Perjuangan Gadis Desa

Perjuangan Gadis Desa
Mungkin Begini lebih Baik


__ADS_3

Anton yang merasa terganggu oleh Fredi memilih diam dan membiarkan apapun yang di lakukan Fredi. Daripada dia buang buang tenaga untuk mengusir Fredi, mending dia menggunakan tenaganya untuk belajar dan mencari pekerjaan.


"kamu mikir apa sih? kenapa kamu selalu ingin sendiri Ton? "


" Bukan urusan mu.. "


" Ton gak ada salahnya kamu berteman dengan aku. "


" apa yang membuat kamu ingin berteman dengan aku? "


" gak ada hanya ingin saja. "


Anton hanya diam saja setelah mendengar jawaban yang sangat tidak ingin dia dengar. Alasan klasik yang mengatakan hanya ingin saja.


Anton merasa kalau semua yang terjadi di dunia ini pasti ada alasannya. Jadi dia tidak mau mendengar hal yang " hanya ingin saja" atau kata kata yang menunjukan ketidak pastian. atau tanpa alasan yang jelas.


" ok... ok... aku merasa kamu menarik Ton, "


Anton langsung menatap horor ke Fredi.


" hei.... hei... jangan liat aku seperti itu. aku masih normal. Maksud aku adalah kepribadian kamu, sikap cuek dan acuh kamu itu menarik perhatian. Jadi aku ingin berteman dengan kamu. "


" jangan ganggu aku. "

__ADS_1


Fredi tidak memperdulikan kata kata Anton dia tetap mengikuti Anton sampai di asrama dan ternyata mereka satu ruangan. Anton sama sekali tidak tau hal ini. Dan saat mengetahuinya dia merasa kaget. Tapi tidak dengan Fredi. Dia sudah tau hal ini dan dia juga sudah memperhatikan Anton dari awal masuk Asrama.


" Kamu mau kemana Ton? "


" cari kerja. "


" cari kerja? untuk apa? "


Anton mendengar pertanyaan itu hanya menoleh dan mengangkat satu alisnya.


" maksud aku itu, kenapa kamu mau berkerja saat kita belum lulus SMA? "


" harus menyambung hidup"


" ok kalau gitu, kamu bisa kerja di tempat kakak aku. Dia punya restoran kecil kamu bisa kerja disana sebagai pelayan kalau mau. "


" Iya aku akan bantu kamu, dengan gini kamu bisa kerja dan belajar yang baik. aku rasa kamu akan sulit untuk dapat pekerjaan yang sesuai dengan jam malam asrama. "


" apa imbalannya? "


" berteman dengan aku. "


" baiklah. "

__ADS_1


Anton berpikir, mungkin ini adalah yang terbaik untuk dia. Dia akan menerima Fredi menjadi temannya tapi bukan sahabat karena dia tidak percaya ada orang yang tulus kepada dia.


Saat Anton merapikan buku pelajarannya, dia tidak sengaja menjatuhkan saputangan pemberian Mira.


" Hei Ton, saputangan siapa ini? kenapa warnanya merah jambu.? punya perempuan? "


Anton langsung bereaksi dengan hal ini. Dia langsung melihat Fredi dan mengambil saputangan itu dengan kasar.


" Jangan sentuh. "


" hei... santai Ton... apa itu dari pacar kamu? "


" Bukan"


" oooo dari orang special berarti."


" jangan terlalu banyak bertanya. "


Karena raut wajah Anton yang terlihat sangat marah dan kesal saat saputangan itu dia pegang tadi, Fredi memilih untuk diam dan tidak bertanya lagi.


Dia mengambil kesimpulan kalau saputangan itu memang dari orang yang sepecial untuk Anton.


Anton sendiri karena tidak jadi mencari pekerjaan dia melakukan bersih bersih di kamarnya dan saat melihat saputangan itu, perasaan Anton ada yang aneh. Dia merasa merindukan Mira tapi tidak bisa dia jelaskan kenapa dia merindukannya.

__ADS_1


Saputangan itu langsung Anton simpan baik baik di dalam dompetnya dan hal itu menjadi perhatian oleh Fredi, dia berpikir orang yang memberikan Anton saputangan itu adalah orang yang berharga.


Dia ingin bertemu dan mencari tau bagaimana cara untuk menjadi teman dari Anton. Tapi mereka tidak akan bisa dengan mudah menemui Mira.


__ADS_2