
Sedangkan di tempat yang jauh dari kata pemukiman ada seseorang yang saat ini sedang menangis.
" Maafkan aku." Ucap orang misterius itu.
Tok tok tok tok
" Permisi bos." Ucap anak buah orang misterius itu sambil membuka pintu ruangan bos.
" Ada apa." Ucapnya dan sebelum anak buahnya masuk orang misterius itu lebih dulu mengusap air matanya agar tidak terlihat oleh anak buahnya.
" Ada berita terbaru lagi bos." Ucap anak buahnya.
" Berita tentang apa ?." Tanya orang misterius itu.
" Begini bos, saya mendapatkan informasi dari mata mata yang berada di pihak wanita itu dan dia mengabarkan bahwa bos nya telah melakukan tindak kejahatan dengan melukai anak buah dari Bella, karena anak buah Bella tidak sengaja menguping semua rencana yang sudah di susun oleh bos nya." Ucapnya.
" Memangnya apa yang di dengar." Tanya penasaran.
" Kalau tidak salah dia ingin menghancurkan keluarga tuan angkasa beserta semua keturunannya dan dia juga ingin mengucurkan keluarga nyonya Chintia berserta mengambil semua aset yang mereka miliki." Ucap anak Buahnya panjang lebar.
" Lalu apa tindakan mereka yang mereka lakukan terhadap anak buah Bella." Tanya nya sambil menatap serius ke arah anak buahnya.
" Dia memukul kepala anak buahnya sampai berdarah namun dia selamat karena dia menekan pendarahannya sendiri dan tidak lupa juga di tolong oleh pegawai rumah sakit yang berprofesi OB." Ucap anak buah orang misterius itu sambil mengingatnya.
" Apa mereka saat ini sudah berencana untuk bertindak ?." Tanyanya.
" Sudah bos." Jawab cepat anak buahnya.
" Baiklah kalau begitu dan terima kasih atas informasinya dan silahkan kembali lagi dan jangan lupa kamu beserta yang lainnya beristirahat." Ucapnya lagi sambil menyuruh pergi dan tidak lupa juga mengingatkan agar semua anak buahnya untuk beristirahat.
" Baik bos, kalau begitu saya permisi." Ucap anak buahnya undur diri dan juga orang misterius itu hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda jawaban iya.
Setelah kepergian anak buahnya. Laki laki misterius itu langsung memikirkan bagaimana dia melindungi semua keluarganya dan tidak lupa juga menangkap orang yang selama ini dia benci.
" Ternyata wanita itu sudah muncul kembali setelah sekian tahun dia menghilang dan ternyata dia masih sama seperti dulu tetap masih serakah." Gumamnya.
" Kita lihat saja apa yang akan kau lakukan kepada keluargaku dan jangan harap bisa lolos dari cengkeraman ku." Gumamnya lagi sambil menyenderkan seluruh badannya di kursi kebesarannya.
Pagi pun telah tiba dan saat ini semua orang sedang melakukan aktifitas masing masing dan juga burung burung berkicau di pagi hari.
" Hoam." Ucap Puspita yang saat ini baru bangun tidur sambil menyenderkan badannya di kepala ranjang.
" Jam berapa ini." Bingung Puspita karena tidak biasanya rumah sepi dan tidak mendengar suara berisik.
Karena penasaran akhirnya Puspita pun dari ranjang dalam keadaan rambut berantakan dan muka bantal, setalah itu dia membuka pintu dan melangkahkan kakinya menuju ka ruang yang biasa keluarga nya kumpul, setelah sampai di ruangan tersebut ternyata kosong dan tidak ada siapapun sama sama sekali. Karena penasaran akhirnya dia pun mencari pelayan rumah.
" Hay kamu." Ucap Puspita memanggil pelayan rumah dengan tidak sopan nya.
" Saya nona." Ucap pelayan itu sambil menunjuk dirinya sendiri karena takut salah jika nona mudanya tidak memanggil dirinya.
