Perjuangan Gadis Desa

Perjuangan Gadis Desa
Episode11


__ADS_3

Karena situasi sudah tidak bisa di kendalikan lagi maka tuan Dimas akan memutuskan untuk memecat tiga pelayan itu dan memberikan pesangon.


" Jika kalian tidak bisa diam maka saya akan memecat kalian hari ini dan saya tidak akan mencabut kata kata saya." ucap tuan Dimas tegas.


" Maaf tuan tapi tidak bisa begitu karena kami tidak melakukan kesalahan sama sekali dan yang seharusnya di pecat itu pelayan 3." ucap pelayan 1 yang tidak terima kalau dirinya di pecat.


" Benar tuan apa yang di bilang rekan saya." ucap pelayan 2 yang membenarkan ucapan pelayan 1.


" Tidak usah saling menyalahkan dan juga saling tuduh faham kalian." ucap tuan Dimas sambil menatap dua pelayan.


" Baiklah tuan saya di pecat maka saya akan pergi hari ini dan juga sebelumnya saya mau ngucapin terima kasih karena tuan beserta keluarga tuan mau menerima saya di sini." ucap pelayan 3 tulus.


" Ayah apa keputusan ayah ini sudah benar dengan cara memecat mereka apa ayah tidak akan menyesal." Ucap Bryan yang kini berbicara dengan ayahnya.


" Tidak sama sekali nak, karena keputusan ayah sudah bulat dan final, dan juga tidak boleh ada ya g membantah keputusan ayah saat ini." ucap tuan Dimas sambil menatap Bryan.


" Baiklah jika itu menurut ayah yang terbaik buat kita semua maka kita akan mengikuti apa yang ayah perintah tetapi jika itu bukan jalan yang terbaik buat kita semua maka kita semua tidak akan mengikuti perintah ayah." ucap Bryan sambil menatap ayahnya intens dan berlalu dari dapur termasuk semua orangg yang melihat perdebatan tadi.


" Baiklah silahkan kalian semua pergi dan buat kalian bertiga silahkan bereskan barang barang kalian." Ucap tuan Dimas mengingat kan.


" Maaf tuan tapi kami tidak terima jika kami di pecat dan apa salah kami, bukannya yang harus di pecat dan di salahkan adalah pelayan 3 ?." bingung pelayan 2 karena menurut dirinya kalau pelayan 3 lah yang bersalah dan bukan dirinya.


" Iya Tuan harus tuan itu pecat pelayan 3 bukan malah memecat kami karena kami itu lebih senior di Bandingkan dengan pelayanan 3." ucap pelayan 2 yang masih belum terima jika dirinya juga termasuk orang yang di pecat oleh tuan Dimas.


" Siapa yang mengijinkan kalian untuk bicara hah." ucap tuan Dimas sambil menatap dua pelayan yang sedari tadi membuat kepalanya pusing dan sakit karena ocehan mulut mereka yang tidak habis habisnya.


" Saya tidak akan berhenti jika tuan tidak memecat kami." Ucap pelayan 1.


" Tidak ada yang bisa mengubah keputusan saya dan jika saya sudah bilang kalau saya sudah memecat kalian berarti kalian berdua sudah saya pecat." ucap tuan Dimas tegas.


Sedangkan ditempat lain yang lebih tepatnya di sebuah kamar pelayan Bella saat ini sedang membereskan baju baju yang akan dia bawa untuk kembali lagi ke rumah tuan besarnya yaitu tuan angkasa.


" Huh setelah sekian lama aku berada di sini dan melindungi keluarga ini akhirnya aku bisa kembali lagi ke rumah tuan besar dan aku tidak susah payah lagi mencari kerja di manapun." ucap Bella sambil menghela nafas dan juga senang karena dirinya akan kembali lagi ke rumah di mana dirinya di besarkan. Tetapi sebelum Bella menutup tas ranselnya ternyata Annisa sedari tadi mengikuti kemana Bella pergi karena dirinya ingin tau tentang keluarga dari ibunya dan juga keluarga dari ayahnya. Dan sampailah Annisa di depan pintu kamar Bella.


Tok tok tok.


" Assalamualaikum ka Bella apakah aku bisa berbicara dnegan Kaka sebentar, karena aku ingin tau informasi dari Kaka." ucap Annisa di depan pintu Bella yang masih di tutup.


" waalaikumsalam, iya sebentar dan tunggu." ucap Bella dari dalam kamar sambil berjalan ke arah pintu.

__ADS_1


ceklek.


" Ada apa ya.." Tanya Bella bingung karena setau dirinya dia tidak tau siapa yang ada di depan dirinya dan sedang apa.


" Em maaf ka Bella apakah sebelumnya aku boleh masuk ke kamar Kaka karena kalau di sini sepertinya kurang baik untuk berbicara." ucap Annisa sopan.


" Ya sudah silahkan masuk." ucap Bella mempersilahkan Annisa masuk ke kamarnya dan Annisa pun masuk ke kamar Bella tetapi Bella bingung mau duduk di mana.


" Duduk aja di kasur karena di sini tidak ada kursi." ucap Bella karena sedari tadi ia melihat ekspresi bingung Annisa setelah menutup pintu.


" Em baiklah ka, aku ijin duduk si kasur Kaka ya.." ucap Annisa ijin lagi.


" iya." ucap Bella sambil berjalan ke arah kasur di mana Annisa duduk.


