Perjuangan Gadis Desa

Perjuangan Gadis Desa
Episode 21


__ADS_3

Di saat Annisa saat ini masih berada di pelukan Bryan berbeda dengan Puspita yang saat ini sedang mengaburkan semua barang yang berada di kamarnya dan bukan hanya itu saja dia mengambil semua album kenangan masa kecil dirinya, Bryan dan juga Annisa.


" Aku tidak ingin melihat wajahmu lagi dan aku juga tidak ingin melihat mu berada di rumah ini." Ucap Puspita sambil meremas foto masa kecilnya yang bersama Annisa.


" Dengan kehadiran dirimu membuat keluarga ku mulai terancam kembali dan jika itu terjadi aku tidak akan pernah memaafkan kamu lagi." Ucap Puspita marah.


Ceklek.


" Apa yang kamu lakukan terhadap Annisa itu salah dan seharusnya kamu tidak memperlakukan dia seperti itu, dan apa kamu tau dia jauh lebih terluka di bandingkan kamu. Coba kamu lihat mata dia dan lihatlah bagaimana dia berbicara kepada dirimu, jiak kau tau di berbicara santai namun menyimpan beban dan juga sesak yang seakan dia tutupi sejak kecil." Ucap Anggara yang tidak habis pikir dengan jalan pikiran istrinya ini.


" Mengapa kau membela dia dan apa kau menyukai dia hah." Teriak Puspita.


" Aku menyukai dia karena dia jauh lebih dewasa di banding kamu, dan aku menyukai dia bagaimana cara dia menyikapi kamu dengan cara lembut dan apa kau tau ketika aku pergi dia lebih terluka lagi. Dan ya aku menyukai dia sebagai aku seorang Kaka yang akan melindungi nya walaupun aku bukanlah kakak aslinya." Jelas anggara yang mencoba meredamkan emosi nya.


" Cih pembual." Sinis Puspita.


" Inilah yang seharusnya aku takutkan ketika menikah dengan dirimu, kau tidak akan pernah berubah sekalipun aku berusaha untuk membantu dirimu." Ucap Anggara menatap tajam ke arah Puspita.


" Jadi kau menyesal menikah dengan diriku." Balas Puspita tak kalah menatap tajam Anggara.


" Ya." Jawab Anggara


Sebetulnya Anggara sangat senang ketika menikahi wanita pujaan nya ini namun, ketika wanita yang dia cintai ini selalu saja melakukan kehendaknya sendiri tanpa memikirkan hati orang lain dan anggara pun sebenarnya sangat mencintai istrinya ini namun, apalah daya ternyata Puspita adalah orang yang termasuk serakah dalam hal harta.


" Apa karena wanita itu hah." Tanya Puspita.


" Tidak." Jawab cepat Anggara.


" Lalu karena siapa jika bukan wanita itu." ucap Puspita yang menuduh Annisa dalam semua masalah rumah tangga nya ini.


" Jangan selalu menyalahkan orang lain Puspita, apa kamu tidak sadar sama sekali dengan sikap kamu ini." Tanya Anggara lagi yang mecoba memberitahukan Puspita.


" Aku tidak pernah salah dan yang salah itu mereka." Ucap Puspita yang tetap tidak merasa bersalah sama sekali.


" Inilah yang aku tidak suka dengan sifat kamu sejak dulu Puspita." Ucap Anggara pasrah.


" Jika kau tidak menyukai sifat ku kenapa kau menikahi ku hah !." Teriak Puspita sambil membanting barang yang ada.


" Hentikan Puspita jangan seperti anak kecil dan bodoh, kau itu orang yang berpendidikan tapi kelakuan mu dan sifatmu ini seperti orang yang tidak berpendidikan." Ucap Anggara yang berusaha menghentikan Puspita.


" Apa kau bilang hah !." Teriak Puspita hingga membuat semua orang pun mendengar karena teriakan Puspita yang begitu keras dan juga menggelegar.


" Bisa kau tidak berteriak Puspita." Ucap Anggara teriak.

__ADS_1


Hingga tanpa mereka berdua sadari nyonya Chintia beserta yang lain melihat pertengkaran anak dan menantunya ini.


" Bisa kalian berdua diam." Ucap tegas nyonya Chintia.


Namun ucapan nyonya Chintia di abaikan oleh mereka berdua hingga membuat Annisa pun yang berbicara dan menghentikan pertengkaran mereka berdua.


" Apakah Kaka bisa berhenti." Ucap Annisa yang melangkah kakinya untuk ke tempat mereka berdua saat ini yang masih bertengkar.


" Apa kalian tidak bisa berhenti." Teriak Annisa di depan mereka berdua hingga membuat mereka berdua berhenti dan menoleh ke arah Annisa yang saat ini berada di hadapan mereka.


" Apa yang membuat kalian berdua bertengkar." Tanya Annisa.


" Kamu." Ucap Puspita menunjuk ke arah Annisa.


" Aku." Tunjuk Annisa ke dirinya sendiri.


" Ya." Jawab Puspita lagi dan maju ke hadapan Annisa yang saat ini berada di depannya.


" Kau adalah penyebab kehancuran semua ini dan kau adalah pembawa sial." Ucap Puspita sambil menunjuk ke arah wajah Annisa.


" Dan bukan hanya itu saja, karena dengan kehadiran kamu di sini juga semua keluargaku akan menjadi korban dari keserakahan ayahmu dan juga kesegoisan dari keluarga kakek dan nenek ayahmu !." Teriak Puspita.


