Perjuangan Gadis Desa

Perjuangan Gadis Desa
Penentuan


__ADS_3

Untuk memperebutkan juara pertama, perwakilan dari ke dua sekolah itu akan mendapatkan pertanyaan yang lumayan sulit.


Sebelum di mulai perlombaan final, mereka di berikan waktu untuk beristirahat.


Mira dan Widi lumayan agak khawatir dengan kompetisi yang akan berlangsung.


Karena lawan mereka juga pintar.


Tetapi yang membuat Mira agak bingung karena lawan mereka selalu 1 orang yang menjawab.


Dalam setiap perwakilan lomba ada dua orang setiap sekolah. Jadi perwakilan SMP Pelita Jaya selalu di dominasi oleh satu orang saja untuk menjawab pertanyaan.


Orang itu orang yang memukuli temannya yang bernama Anton. Orang itu bernama Bima.


Bima seperti ingin mendominasi dalam perlombaan, tetapi yang membuat Mira curiga bukan karena menganggap Bima itu pintar tetapi dia merasa Bima itu memanfaatkan temannya untuk menjadi sorotan.


Karena yang Mira perhatikan, Anton selalu akan mencoret coret atau menulis sebelum Bima menjawab. Jadi Mira memikirkan sebenarnya yang menjadi otak dalam perlombaan ini adalah Anton bukan Bima. Bima hanya ingin di segani dan terkenal di dalam perlombaan.


Itu yang Mira simpulkan.


" Mir, aku rasa SMP Pelita Jaya itu tidak kompak dan berat sebelah deh... soalnya hanya satu orang yang menjawab pertanyaan. Temannya itu seperti benalu yang ikut numpang saja di lombaan ini. "


" Aku rasa kita tidak bisa menilai dari luarnya saja Wid,,, Aku pikir yang kurang kompeten itu malah Bima. Yang selalu menjawwb pertanyaan itu. "


" Kenapa kamu berpikir begitu Mir? Bukannya Bima pintar ya? Dia selalu menjawab pertanyaan dengan benar. "


" Sebelum pertanyaan di buat, bukankah kita selalu di berikan waktu untuk diskusi, di saat itu aku beberapa kali melihat kalau mereka tidak berdiskusi melainkan Anton mencorat coret sesuatu seperti memberikan jawaban ke Bima. Dan Bima langsung menjawabnya. "


" Apa kamu berpikir Anton ini tidak mau terlihat mencolok begitu? "


" Entahlah itu hanya dugaan aku"


Mira tidak mengatakan pemikiran yang dia maksud kepada Widi secara gamblang karena ini hanya dugaan saja dari Mira.

__ADS_1


Yang terpenting yang harus Mira perhatikan nanti adalah Anton. Mira akan berusaha menjawab pertanyaan dengan cepat sebelum Anton selesai memberikan jawaban kepada Bima.


Saat lomba akhir di mulai ke empat siswa perwakilan dua sekolah itu saling berhadapan.


Mira terlihat tenang dan Widi terlihat bersemangat. Di lain sisi, hal yang sama terlihat juga Anton tampak seperti orang yang malas, sedangkan Bima terlihat mendominasi.


" Baiklah untuk setiap peserta yang mengikuti lomba agar menempati tempat yang sudah di sediakan.


Dalam perlombaan kali ini akan ada pertanyaan untuk individu dan ada untuk kelompok. Tetapi tetap memberlakukan kecepatan dalam menjawab. "


" Untuk pertanyaan pertama akan di tanyakan untuk kelompok. Bulan Februari merupakan satu-satunya bulan yang memiliki jumlah hari terpendek yaitu 28 hari. Namun, dalam 4 tahun sekali jumlah harinya yaitu 29 hari. Tahun tersebut dinamakan dengan istilah apa?"


Mira langsung memencet belnya dan mengangkat tangan. saat di berikan menjawab Mira menjawab Tahun kabisat.


Bima menyadari kalau di adu kecepatan dia akan kalah dari Mira karena dia menunggu jawaban dari Anton dulu.


Ini tidak bisa dia biarkan. Dia ingin menjadi pemenang di dalam lomba ini.


Pertanyaan selanjutnya akan lebih sulit lagi, apalagi Mira tidak tau pertanyaan berikutnya akan di bidang pelajaran apa, dia hanya menunggu saja sekarang.