" Sebelumnya aku minta maaf nih kah kalau misalnya aku ganggu Kaka yang lagi beres beres baju dan juga aku kesini ingin tau informasi lebih jelas lagi pada Kaka, mungkin Kaka lebih tau apa yang terjadi sebelumnya." ucap Annisa meminta maaf kepada Bella karena Annisa merasa bahwa dirinya mengganggu Bella yang sedang beres beres baju.


" Dan perkenalkan ka aku Annisa Nur Fitri anaknya ibu Halimah dan juga tuan Bramantyo.


Deg


" Apa yang kamu bilang barusan." Ucap Bella memastikan lagi pendengarannya.


" Apakah benar kamu anaknya nyonya Halimah dan juga tuan Bramantyo." Ucap Bella memastikan kembali.


"Benar ka aku memang anaknya ibu Halimah namun aku bukan lah anak tuan Bramantyo lagi." ucap Annisa lirih.


" Ka apakah Kaka bisa memberikan informasi tentang keluarga dari kedua orang tuaku dan aku mohon ka." lirih Annisa sambil menahan air mata yang berada di pelupuk mata.


" Apa yang ingin kamu ketahui nona." ucap Bella kepada Annisa dan akhirnya dia menemukan juga keberadaan anak dari nyonya Halimah dan setelah mengetahui bahwa anak dari nyonya Halimah masih hidup maka dengan begitu dia merubah nama panggilan Annisa dnegan sebutan nona muda dan Bella juga harus menjaga nya dengan jiwa dan raga.


" Apakah Kaka bisa menjelaskan bagaimana dulu kehidupan mereka berdua ka." ucap Annisa.


" Baiklah aku akan menjelaskan sekilas saja dan mungkin yang lainnya kamu sudah tau di saat aku berdebat dengan dua pelayan itu dan jika kamu ingin lebih tau lagi kehidupan mereka kamu bisa tanyakan saja kepada nyonya Chintia karena beliau adalah Kaka dan sepupu dari adik kakek kamu."ucap Bella sambil menghela nafas.


" Apa." Ucap Bella kaget karena dirinya baru mengetahui fakta bahwa nyonya Chintia adalah kaka sepupu dari ibunya.


" Apakah itu benar ka." Ucap Annisa memastikan lagi.


" Iya benar sekali dan kamu bisa tanyakan saja langsung kepada nyonya Chintia karena aku tidak berhak sama sekali jika aku yang membocorkan informasi ini, mungkin jika yang lain aku akan menjelaskannya.

__ADS_1


" Baiklah aku ingin tau apa saja yang Kaka Ketahui dan aku mohon sama Kaka jangan ada satupun yang Kaka tutupi dari aku lagi.


" baiklah." ucap Bella menghela nafas lagi.


" ayah mu dan ibumu merupakan anak dari orang berada dan bisa di bilang orang yang terpandang dalam negeri ini , namun ibumu lebih terpandang dan tersohor di negeri ini yang termasuk nomer urutan ke 5 pengusaha terkaya dan juga karena ayah dari ibumu merupakan pembisnis yang menginspirasi setiap orang setelah jatuh bangun dengan perusahaan nya." Ucap Bella.


" Maksudnya bagaimana ka dengan jatuh bangun perusahaan." Bingung Annisa.


" Jadi begini nona kakekmu adalah orang yang merintis perusahaan nya lagi dari nol, dan sedangkan perusahaan yang sebelumnya di rebut oleh keluarga Sanjaya dan itu merupakan keluarga dari ayah mu.


" Kenapa perusahaan kakek di ambil oleh ayah." ucap Annisa.


" Kalau soal itu saya kurang tau nona karena ini harus di jelaskan langsung oleh tuan besar." ucap Bella.


" Tuan besar?." ucap Bella bingung karena baru pertama kali dirinya mendengar orang memanggil dengan sebutan tuan besar.


" Tuan besar itu adalah kakek anda nona." jelas Bella dan Annisa pun hanya menganggukkan kepada tanda dia mengerti.


" Dan oh iya nona saya ingin tau apakah nyonya Halimah masih hidup." Tanya Bella langsung pada Annisa.


" Ibu masih ada ko dan Sekarang dia tinggal di Klaten dengan adik adikku." ucap Annisa spontan dan polos.


" Benarkah nona." Ucap senang Bella, karena dengan begitu dia bis memberi tahukan bahwa nyonya Halimah masih hidup dan juga dia bisa mengatakan kepada tuan besar kalau dirinya sudah bertemu dengan anak dari nyonya Halimah.


" Iya." Jawab Annisa.


" Oh iya nona apakah saya bisa bertemu dnegan nyonya Halimah." ucap Bella meminta ijin kepada nona mudanya itu.


" Bisa, dan nanti aku akan kirim alamatnya ya.." Ucap Annisa kepada Bella.


Hay Hay Hay selamat siang semuanya hehe


selamat beristirahat bagi yang sedang bekerja dan selamat beristirahat bagi yang sedang sakit dan jangan lupa untuk tetap beribadah walaupun dalam kondisi apapun dan dalam situasi apapun. Dan Jangan lupa tetap menjaga kesehatan buat semuanya dan tetap yakin bahwa semua itu pasti ada hikmahnya.


seperti biasa Ning mau ngucapin permintaan maaf buat kalian semuanya bila Ning punya salah salah kata, ucapan baik secara tersirat dan tersurat hehe.


dan mohon maaf bila ada yang tersinggung dengan isi dari cerita ini dan mohon maaf juga bila alur ceritanya kurang pas dan lata tempat serta waktunya hehe.


Terima kasih.😁😁

__ADS_1


salam sayang šŸ¤—šŸ¤—


__ADS_2