" Apa segitu bencinya ka kamu padaku setalah mengetahui semua kebusukan ayahku dan apa segitu bencinya ka kamu padaku. Aku tidak mengenal ka Puspita yang dulu lagi seperti ibu pernah bercerita kepadaku dan mungkin ibuku salah menilai dirimu ka." Gumam Annisa dalam hati dan berusaha untuk tidak menangis saat ini.


" Mudah saja, aku ingin kamu mati !." Ucap Puspita.


" Plak ." Tamparan dari tuan Dimas untuk Puspita.


" Apa apaan kamu ini hah ! enak saja kamu bilang begitu dan tanpa rasa bersalah kamu mengatakan itu hah !." Teriak tuan Dimas kepada Puspita hingga membuat Puspita semakin marah serta menatap tajam ke arah Annisa dan semakin ingin membunuh Annisa.


" Apa apaan kamu ini ka, enak saja kamu bilang begitu kepada adik kita." Ucap Bryan yang menimpali omongan sang ayah dan dia juga langsung memeluk Annisa dnegan erat serta mengusap punggung Annisa yang saat ini sedang bergetar.


" Hahaha dasar manusia pembawa sial kamu Annisa, dan untung aku tau kalau kau adalah anak dari om Bramantyo tapi jika tidak mungkin saat ini aku masih menganggap kamu sebagai adikku yang paling kecil dan juga penuh kasih sayang tapi sayangnya tidak." Ucap Puspita mencemoohnya dan juga menatap sinis ke arah Annisa yang saat ini berada di pelukan Bryan.


" Apa dengan begini kamu mendidik kamu nak ? apa yang sebenarnya terjadi sama kamu hingga membuat kamu seperti ini." Tanya nyonya Chintia.


" Aku tau semuanya Bu dan aku tau kalau ayah dari dia adalah penyebab kebakaran perusahaan 5 tahun silam." Ucap Puspita lagi yang mengingat kan tragedi kebakaran perusahaan yang selama ini dia pegang.


" Itu bukan salah Annisa nak, dan itu salah ayahnya tapi mengapa kamu membalasnya kepada Annisa." Ucap nyonya Chintia lagi.


" Karena aku ingin dia merasakan apa yang aku rasakan saat ini Bu dan aku ingin dia juga menderita." Ucap senang Puspita.


" Mengapa kamu tega sekali nak." Tanya tuan Dimas.

__ADS_1


" Dan apakah kamu tidak sayang terhadap Tante Halimah jika kamu melakukan ini kepada Annisa dan menyuruh Annisa mati." Tanya nyonya Chintia.


" Tidak." Ucap Puspita jujur hingga membuat semua orang tercengang dengan apa yang di ucapkan oleh Puspita.


" Mengapa kamu merasa senang dengan apa yang kamu ucapkan barusan." Tany nyonya Chintia curiga terhadap anaknya itu.


" Karena dia juga harus merasakan apa yang aku rasakan ketika aku harus kehilangan kakek Wira yang selalu menjaga aku dan selalu melindungi ku, karena gara gara Tante Halimah kakek meninggal." Ucap Puspita yang menyalahkan keluarga Annisa.


" Siapa Nyang mengatakan ini." Selidik nyonya Chintia.


" kakaknya kakek." ucap Puspita enteng hingga membuat nyonya Chintia naik pitam dan juga langsung menampar anaknya lagi.


" plak." Bunyi tamparan di pipi Puspita.


" Di mana kamu bertemu dengan si brengsek itu." Tanya nyonya Chintia yang meminta jawaban dari sang anak soal keberadaan Om nya itu.


" Mengapa ibu tampar aku lagi hah." Teriak Puspita.


" Jangan mengalihkan pembicaraan ibu Puspita putri wong." ucap nyonya Chintia yang menyebutkan nama panjang Puspita dan berarti saat ini ibunya sedang marah pada dirinya.


" Cih." Sinis Puspita.


" Plak." Tamparan kedua di pipi Puspita dan membuat Puspita semakin marah kepada ibunya karena telah menampar dirinya.


" Mengapa ibu menampar aku lagi hah ! sebenernya di sini anak ibu aku atau anak pembawa sial itu dan oh iya aku lupa ya... kan ibu lebih sayang dengan anak pembawa sial itu." Ucap Puspita lagi.


" Cepat jelaskan di mana laki laki brengsek bitu Puspita putri wong." Ucap nyonya Chintia lagi namun Puspita hanya menatap malas ke arah ibunya itu.


Hay Hay Hay semuanya hehehe dan selamat malam semuanya.


selamat beristirahat ya... bagi teman teman semuanya yang saat ini sudah pulang bekerja dan selamat bekerja bagi teman teman yang saat ini sedang bekerja dan tidan lupa juga selamat beristirahat bagi teman-teman yang saat ini sedang sakit.


Tetap jaga kesehatan dan juga keselamatan ya.. teman teman.


seperti biasa Ning mau ngucapin permintaan maaf dulu ya hehe


maaf banget kalau misalnya ada kata kata yang membuat kalian semua tersinggung dengan apa yang di tulis oleh Ning hehe.


dan maaf banget kalau misalnya alurnya kurang sreg dan juga kurang pas hehe.


dan maaf banget juga kalau misalnya kebanyakan typo.


terima kasih 😁

__ADS_1


salam sayang šŸ¤—šŸ¤—šŸ¤—


__ADS_2