
Hari yang di tunggu oleh sebagian sisawa di sekolah Harapan telah tiba. Hari ini mereka semua akan berjuang untuk mendapatkan kesempatan untuk naik tingkat lebih cepat dari siswa lain.
Ada sekitar sepuluh orang murid yang mengikuti ujian ini. Mereka sama sama merasa khawatir dan dan cemas mengikuti ujian ini.
Walaupun bekal belajar mereka sudah matang tapi kesiapan mental mereka yang belum siap sama sekali.
" Baiklah untuk para siswa yang akan mengikuti ujian ini, kalian bisa mencari tempat duduk sendiri. masing masing dari kalian duduk satu bangku satu orang.
untuk tempat duduk yang di tandai jangan di tempati. Carilah tempat duduk yang tidak dibtandai.
Dengan begini jarak kalian akan lebih mudah untuk di awasi. "
" baik pak"
Semua siswa menjawab dengan serempak dan mulai mencari tempat duduk sendiri.
Mira dari awal sampai di sekolah dia hanya diam dan tidak bicara apapun bahkan dengan Widi dia tidak bicara. Widi juga melakukan hal yang sama.
Mereka sama sama diam dan seperti tau apa yang sedang mereka pikirkan.
Kecemasan dan kehawatiran terlihat di beberapa siswa.
__ADS_1
" Semoga selama ujian ini berjalan dengan sekses" Saat duduk Mira bergumam seperti itu.
" Silakan di isi dulu identitas kalian masing masing di dalam lembar jawaban. Isi dengan perlahan, dan pastikan tidak salah. Karena itu akan mempengaruhi jawaban kalian. "
Semua siswa mulai melakukan instruksi yang mereka dengar dan mulai mengisi lembar jawaban.
Setelah 90 menit waktu berlalu akhirnya ujian pertama selesai.
Hari ini akan ada tiga mata pelajaran yang di ujikan. Setiap mata pelajaran memiliki waktu 90 menit.
Waktu yang panjang sepadan dengan jumlah pertanyaan yang di dapat.
Hari untuk ujian ini berlangsung lima hari yang di bagi menjadi, tiga hari ujian tulis dan dua hari ujian peraktek.
Waktu terlewati dengan cepat dan ujian hari pertama sudah selesai. Sebagian siswa meninggalkan sekolah dengan wajah yang lega dan sebagian merasa masih memiliki beban.
Mira sakah satu siswa yang pulang dengan beban di pikirannya.
Mira merasa ragu dengan pertanyaan yang dia dapat tadi. pertanyaan itu seputar pemdapat dia mengenai aturan pemerintah.
Mira tidak menjawab pertanyaan itu karena di rasa jawabannya tidak ada yang sesuai dengan apa yang dia mau.
__ADS_1
Mira mempercayai kalau aturan pemerintah saat ini itu masih tajam kebawah dan belum benar benar mensejahterakan masyarakat umum.
Inilah kenapa Mira tidak mau menjawab pertanyaan itu.
Fakta yang Mira temukan di masyarakat dan teori di buku sangat berbeda. Apa yang di tulis tidak semuanya benar. Dan Mira berpikir kalaupun dia tidak lulus ujian ini karena pertanyaan tersebut dia merasa tidak masalah.
Dia mempunyai pendapat sendiri dan dia siap mengambil resiko untuk hal ini.
Widi dalam suasana hati yang berbeda dengan Mira, Widi merasa sedikit lega karena sudah menyelesaikan ujiannya kali ini.
Dia juga merasa menjawab pertanyaannya dengan benar semua.
Kali ini dia akui kalau hasil belajarnya selama ini sangat berguna saat ujian yang dia lalui ini.
Sungguh bersyukur dia tidak menyerah di awal dan selalu di berikan semangat oleh Mira.
Tapi dia dari pagi belum ada bicara dengan Mira sepatah kata pun. Karena Mira sendiri sepertinya dalam suasana hati yang buruk jadi dia tidak ingin mengganggu Mira dulu.
Sesampainya di rumah, Mira tidak seperti biasa, dia langsung tidur di kamarnya dan tidak keluar kamar.
Di rumah Mira seperti biasa tidak ada orang, semua sibuk dan ini di manfaatkan oleh Mira untuk menenangkan pikiran dan mulai berlatih pernapasan lagi.
__ADS_1
Dia ingin lebih tenang untuk melewati semuanya.