
Setelah Widi tenang, dia akhirnya menceritakan apa yang dia lalui kepada Mira.
" Mir.. sebenarnya selama aku mengikuti kegiatan di sekolah aku selalu di bully Mir. aku di bully karena menolak permintaan kak Anggi. Aku di minta menjebak kamu dan menjelek jelekkan kamu Mir. Aku di bully dan di rekam di toliet oleh teman satu kelompok aku atas perintah kak Anggi. Sekarang rekaman aku di toilet itu akan di sebarkan kalau aku tidak mau menggalkan pertunjukan kamu dan membuat kamu malu.
aku harus gimana Mir. "
" apa yang mereka lakukan di toilet saat itu? Apa yang mereka suruh kamu lakukan? "
" aku di suruh bergaya seperti menggoda pria disana Mir.. rekaman itu akan di sebar saat penutupan MOS besok."
" kamu liat rekamannya? "
" aku ada di kirimi rekamannya Mir. ini.! "
" Ok... besok kamu jangan lakuin apapun, aku akan mengurus hal ini... tenang saja kita hadapi bersama hal ini. "
" kamu yakin? dia sangat licik lo Mir"
" Dia licik, aku cerdik Wid... tenang saja. aku lebih memilih menghadapi ini daripada aku harus menghadapi Vino. "
" ahhh iya aku mau menanyakan itu, benar kamu pacaran dengan dia? "
__ADS_1
" gila aja aku dengan dia. dia itu terobsesi kepada aku Wid... dia ingin memanfaatkan aku untuk menaikan namanya. aku sudah bertindak dari yang paling sopan sampai kasar kepadanya tapi tidak mempan juga. Stres aku jadinya. "
" Bagaimana kalau kita jebak saja dia dan sebarkan kebusukannya di sekolah? "
" aku gak mau kasar dulu Wid, kalau dia sendiri belum bertindak jauh. karena aku bukan orang yang suka mendahului dalam mencari masalah. Tapi, beda hal nya dengan kamu. Mereka sudah melakukan tindakan kelewat batas. "
" kamu mau apain mereka Mir? "
" gak lakuin apapun kok.... mereka yang akan melakukannya. jadi kamu tenang saja."
" benarkah? "
" hemm"
Widi, dan Mira bercerita banyak hal di dalam kamar hari itu sampai mereka melupakan makan malam mereka.
Semua kejadian yang mereka alami, mereka critakan bersama. Kadang sedih kadang ketawa. Mereka benar benar melupakan segalanya saat bersama.
Memanfaatkan waktu untuk berbagi cerita merupakan hal yang mereka nantikan setelah cukup lama mereka tidak bertemu.
Saat asik bersama tiba tiba kamar mereka ada yang mengetuk.
__ADS_1
" Siapa? tunggu sebentar." kata widi.
Saat membuka pintu terlihat penjaga asrama yang sedang menunggu di depan pintu.
" Oooo ibu,,, iya bu... ada apa ya? "
" ini sudah mau lewat jam makan malam, apa kalian tidak akan makan? "
" ahhhh iya kami sampai lupa hal itu... sebentar ya bu... saya panggil teman saya dulu untuk pergi makan malam. "
" Lain kali kalian tidak akan saya pringatkan begini. ini karena pertama kalinya jadi saya ingatkan. Lain kali kalau kalian terlambat kalian tidak akan mendapatkan jatah makan. "
" baik bu... terimakasi. "
Widi buru buru masuk ke kamar dan memberitau informasinya kepada Mira.
" Mir,, ayo cepat... jam makan malam nya hampir lewat kita di ingatkan oleh ibu penjaga asrama tadi. "
" iya iya.. "
" nanti katanya dia tidak akan mengingatkan lagi kalau kita telat. kalau telat kita gak akan mendapat jatah makan. "
__ADS_1
" iya itu resiko untuk yang telat kan... bagus lah kita masih di ingatkan oleh ibu penjaga. ayo cepat. sebelum dia marah. "
Mira dan Widi buru buru pergi ke kantin dan langsung mengambil jatah makan. Walaupun seperti itu mereka sangat menikmati waktunya dan akan melewati semua bersama layaknya saudara.