Perjuangan Gadis Desa

Perjuangan Gadis Desa
Episode 23


__ADS_3

" Bos semuanya sudah kumpul dan selanjutnya kita harus bagaimana ?." Tanya Jeki.


" Kita bagi tiga kelompok sama tapi sebelum itu aku mau tanya berapa jumlah anak buah kita semuanya." Tanya Bella kepada Jeki.


" Semuanya ada sekitar 250 orang bos tapi saya cuman membawa 50 orang saja." Jawab Jeki.


" Baiklah kurasa itu sudah cukup untuk kita bagi tiga." Ucap Bella.


" Loh Kenapa di bagi tiga bos ?." Ucap Jeki bingung.


" Karena kalau kita bagi dua kemungkinan kita akan ketahuan sama keluarga mereka kalau kita yang melakukan tindakan ini tapi jika kita bagi menjadi tiga maka kita semua akan aman dan tidak akan pernah di ketahui." Jelas bella.


" Baiklah kalau begitu bos. Tapi kita akan di bagi menjadi berapa orang bos." Tanya Jeki.


" Satu kelompok berjumlah 15 orang dan sisanya menjadi 20 orang. Nah, kalau yang berjumlah 20 orang itu maka ikut aku ke rumah sakit dan membawa kabur nona muda sedangkan satu kelompok lagi harus menjemput keluarga nyonya Halimah malam ini juga dan membawa pergi jauh keluarga itu serta jangan ada jejak sedikit pun." Jelas panjang Bella kepada semua anak buahnya.


" Tapi bos bagaimana cara kita membawa nona muda sedangkan penjagaan di sana mungkin sangat ketat apalagi kalau kita menyelinap membawa kabur maka kemungkinan besar kita akan ketahuan bos." Khawatir Jeki.


" Kita buat kerja sama dengan dokter yang kebetulan dia adalah temanku dan mungkin di dia juga bisa membantu kita untuk membawa kabur." Ucap Bella lagi.


" Seperti tidak mungkin teman bos bisa membantu kita karena kemungkinan besar juga dokter itu akan menjadi incaran keluarga itu sampai akar akarnya." Jelas Jeki lagi mengingatkan bagaimana keluarga wong bisa melakukan apa saja.


" Benar juga dan kenapa aku bisa sampai lupa." Ucap Bella sambil menepuk jidatnya.


" Apakah kalian ada usul bagaimana kita bisa menyelamatkan nona muda kita dari keluarga wong." Ucap Bella kepada semua anak buahnya dan lebih parahnya lagi mereka tidak mengerti kenapa bos nya ini menyebut nona muda dan membawa nama wong juga dan seketika Bella pun mengerti dengan kebingungan mereka semua.


" kalian semua pasti akan kaget ketika mendengar berita ini, tapi inilah kenyataan yang sebenarnya dan jika kalian tahu mengenai ini saya harap kalian bisa menutup mulut dari keluarga wong dan Sanjaya karena keselamatan nona muda ada di tangan kita dan menjauhkannya dari para musuh." Ucap Bella lagi sambil memperhatikan raut wajah para anak buahnya.


" Maaf bos apa saya boleh bertanya." tanya anak buah Bella yang memberanikan diri untuk bertanya langsung agar tidak membuat teman yang lainnya merasa bingung.


" Iya silahkan." Ucap Bella yang mempersilahkan anak buahnya untuk bertanya.


" Apa yang di maksud oleh bos tentang nona muda ?." Tanya anak buah satu.


" Baiklah saya akan jawab tapi saya ingin kalian semuanya untuk berjanji kepada saya dan keluarga ini." Ucap Bella yang menginginkan anak buahnya untuk menjaga dan melindungi keluarga tuan angkasa.


" Kami akan menjadi keturunan keluarga angkasa bos walaupun nyawa kita semua taruhannya." Ucap semua rekan anak buah Bella.


" Bagus dan aku salut pada kalian semua." Ucap Bella senang.

