintar membagi waktunya seperti ini.
Akhirnya Widi ikut mencontoh apa yang Mira lakukan. Mira membawa banyak hal positif untuk Widi. Orang tua Widi pun merasakan hal yang sama. Anak mereka menjadi lebih pengertian dan bertanggung jawab. Jadi mereka merasa aman Widi tinggal di rumah Mira.
__ADS_1
Orang tua Mira juga merasa senang dengan perubahan Mira. Mira yang dulu hanya di lihat menunjukan sisi dewasa dan pengertian saja. Sekarang sejak ada Widi, Mira tak jarang berdebat, merajuk, dan tertawa lepas.
Mereka sama sama mengeluarkan aura positif saat bersama.
Hari menuju perlombaan semakin dekat, Mira dan Widi juga semakin giat belajar, sampai sampai mereka ada belajar di sebuh hari.
Tujuan mereka melakukan itu karena ingin suasana tenang dan pelajaran juga lebih mudah di pahami saat belajar di pagi hari begitu.
Waktu istirahat mereka berdua semakin menipis tetapi mereka sangat menikmati waktunya.
Guru pembimbing mereka sangat memperhatikan mereka, tidak ada tekanan yang di berikan dengan tujuan agar menjadi juara di perlombaan. Tetapi guru mereka malah mementingkan kondisi mental mereka.
Para guru disana tau baik Mira ataupun Widi itu akan mengikuti ujian percepatan kelas. Maka dari itu mereka belajar lebih ekstra lagi dari murid yang lainnya. Maka para guru tidak memaksa mereka belajar dengan keras karena tidak ingin mempengaruhi mental mereka nanti.
__ADS_1
" Baik pak. Terimakasi. Akan kami pelajari dengan baik. " Mira dan widi menjawab bersamaan.
" Pak untuk beasiswa yang saya dapatkan di sekolah tersebut kenapa ada dua ya?
Saya di suruh mengisi data diri tadi untuk beasiswanya." Mira bertanya karena dia bingung kenapa harus seperti itu karena biasanya dia hanya dapat satu beasiswa.
"Begini Mira, kami para guru mengajukan kamu beasiswa untuk murid tidak mampu dan beasiswa murid berprestasi.
Selama ini beasiswa kamu itu hanya untuk murid yang tidak mampu saja, jadi para guru juga mengajukan beasiswa yang lain untuk kenunjang nanti saat kamu melalui ujian percepatan kelas.
Itu juga di lakukan untuk Widi, tapi surat untuk Widi belum selesai, mungkin besok. jadi tunggu saja ya."
" Terimakasi banyak pak. Saya sangat bersyukur dengan hal ini. Saya akan beruhasa lebih baik lagi agar tidak mengecewakan para guru yang sudah memberikan saya peluang besar. Selain itu saya tidak ingin mempermalukan nama sekolah. "
__ADS_1
" Bagus itu, tetapi jangan terlalu memaksakan diri ya. Jaga kesehatan itu penting. Kalian harus lebih mementingkan kesehatan kalian dulu. "
" Baik pak. Terimakasi. " jawab mereka bersama sama