
Selama kegiatan penerimaan siswa berlangsung para senior akan memilih beberapa murid baru untuk menjadi adik didiknya. Jadi satu orang senior akan mempunyai 5 orang adik didik. Pemilihan ini di lakukan acak dan murid baru tidak tau akan satu kelompok dengan siapa.
Semua senior ikut andik dalam hal ini. Dan mereka akan membagi diri untuk menjadi penanggung jawab murid baru dan menjadi panitia.
" Perhatian adik adik,,, kalian silakan ambil kertas di dalam kotak satu orang satu untuk pembagian kelompok untuk kegiatan ini. kalian tidak bisa memilih sendiri mau dengan siapa karena kalian semua harus berbaur dan akur satu dengan yang lain. "
Pemberitahuan itu membuat mereka mulai berbisik dan ribut. Mereka ada yang tidak ingin berpisah dengan teman sekolahnya ada juga yang tidak mau karena merasa takut dan minder.
Mira tetap diam karena dia harus tenang untuk menghadapi ini. Karena dia tau dia adalah target bully utama sekarang. Dia juga tidak bisa mengandalkan Widi karena dia yakin Widi akan di dekati oleh orang yang tidak suka dengannya agar mau membantu melancarkan rencananya.
" Mir aku takut... aku gak mau pisah kelompok dengan kamu... aku gak mau di hina lagi... "
" Aku gak tau harus bilang apa soal ini.. karena ini bukan ranah kita untuk protes. Kita hanya bisa terima saja."
Saat pembagian kelompok benar saja Mira dan Widi pisah kelompok. Mira bersama seseorang yang cukup dia kenal. Bima. Ternyata dia bisa bersekolah di tempat yang sama dengan Mira.
" Kita ketemu lagi Mir... tapi sekarang kita satu sekolahan bukan lawan di perlombaan lagi. "
" ooo kamu ternyata sekolah disini juga... iya semoga kita bisa berteman baik ya... "
" kamu baru masuk sudah menjadi pusat perhatian sungguh mengagumkan. "
__ADS_1
" kalau kamu mau menyindir aku rasa tidak perlu. "
" Aku gak ada maksud menghina kamu atau membully kamu... aku sungguh kagum kok.. "
" oooo... apa teman kamu juga sekolah disini? "
" siapa? "
" anton"
Saat Mira menyebutkan nama Anton raut wajah Bima menjadi tidak enak. Mira melihat itu dan berpikir kalau Bima dan Anton masih tidak akur.
" ooo begitu. "
Respon Mira yang seperti cuek terhadap Anton membuat Bima sedikit lebih tenang dan senang.
Yang Bima tidak tau adalah Mira merespon begitu karena dia tau Bima berbohong.
Kabar terakhir yang dia dengar Anton masuk rumah sakit karena keracunan makanan. Dan itu Mira yakin kalau Bima yang melakukannya untuk menggagalkan Anton dalam lomba.
Tapi Mira tidak mau menunjukan dia mengetahui itu karena cukup untuk dia sudah menjadi pusat perhatian di sekolah. Dia tidak mau lagi berurusan dengan Bima. Hal itu akan merepotkan.
__ADS_1
Semua siswa sudah di bagi menjadj beberapa kelompok. Dan senior yang menjadi mentor mereka di suruh menghampiri masing masing kelompok.
Kebetulan atau memang lagi tidak beruntung Mentor Mira adalah Anggi. Anggi merasa dia akan punya kesempatan untuk membalas Mira nanti.
Sebelum Anggi bicara untuk memperkenalkan diri, Dia di kejutkan oleh Vino ketua osis di sekolah itu.
" Anggi bisa kita tukar adik didik kita? aku akan menghandel yang ini dan kamu bagian aku. "
" kenapa? "
" lakukan saja. "
Ini pertama kalinya Vino kelihatan bersemangat dalam kegiatan ini. Biasanya dia tidak mau terlibat dan hanya memilih sebagai panitia saja dia tidak mau berinteraksi dengan siswa baru.
Tapi sekarang Vino malah mau bergabung sebagai mentor untuk adik kelasnya. Jangan jangan Vino tertarik dengan Mira. Itu pikiran Anggi.
Anggi yang diminta tukar posisi membuat dia semakin menatap benci Mira. Dan Anggi akhirnya menjadi mentor di kelompok Widi.
Saat melihat Widi Anggi menyeringai.
" Aku menemukan pion bagus"
__ADS_1