
Perlombaan berikutnya akan segera di mulai, Widi tambah takut dengan hal ini. Di lomba kali ini akan di liat seberapa besar konstribusi setiap peserta, dan di uji tentang seberapa luas pengetahuannya.
Mira sendiri bukannya gugup malah dia sedang memikirkan hal yang lain. Mira sedang memikirkan kenapa penguji kali ini memberikan tantangan seperti ini kepada mereka. Sebenarnya perlombaan ini kan bukan untuk menunjukan kemampuan dan kepintaran pribadi, tetapi untuk melihat sekolah mana yang lebih berpotensi.
Mira memikirkan ini pelan pelan dan berpikir hadiahnya bukan hanya soal piala atau penghargaan saja. Tapi ini bisa jadi tentang siswa yang layak mendapatkan percepatan kelas.
Dari dugaan itu, Mira akhirnya memutuskan menemui guru pembimbing.
"Pak, saya mau menanyakan soal hadiah lomba ini, apa ada hal selain penghargaan dan piala untuk sekolah yang menang? "
" wahhh bapak tidak menyangka kamu sangat peka dengan hal ini Mira, ternyata kamu sudah mengetahui hal ini. Jadi begini nanti saat perlombaan berlangsung juri akan memilih dua siswa berprestasi untuk mengikuti perlombaan Nasional. Dan siswa tersebut sudah pasti akan mendapatkan sekolah dengan beasiswa di sekolah unggulan di kota. "
" Jadi ini bukan berhubungan dengan percepatan kelas ya pak? "
__ADS_1
" Ini juga akan mempengaruhi hal itu. apabila kamu lolos, dan bisa menjadi perwakilan lomba Nasional, sudah dipastikan kamu layak mendapatkan percepatan kelas. "
" Oooo begitu pak, tapi apabila yang lolos bukan saya dan Widi, apa kami masih bisa ikut ujian percepatan kelas pak? "
" Tentu bisa, Ini hanya cara cepatnya. Apabila salah satu dari kalian saja yang lolos juga tidak masalah untuk kalian. Karena untuk percepatan kelas masih bisa di ikuti dengan ujian tersebut. "
" Baik kalau begitu pak. saya mengerti. "
" Bapak berharap kamu tidak mengalah nanti Mir, kamu bisa mewakili untuk lomba Nasional itu. "
" kamu bisa menjalaninya dengan perlahan Mir, jangan di jadikan beban. Sekarang fokus kamu di lomba ini saja dulu. Untuk masalah lain, nanti saja kamu fikirkan lagi. Sekarang menaglah dulu dan buat bangga nama sekolah kita. "
" Baik pak, saya mengerti. Saya akan melakukan yang terbaik untuk lomba ini.
__ADS_1
Apabila nanti saya terpilih untuk mengikuti lomba nasional saya harap pasangan saya adalah Widi. "
Setelah berbincang dengan gurunya Mira akhirnya mencari Widi untuk memberitahukan informasi mengenai hal yang dia dapat tadi dari guru pembimbing.
Widi yang mendengar itu menjadi semakin tertekan tetapi Mira mengatakan semua akan baik baik saja dan Mira akan ada bersama dia apapun yang terjadi.
Widi yang mendengar kata kata dari Mira merasa sedikit lebih tenang dan berharap tidak menjadi beban Mira nantinya.
Dia akan berusaha sebaik mungkin untuk menjawab pertanyaan nanti dan menjadi perwakilan untuk lomba nasional dengan Mira.
Walaupun hasil belum pasti siapa yang dipilih, tetapi dia menyakini kalau yang akan mewakili itu salah satunya Mira.
Itu di karenakan Mira lebih unggul dalam lomba yang sudah berlangsung, Widi juga sudah melihat kalau apa yang Mira ucapkan tentang Bima itu benar adanya. Bima seperti memanfaatkan Anton.
__ADS_1
Dan Anton adalah otak untuk Bima, maka dari itu saat lomba berlangsung Mira membuat agar Anton tidak bisa memberikan jawaban untuk Bima dan memaksa Anton agar dia sendiri yang menjawab pertanyaan tersebut.