__ADS_1
" Iya kamu siapa lagi yang ada di sini selain kamu." Ucap Puspita dengan suara agak keras.
" Ada yang bisa di bantu nona." Ucap pelayan itu sopan walaupun sebenarnya dia merasa dongkol dengan nona mudanya ini, karena menurut pelayan pelayan sebelumnya nona muda di keluarga ini sudah mulai semena mena dan dan tidak menghargai.
" Pada kemana semua orang yang ada di rumah ini " Tanya nya.
" Ooh tuan Dimas dan nyonya Chintia sekarang masih berada di rumah sakit termasuk Aden Bryan nona." Ucap pelayan memberitahukan keberadaan kedua orang tuanya nona Puspita termasuk keberadaan adiknya.
" Terus suami saya kemana ?." Tanya Puspita karena ketika bangun tidur dia tidak menemukan keberadaan suaminya sama sekali.
" Tuan Anggara juga ikut ke rumah sakit nona dan sepertinya mereka tidka pulang sama sekali." Ucap pelayan lagi.
" Buat apa sih mereka semuanya nunggu anak pembawa sial engga ada kerjaan banget sih." Ucap Puspita merasa jengkel karena sejak Annisa datang dirinya sudah tidak lagi di perhatikan oleh keluarganya termasuk suaminya.
" Harusnya nona itu ngaca sendiri dong, nona Annisa lebih pantas mendapatkan kasih sayang dari keluarga nona di bandingkan nona yang hanya bisa semena mena terhadap pekerja di rumah ini." Gumam pelayan dalam hati.
" Cepat siapkan sarapan pagi ini saya sudah lapar." Ucap Puspita setelah itu pergi ke ruang makan.
" Dasar nona tidak punya etika." Gerutu pelayan setelah itu dia pergi ke arah dapur untuk membuat sarapan.
sedangkan di rumah sakit saat ini Nyonya Chintia masih tidur karena kelelahan di saat menjaga Annisa sedangkan di ruangan berbeda Bella saat ini pun sama masih tidur.
" Bu bangun Bu sudah pagi." Ucap Anggara membangunkan ibu mertuanya sedangkan nyonya Chintia tidak mendengar sama sekali panggilan Anggara sehingga membaut Anggara menghela nafas berat.
" Bagaimana ?." Tanya Bryan dari arah kamar mandi.
" Masih sama bekum mau bangun." Ucap Anggara.
" Benar apa yang di katan ayah." Ucap Anggara menganggukkan kepalanya sebagai tanda setuju.
" Tapi kalau ibu masih tidur bagaimana ibu akan sarapan ayah yang ada ibu bakalan sakit kalau ibu ngga sarapan." Ucap Bryan mengingatkan ayahnya jika sang ibu tidak boleh telat makan semenit saja, jika sampai it terjadi maka sang ibu akan sakit.
" Lalu ?." Tanya Tuan Dimas.
" Ya... kita harus tetap coba bangunkan ibu yah." Ucap Bryan sambil melangkahkan kakinya ke arah sang ibu yang saat ini masih tidur di sofa rumah sakit.
Ketika sudah merasa dekat Bryan pun mensejajarkan badannya dengan sang ibu agar dirinya lebih mudah untuk membangunkan sang ibu.
" Ibu sayang bangun yuk, ini sudah pagi loh... masa ibu belum mau bangun sih, nanti kalau ibu belum bangun dan belum sarapan ibu bakalan sakit loh." Ucap bryan sambil mengelus kepala sang ibu yang tertutup hijab.
" Ibu beneran ngga mau bangun nih....." Ucap Bryan lagi.
Hoam........
" Ada apa nak." Ucap nyonya Chintia dengan suara serak bangun tidur namun,matanya masih di tutup rapat.
" Ibu bangun yuk ini sudah pagi." Ucap Bryan lagi.
