Perjuangan Gadis Desa

Perjuangan Gadis Desa
Perhatian Sifa


__ADS_3

" Anton, aku ingin bicara.. kenapa kamu menghindari aku"


Sifa mencegat Anton saat akan kembali ke kelasnya. Anton tidak menjawab pertanyaan Sifa. Dia hanya melihat dan menaikan sebelah alisnya.


Sifa yang mendapat respon begitu menjadi semakin kesal. Dengan nada manja dia berusaha menarik perhatian Anton.


" Anton... iiiihhh kamu kenapa sih cuek banget sama aku? aku kan hanya ingin kenal kamu saja Ton.... "


Lagi lagi anton tidak merespon dan dia malah pergi meninggalkan Sifa disana dengan dramanya. siswa lain yang melihat hal ini ada yang mencibir, ada juga yang kasihan.


Sifa sudah menjadi buah bibir di sekolahan karena dia di tolak oleh Anton secara terang terangan.


Sifa yang tidak pernah di perlakuka begitu menjadi marah tapi juga merasa tertarik dengan Anton.


" Dia laki laki pertama yang menolak aku. walaupun aku malu karena perlakuannya tapi aku merasa sangat tertantang dengan hal ini. Anton tunggu saja. aku akan menaklukan kamu. "


Gumaman Sifa di dengar oleh Jesi. dan jesi hahya mencibir di belakang sifa.


" Fa... anton akan sulit kamu dapatkan.. kamu tidak lihat dia sama sekali tidak memperhatikan kamu? "

__ADS_1


" diam kamu Jes... aku pasti akan mendapatkannya"


" tapi Fa... apa kamu yakin tertarik karena suka bukan karena obsesi? soalnya kamu semakin gila saja mengejar dia. ingat kalau kamu terlalu berambisi mendapatkan sesuatu, nanti kalau kamu gagal kamu akan frustasi dan stres. "


" dia akan menjadi milik aku Jes. pasti. "


Jesi hanya menghela napas dan dia ikut pergi bersama Sifa.


Di kelas Anton duduk seorang diri, dia sedang membaca buku mengenai bisnis yang dia pinjam di perpustakaan. Saat sedang fokus memahami isi buku dia di kejutkan oleh kedatangan Fredi.


" Ton... hei... aku dengar Sifa lagi membelikan kamu makanan itu di kantin sekolah. "


" bego... kalau mau mengindar ya cepat pergi. sebelum dia datang. "


" biar saja. nanti bisa aku tolak "


" kamu itu emang pinter Ton, tapi tidak soal hubungan begini. Dengan kamu tetapi meladeni dia, dia akan semakin ingin mendapatkan kamu. Walaupun sudah kamu acuhkan berkali kali. "


" aku harus apa? menghindar terus aku rasa tidak mungkin. Aku akan repot sendiri dan gak ada waktu belajar. Sudah lah biarkan. Kalau capek dia akan pergi sendirinya. "

__ADS_1


" iya juga sih.... tapi aku dan yang lain melihat cara kamu mengacuhkan dia dan menolak dia seperti itu membuat kesan buruk untuk diri kamu lo Ton."


" aku gak peduli pendapat orang soal aku."


" ahh... sudah lah emang sulit bicara dengan batu. "


Sifa datang ke kelas Anton dengan membawa beberapa makanan.


" Anton, ini tadi aku blikan kamu di kantin. aku liat kamu terlalu sibuk belajar sampai gak sempat makan. Jadi ini makan ya. "


" bawa semua itu pergi. "


nada bicara anton terdengar dingin dan datar. Dia sungguh memperlakukan Sifa dengan sangat kasar.


" aku taruh disini saja. siapa tau kamu nanti lapar. ya udah aku pergi dulu ya... bye... "


Sifa langsung pergi tanpa mengindahkan perkataan Anton. Dia terlihat biasa saja menghadapi sifat dingin Anton di depan semua orang tapi sebenarnya di dalam hatinya dia sedang mengutuki sifat Anton itu.


Dia tidak menyangka akan sesulit ini menggoda Anton. Padahal dia cantik, seksi, putih dan tidak terlalu bodoh. Tapi kenpa dia tidak di perdulikan oleh Anton. Sifa tidak akan menyerah dengan mudah dalam hal ini.

__ADS_1


__ADS_2