
" apakah tidak ada cara lain Ryan." Ucap nyonya Chintia.
" Belum ka, selama Annisa masih koma maka kita tidak bisa berbuat apa apa selain berdoa ka." Ucap Ryan lagi.
" Baiklah kalau begitu aku pamit dulu ka, karena aku juga masih ada pasien yang harus aku tangani juga." Ucap Ryan pamit undur diri.
" Baiklah terima kasih." Ucap nyonya Chintia dan tuan Dimas secara bersamaan.
Setelah kepergian Ryan ruang operasi pun terbuka dan menampilkan banyak perawat yang sedang mendorong brankar Annisa karena saat ini Annisa akan di pindahkan ke ruang khusus VIP .
Saat ini nyonya Chintia dan juga tuan Dimas pergi ke mushola untuk mendoakan kesembuhan Annisa dan tidak lupa juga ia mengirimkan pesan untuk Anggara agar dirinya menyusul ke mushola atau mencarnya.
" Bu apa kamu sudah memberi tahu kepada Anggara kalau kita saat ini berada di mushola ?." Tanya tuan Dimas.
" Sudah ayah, ibu sudah memberikan pesan kepada Anggara." Jawab nyonya Chintia.
" Oh iya Bu apa kamu sudah menelfon temanmu itu Agar dia tidak berharap dan mana mungkin dalam kondisi saat ini kita harus menyerahkan Annisa." Ucap tuan Dimas.
" Oh iya ya... ibu sampai lupa." Ucap nyonya Chintia sambil menepuk jidatnya sendiri.
" Ya sudah kalau begitu ibu akan telfon dulu ya..." Ucap nyonya Chintia sambil mengambil handphone nya dan mencari nama kontak temannya.
Kring kring kring kring
" Halo assalamualaikum." Ucap salam si penelepon.
"Waalaikumsalam jeng." Jawab nyonya Chintia.
" Ada apa nih jeng dan tumben nelfon jam segini." Ucap temannya nyonya Chintia.
" Iya nih jeng, aku sebelumnya minta maaf dulu ya... sama Jeung Weni kalau pekerja yang sudah saya janjikan tidak bisa datang." Ucap maaf nyonya Chintia.
" Tidak apa apa jeng, dan saya juga lupa ngasih kabar ke jeng Chintia kalau saya sudah ada pekerja baru yang datang tadi pagi. Dan untungnya Jeung Chintia telfon jadi saya bisa kasih tau." Ucap temannya nyonya Chintia lagi
" Oalah sudah ada ya.." Ucap nyonya Chintia lega
" Iya jeng." Jawab temannya itu.
" Eh jeng tumben berisik di sana." Ucap penasaran temannya itu karena setau dia kalau nyonya Chintia itu menelfon tidak akan pernah di tempat keramaian.
" Hehe iya jeng saya sedang tidak ada di rumah dan saat ini saya sedang berada di rumah sakit." Ucap nyonya Chintia.
" Loh ngapain di rumah sakit jeng, dan siapa yang sakit, apa baik baik saja ?." Tanya temannya nyonya Chintia secara beruntun.
" Aduh jeng kalau bertanya itu satu satu saja dan kalau kebanyakan saya tidak bisa menjawabnya." Ucap kekeh nyonya Chintia.
" Hehe sorry jeng karena efek panik dan khawatir jadi ya.. begini." Ucap kekeh temannya nyonya Chintia.
" Iya iya jeng." Ucap nyonya Chintia geleng geleng kepala walaupun yang di telfon tidak bisa melihat.
" Oh iya jeng siapa yang sakit." Tanya nyonya meta penasaran dan mengulang pertanyaannya.
__ADS_1
" Itu yang sakit Annisa." Ucap nyonya Chintia.
" Annisa siapa jeng ?." Bingung nyonya meta karena menurut dirinya kalau nyonya Chintia hanya mempunyai dua anak yaitu Bryan dan Puspita lalu yang bernama Annisa itu siapa.
" Itu anak dari sepupu saya jeng, masih ingat kan Halimah." Ucap nyonya Chintia kepada nyonya meta dan benar saja nyonya meta langsung kaget serta tidak percaya dengan ucapan dari nyonya Chintia.
" Apa jeng ! anak dari sepupu jeng ?." Ucap kagetnya lagi yang masih belum percaya dengan apa yang barusan nyonya Chintia bicarakan.
" Iya." Ucap Nyonya Chintia.
" Lalu kenapa bisa di sana jeng." Ucap nyonya meta.
" Dia lagi sakit dan saat ini dia sedang koma." Ucap sedih nyonya Chintia.
" Apa koma !." Teriak nyonya meta di telfon dan benar saja karena mendengar teriakkan dari nyonya meta, nyonya Chintia langsung menjauhkan handphone nya dari telinga nya.
" Bis Angga jeng jangan teriak." Ucap kesal nyonya Chintia.
" Sorry jeng." Kekeh nyonya meta di telfon.
" Oh iya jeng Bagaimana Jeng bisa tau kalau dia anaknya Halimah dan bagaimana bisa juga anaknya Halimah mengenal jeng." Ucap nyonya meta.
" Annisa belum kenal siapa saya dan keluarga saya sebelumnya tapi semenjak Puspita membongkar semua rahasia keluarga kami itu membuat Annisa drop dan bukan hanya itu saja, Puspita juga membuka luka lama yang pernah di tutup rapat rapat oleh annisa dan membuat penyakit yang sebelumnya sudah di nyatakan sembuh malah kambuh lagi." Lirih nyonya Chintia di telfon dan itu membuat nyonya meta pun ikut sedih sekaligus kesal dengan anak temannya ini.
" Apa sekarang dia baik baik saja jeng ?." Tanya nyonya meta.