__ADS_1


" Dengarkan baik ya.. karena saya tidak akan pernah mau mengulang kata kata yang keluar dari mulut saya mengerti." Ucap tegas Bella


" Siap kami mengerti bos." Jawab serempak semua rekan anak buah Bella.


" Nona muda yang di maksud oleh saya adalah cucu dari tuan angkasa dan anak dari nyonya Halimah dan juga tuan Bramantyo. Namun, itu pun saya baru tau ketika saya berada di rumah nyonya Chintia kemarin. Dan bukan hanya itu saja saya mendapatkan banyak kejutan dari keluarga itu dan saya juga merasa sedih ketika pertama kali bertemu dengan nona muda." Ucap Bella meneteskan air mata di depan anak buahnya dan ini pula menjadi kejutan untuk mereka semua karena baru kali ini bosnya sedih dan meneteskan air matanya di depan mereka namun, karena sadar Bella pun langsung menghapus air matanya.


" lalu bagaimana lagi bos." Tanya anak buahnya yang semakin penasaran.


" Sekarang dia berada di rumah sakit karena kelakuan dari anak nyonya Chintia yaitu nona Puspita." Ucap Bella mengepalkan tangannya dan menggerakkan giginya ketika mengingat bagaimana kelakuan nona Puspita.


" Bagaimana bisa bos ?." Bingung mereka serempak.


" Apa kalian tau bagaimana watak dari nona Puspita yang sebenarnya." Tanya Bella.


" Saya tau bos tapi kalau yang lainnya mungkin saya tidak tau karena saya sendiri pernah melihat bagaimana busuknya kelakuan nona Puspita." Jawab anak buah satu yang sudah lebih dulu mengetahui semua akal busuk nona muda yang di keluarga nyonya Chintia.


" Mungkin yang lainnya tidak akan tau karena pada saat kejadian itu hanya aku dan anak buah satu saja yang menuju lokasi." Ucap Bella yang mengingat bagaimana sulitnya mencari lokasi penyekapan yang di lakukan oleh nona Puspita kepada karyawan yang tidak bersalah sama sekali itu dan di saat itu juga dirinya tau semua akal busuknya.


" lalu setelah bos dan anak buah bos pertama tau semua kelakuan busuk dari nona Puspita kenapa tidak memberitahu kami soal ini." Tanya Jeki yang mulai ikut berbicara dan juga penasaran bagaimana bos dan anak buahnya lebih tau seluk beluk nona Puspita.


" Kamu tidak akan tau Jek, karena pada saat kejadian itu kamu sedang membantu tuan besar untuk pergi ke acara bisnis nya." Ucap Bella lagi.


" Bisa bos beritahu semua kebusukan dari nona Puspita ?." Tanya Jeki.


" Bisa saja tapi kalian semua harus janji pada saya untuk berhati-hati dengan nona Puspita karena dirinya bisa memainkan perannya dengan cara halus dna mulus tanpa jejak." Ucap Bella mengingatkan anak buahnya.


" Baik bos kami akan mengingat nya dan juga kami semua akan lebih berhati-hat." Ucap anak buah yang lain.


" bagus." Ucap bella


" Kalau begitu mari kita semau berangkat dan setelah itu kita berpisah untuk ke tujuan kita masing masing, apa kalian semua mengerti." Ucap Bella lagi.


" Siap kami mengerti bos." Ucap serempak anak buah Bella dan akhirnya semuanya membubarkan diri untuk ke bagian tugas masing masing.


Namun tanpa Bella sadari dan anak buah Bella ada seseorang yang mendengar semuanya dan dia pun langsung pergi tapi sebelum pergi dia menghubungi semua anak buahnya dan dia juga membagi tugas supaya rencana ini bisa berhasil dan tanpa meninggalkan jejak sedikitpun.