" Pertanyaan kedua masih untuk kelompok. Sebutkan rumus atau tata bahasa dari future continuous tense!"


" Subject + will + Verb -ing." sekarang giliran Widi yang menjawab dengan cepat.


Hal ini jelas sangat mengganggu untuk Bima. Maka dari itu dia lebih menekan Anton agar dia bisa memberikan jawaban yang lebih cepat lagi.


" Petanyaan selanjutnya, Nadya kesulitan menutup pagar besi rumahnya pada siang hari. Namun, pada malam hari Ia bisa melakukannya dengan mudah. Hal ini karena terjadi sebuah proses dimana benda membesar karena panas matahari. Proses apakah yang dimaksud?"


"Pemuaian."


Mira tidak memberikan kesempatan untuk Anton memberikan jawaban untuk Bima jadi Mira ingin membuat agar Anton sendiri yang menjawab semua pertanyaan itu dan melawan Mira.


Sedangkan Bima sudah mulai terlihat marah. Dia sudah susah untuk mengontrol raut wajahnya karena ini sudah tiga pertanyaan dan di jawab benar oleh pesaingnya.

__ADS_1


" Pertanyaan ke empat, Karya yang isinya merupakan perjalanan dan kisah hidup seseorang dari lahir hingga meninggal disebut denganโ€ฆ?"


Anton yang terus di desak oleh Bima pun akhirnya memilih untuk menjawab sendiri pertanyaan yang di berikan.


" Biografi"


Akhirnya sekolah Pelita Jaya menjawab 1 pertanyaan dengan benar. Dan keinginan Mira juga akhirnya bisa terpenuhi. Dia hanya ingin Anton tidak bersembunyi lagi dan menjadi otak untuk Bima.


Sedangkan Bima yang tidak di berikan jawaban oleh Anton dan malah dia sendiri yang menjawab membuat Bima bertambah kesal.


" Pertanyaan terakhir untuk kelompok, karena setelah itu akan pertanyaan individu. Seseorang tidak dapat melihat atau membedakan garis horisontal dan vertikal secara bersamaan. Apakah cacat mata yang diderita oleh orang tersebut?"


Mira memberikan dulu kesempatan untuk Widi menjawab, tetapi dia tidak tau dan Mira juga melihat Anton yang sedang berfikir. Jadi Mira ingin menjawab pertanyaan tersebut. karena dia sudah memberikan kesempatan untuk lawannya berpikir.


"Astigmatisma atau silindris."


Jawaban yang di berikan Mira sangat benar.


Widi sangat senang untuk ini. yang berarti mereka sudah memenangkan setengah dari lomba ini dan kemungkinan menang berikutnya sangat besar.


Anton mendengar jawaban Mira hanya bisa kagum dengan sosok itu. Ternyata lawannya orang yang pintar menurut dia.


Anton tidak perduli lagi dengan ancaman dari Bima, dia akan melawan Mira nanti saat pertanyaan Individu dengan lebih serius.


Anton jarang bisa bersemangat seperti ini dalam perlombaan. karena selama ini peserta yang di lawan selalu memandang rendah dia dan seolah tidak perduli dengan adanya Anton.


Tetapi Anton melihat hal yang berbeda dari Mira, Mira seolah ingin menantang Anton dalam perlombaan ini, itu terlihat jelas dari mata Mira yang setiap menjawab pertanyaan bukan Bima yang di lihat melainkan Anton yang di lihat.


Tatapan Mira pun, bukan tatapan menghina dan mengejek seperti orang lain, tetapi seperti tatapan yang memberikan tantangan untuk orang yang di tantang. Itulah kenapa Anton lebih semangat ingin mengalahkan Mira dalam perlombaan selanjutnya.


Mira yang melihat respon baik dari Anton melalui tatapannya akhirnya merasa senang, karena lawannya mengerti maksud dari apa yang dia lakukan.


Mira tau Anton tidaklah semudah itu untuk di lawan. Maka dari itu dia tidak pernah meremehkan Anton. Sedangkan Bima, Mira tau dia anak yang pintar tapi tidak seperti Anton. Makanya Bima menindas Anton seperti yang di lihat Mira di awal.

__ADS_1


__ADS_2