" Belum jeng dan sama sekali belum ada perubahan." Jawab nyonya Chintia.
" Kami sebagai keluarga meminta tolong untuk mendoakan Annisa jeng supaya Annisa bisa mendengar dan cepat merespon jeng." Ucap nyonya Chintia.
" Aamiin jeng dan terima kasih atas doanya." Ucap nyonya Chintia yang ngucapin terima kasih.
" Iya sama sama jeng, oh iya jeng memangnya sekarang lagi di rumah sakit mana ? mungkin nanti saya akan menjenguk Annisa jika saya ada waktu luang." ucap nyonya meta.
" Rumah sakit kasih bunda." Ucap nyonya Chintia memberikan alamat di mana Annisa saat ini sedang di rawat.
" Loh jeng di rumah sakit itu kan tempat anak saya bekerja." Ucap nyonya meta kaget ketika nyonya Chintia memberi tahu alamat rumah sakit.
" Benarkah jeng." Ucap nyonya Chintia yang tidak percaya dengan omongan temannya ini karena setau dirinya mana mungkin anak temennya ini sudah pulang ke Indonesia.
" Bener jeng, kalau tidak percaya coba jeng tanya aja nama anak saya kepada perawat atau dokter yang saat ini sedang bertugas." Ucap nyonya meta lagi.
" Memangnya anak kamu dokter di bidang apa jeng, karena selama ini saya belum pernah lihat anak kamu lagi kecuali waktu dia masih kecil." Terang nyonya Chintia dan memang kenyataannya begitu kalau nyonya Chintia sudah tidak mengenali wajah anak dari temennya sendiri walaupun mereka sudah berteman cukup lama.
" Dia ngambil jurusan di bidang bedah jeng atau penyakit dalam juga kalau ngga salah, coba jeng cek aja nama anak saya yaitu Dafa pranata Brotoseno." Ucap nyonya meta.
" Nanti saya coba tanya ya... jeng." Ucap nyonya Chintia yang antusias karena bisa bertemu dengan anak temannya lagi.
" Tidak usah di coba jeng tapi di cari hehe." Ucap kekeh nyonya meta.
" Iya iya jeng." Ucap nyonya Chintia.
__ADS_1
" Ah dari pada kelamaan mending saya aja ya.. yang kasih tau dia biar dia menemui jeng." Ucap nyonya meta.
" Terserah jeng saja lah. semoga aja anak jeng bisa bantu saya untuk menyembuhkan Annisa."Ucap harap nyonya Chintia.
" Banyakin berdoa saja jeng karena manusia bukanlah tuhan untuk menghidupkan sesuatu." Ucap nyonya meta.
" Kamu benar jeng." Ucap nyonya Chintia.
" Ya sudah kalau begitu saya matikan saja dulu ya... karena saya akan menelfon anak saya dulu." Ucap nyonya meta.
" Ok jeng." Ucap nyonya Chintia sambil menutup telfonnya.
Setelah menelfon nyonya meta, nyonya Chintia pun berbicara kepada suaminya.
" Yah kamu masih ingat Dafa ?." Tanya nyonya Chintia.
" Dafa siapa Bu." Ucap tuan Dimas yang bingung karena dirinya sudah lama tidak mendengar nama Dafa.
" Dafa anaknya meta yah." Ucap nyonya Chintia yang mengingatkan tentang Dafa.
" Ooh Dafa pranata Brotoseno maksud ibu ?." Ucap tuan Dimas.
" Nah itu di yah." Ucap senang dna girang nyonya Chintia.
" Lalu hubungannya sama Dafa apa Bu ?." Bingung tuan Dimas.
" Jadi gini loh ayah, kata meta Dafa sudah pulang dari studi nya dan dia juga katanya tugas di rumah sakit ini." Ucap senang nyonya Chintia.
" Terus hubungan apa lagi Bu." Ucap tuan Dimas lagi.
" Engga ada hubungannya sih, cuman kita kan bisa minta tolong Dafa untuk jagain Annisa selagi kita semua tidak bisa." Ucap Nyonya Chintia enteng.
" Kamu ini ya... Bu malah merepotkan orang lain dan harusnya kamu itu jangan seperti itu apalagi yang berada di rumah sakit ini adalah anak dari sepupu kamu sendiri dan ini juga akibat ulah anak perempuan kamu." Ucap tuan Dimas yang kesal dnegan ide dari sang istri dan bisa bisanya juga sang istri meminta tolong kepada orang lain untuk menjaga anak sepupunya ini.
" Dan apa ibu tau, kalau misalnya Dafa setuju untuk menjaga Annisa lalu bagaimana dengan pekerjaannya sebagai seorang dokter. Dan apa ibu tau dia bakalan menambah beban dan tanggung jawab." Ucap tuan Dimas.
Hay Hay Hay semuanya hehehe
maaf baru bisa up ya...
dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang beragama muslim dan salam toleransi bagi teman-teman yang saat ini juga sedang menjalankan ibadah.
dan seperti biasa Ning mau ngucapin permintaan maaf dulu ya hehehe.
maaf kalau misalnya Ning punya salah baik di sengaja maupun tidak dan maaf banget kalau misalnya kata kata yang Ning tulis ini membuat kalian bingung ya... mohon di maklumi aja ya..karena efek lagi sibuk banget dan ngga ada waktu lagi kalau buat nulis hehe.
Oh iya Ning punya kabar gembira juga buat kalian semua ya...
nanti tanggal satu Ning akan adakan kuis ya... dan kuis ini semata mata buat menambah silaturahmi saja no untuk yang lain ok.
Dan ingat jangan di sangkut pautkan dnegan yang namanya biar naik level atau yang lainnya ok.
__ADS_1
Terima kasih šš
Salam sayang š¤š¤