Berbeda di rumah sakit saat ini dokter Ryan dan Bryan langsung keluar dari rumah sakit dan membopong tubuh Annisa yang semakin pucat dan lemah serta tidak lupa juga dia memanggil semua perawat untuk mengambil brankar dan juga alat pernafasan.


" Suster.... suster.... suster cepat tolong saya dan bawa brankar ke sini serta jangan lupa bawa alat pernafasan cepat !!!." Teriak dokter Ryan yang saat ini masih membopong tubuh Annisa.

__ADS_1


" Bryan cepat kamu cari alat pernapasan sekarang dan jangan lupa kamu cari kain untuk menutup rambut Annisa." Peri Tah dokter Ryan.


" Baik om." Ucap Bryan menganggukkan kepalanya dan langsung berlari ka arah temlat penyimpan barang alat kesehatan.


" suster cepat bawa brankar nya sekarang !." Teriak dokter Ryan lagi karena dirinya belum mendapatkan brankar sama sekali dan pada akhirnya teriakan dokter Ryan yang kedua membuat beberapa perawat mendorong brankar ke arah dirinya dan tidak lupa juga dokter Ryan memarahi mereka.


" Kalian ini kenapa lama sekali hah !! saya panggil dari tadi tapi kenapa baru sekarang hah !! di sini banyak perawat tapi kalian lelet dan ngga berguna sama sekali, jika kalian tidak ingin atau berniat membantu pasien lebih baik kalian pulang dan angkat kaki dari rumah sakit." Ucap dokter Ryan marah dan menggebu hingga membuat beberapa perawat nyalinya menciut dan meminta maaf kepada dokter Ryan.


" Maaf dok." Jawab serempak para perawat.


" Permintaan maaf kalian belum saya terima sebelum pasien yang saya ini bawa dan ingat jika terjadi sesuatu atau keterlambatan maka kalian semua saya pecat." Ucap dokter Ryan tegas.


" Aduh gimana ini, kalau pasien yang aku bawa ini meninggal bagaimana nasib aku l." Gumam perawat perempuan dalam hati.


" Baru kali ini aku melihat dokter Ryan sangat marah dan baru kali ini juga aku melihat ada pasien yang sangat di prioritaskan karena keterlambatan kami." Gumam perawat laki laki yang merasa penasaran dengan identitas pasien wanita ini.


Karena mereka asik bergumam dan tidak menyadari kalau Bryan sudah ada di sisi mereka dan membuat para perawat kaget.


" Om ini alat pernapasannya dan cepat om tolong Annisa." Ucap Bryan kepada Ryan sambil menyerahkan alat pernafasan.


" Berdoa saja semoga dia baik baik saja dan tidak terjadi apa apa." Ucap dokter Ryan sambil menepuk bahu Bryan.


" Annisa kesayangan Kaka bangun ya... jangan siksa Kaka kaya begini ya..." Ucap Bryan sambil mengelus kepalanya Annisa yang tertutup hijab.


" Berdoalah sama Allah Bryan apapun yang terjadi kita semua sudah berusaha." Ucap dokter Ryan lagi.


Karena asik mengobrol para perawat pun mulai ketakutan karena pasien yang di bawa oleh mereka adalah salah satu keluarga wong atau pemilik rumah sakit ini.


Hay Hay Hay semuanya hehehe maaf banget ya... baru bisa up dan maaf banget kalau kelamaan ngga up.


sebelumnya ning mau minta maaf dulu kalau misalnya Ning punya salah dan maaf banget kalau misalnya penulis kata katanya ada yang membuat kalian tersinggung dan mohon maaf banget kalau misalnya kebanyak Typo ya... hehehe.


Tetap jaga kesehatan kalian semuanya ya... dan jangan lupa banyak istirahat biar kalian tetap fit dan pastinya jangan lupa u tuk berolahraga serta makan makanan yang cukup ya...


Tetap jaga kesehatan dan keselamatan ya....


Terima kasih 😁😁😁


Salam sayang šŸ¤—šŸ¤—šŸ¤—

__ADS_1


__ADS_2