" Sebentar ya... nak ibu masing mengantuk dan biarkan ibu tidur sebentar lagi." Ucap nyonya Chintia sambil menarik selimutnya.
__ADS_1
" Kalau ibu ngga mau bangun nanti ibu akan telat sarapan nah kalau udah telat sarapan maka ibu akan sakit lagi apa ibu mau sakit lagi." Ucap Bryan mengingatkan sang ibu agar cepat bangun karena dirinya sebenarnya merasa khawatir kalau ibunya telat sarapan dan yang ada malah sakit.
" Iya iya ibu bangun." Ucap Nyonya Chintia bangun dari sofa dan duduk.
" Karena ibu sudah bangun maka Bryan tinggal dulu ya... karena Bryan mau pulang dulu ke rumah ambil baju ganti dan juga bawa sarapan." Ucap Bryan berdiri sambil melangkahkan kakinya buat ambil kunci mobil.
" Ya... sudah kamu hati hati ya... dan jangan ngebut ketika kamu bawa mobil." Ucap Nyonya Chintia memperingati anaknya.
" Iya Bu, Bryan pasti hati hati dan ibu jangan tidur lagi ingat." Ucap Bryan.
" Iya iya anak nakal." Ucap nyonya Chintia.
" ayah dan Kaka, Bryan pulang dulu ya... buat ambil baju." Ucap Bryan.
" Iya hati hati ya.. nak dan jika sudah sampai di rumah tolong kasih tau Puspita agar dia bisa menyusul ke rumah sakit dan jagain Annisa." Ucap tuan Dimas meminta tolong kepada sang anak.
" Iya." Jawab singkat Bryan.
Setelah mengatakan itu Bryan pun keluar dari ruangan Annisa tapi sebelum pulang Bryan menyempatkan dirinya untuk memesan beberapa makanan untuk di bawa ke rumah sakit dan juga buat para pekerja yang ebrada di rumah setelah memesan beberapa makanan Bryan pun pulang ke rumah.
Tin tin tin tin
" Pak tolong buka gerbangnya." Ucap Bryan kepada satpam.
" Eh iya mas." Ucap satpam kaget karena dirinya sedang asik nonton tv sehingga tidak mendengar suara klakson mobil.
Setelah gerbang di buka mobil Bryan pun masuk ke halaman rumah dan memakirkan mobilnya.
" Maaf ya.. den bapak ngga tau kalau ternyata Aden pulang ke rumah dan maaf juga kalai bapak ngga dengar suara klakson mobil Aden." Ucap satpam merasa bersalah karena dirinya kelamaan membuka gerbang.
" Tidak apa apa pak, saya mengerti dan tak masalah." Ucap Bryan tersenyum sambil menepuk bahu pak satpam.
" Kalai begitu saya permisi dulu ya... ih iya pa nanti kan ada yang kirim makanan ke sini dan bapak tolong terima ya... setelah itu bagi bagi ke pekerja di sini." Ucap Bryan.
" Baik den." Ucap pak satpam.
" Ternyata den Bryan baik banget ya... dan ngga seperti kakaknya yang hanya bisa semena mena saja sama para pekerja di sini." Ucap pak satpam dalam hati sambil memperhatikan tuan mudanya yang sudah menghilang dari hadapannya.
Hay Hay Hay Hay Hay
maaf kemarin ngga bisa up ya...
efek waktu hanya sedikit dan harus butuh istirahat lagi hehe.
Aku ngga bakalan banyak ngomong jadi aku hanya akan ketik seadanya saja ya..š¤
seperti biasa Ning mau ngucapin permintaan maaf dulu ya hehehehe
maaf banget kalau misalnya di dalam penulisan Ning ini ada kata kata yang membuat kalin tersinggung ya.. dan maaf banget kalau misalnya kebanyakan typo.
__ADS_1
Terima kasih šš
Salam sayang š¤š¤