
Setelah cukup berbincang cukup lama dan berdebat atau drama Antara Kaka dan adik pun telah usai kini mereka semua menuju meja makan karena jam sudah menunjukkan angka 7.00 wib ketika sampai di ruang yang khusus untuk makan merek pun duduk di bangku masing masing.
" Uhm harumnya makanan ini." ucap Karmila sambil mencium bau makanan yang sudah di ada di meja makan.
" Iya nih harum banget dan kayaknya enak banget lagi." ucap Lusi yang ikut menimpali perkataan Karmila.
" siapa yang masak nih." tanya nyonya Chintia.
" emmm maaf ibu tadi pelayan yang masak." ucap Annisa yang berdiri di sebelah tempat duduk Karmila.
" Loh ka ko belum duduk sih." ucap Karmila kaget karena Annisa belum duduk dan juga malah berdiri sehingga Karmila pun memegang lengan Annisa untuk duduk.
" Tapi maaf non Annisa tidak bisa." ucap Annisa sopan sambil melepaskan tangan Karmila , karena Annisa tau diri kalau dirinya adalah seorang pekerja di rumah temannya nyonya Annisa besok.
" ayolah ka jangan panggil panggil aku non karena aku ini adek mu ka." ucap Karmila sambil merengek sepeti anak kecil di lengan Annisa dan memulai drama aktingnya.
" Tapi maaf non saya ngga bisa karena Annisa di sini hanya seorang pembantu dan juga Annisa bukan siapa siapa di keluarga non." ucap Annisa sambil tersenyum dan melepaskan tangan Karmila di lengan Annisa.
" ibu hiks hiks hiks ka Annisa ngga mau duduk hiks hiks hiks kalau ka Annisa ngga mau duduk Karmila juga ngga mau duduk hiks hiks hiks." Adu Karmila kepada sang ibu dan tangis Karmila pun itu hanyalah tangisan buaya yang di lakukan oleh Karmila sendiri.
" Mending aku aduin aja ke ibu biar ka Annisa mau duduk di sebelah aku dan ngga papah lah aku pura pura sedih yang penting ka Annisa ngga berdiri dan hanya melihat kita makan hehe hehe." gumam Karmila dalam hati sambil tertawa.
" Dasar adek ratu drama." Gumam Lusi sambil geleng geleng kepala karena melihat tingkah adik nya itu.
" Annisa kamu duduk aja ya... di sebelah Karmila dan kamu juga ikutan makan sama kita semua ya..." ucap nyonya Chintia.
" Tapi maaf Bu Annisa tidak bisa." ucap Annisa sambil geleng geleng kepala.
" Annisa nur Fitri !!!." ucap tegas Bryan
Deg
Deg
Deg
Deg.
" Sejak kapan tuan muda tau nama panjang aku ." kaget Annisa karena setau dirinya di keluarga ini tidak tau nama panjang dirinya dan kenapa tuan muda ini tau." gumam Annisa dalam hati sambil menatap wajah Bryan.
Tanpa mereka sadari para pelayan yang mendengar pembicaraan antara Annisa dengan anak majikannya di ruang makan mulai mengkritik Annisa.
" Itu anak baru kenapa jadi rebutan anak nyonya Chintia sih." ucap pelayan 1.
__ADS_1
" iya ya.. padahal dia kan bukan pekerja di sini dan juga dia hanya numpang menginap aja di sini." ucap pelayan 2.
" Mungkin Annisa saudara keluarga nyonya Chintia kali." ucap pelayan 3 yang menimpali obrolan mereka.
" Mana mungkin Annisa saudara nya nyonya Chintia dan kalau misalnya nih bener Annisa termasuk keluarga nyonya Chintia kenapa dia datang dari kampung coba." ucap kesal pelayan 1 ke pelayan 3.
" Iya tuh bener apa yang di bilang dan kalau misalnya Annisa termasuk keluarga nyonya Chintia mana mungkin dia berpakaian tertutup begitu dan bajunya aja murah banget lagi." sinis pelayan 2.
" Tidak usah menilai orang dari segi penampilan dan juga di mana dia Tinggal kaena itu tidak baik dan apa kalian tidak berfikir bahwa kalian juga kan dulunya dari kampung juga dan apa kalian ngga merasa sebelum kerja di sini baju kalian aja tidak layak pakai apalagi harga baju kalian murah banget. ucap pelayan 3 yang mulai bosan dengan kelakuan kelakuan temannya ini yang selalu menilai orang dari sisi luarnya saja.
" Harusnya mereka berdua itu bercermin di depan kaca mereka dan berfikir bagaimana kondisi mereka berdua dulu." Gumam pelayan 3.
singkat cerita nih kalau kalian pengen tau bagaimana kondisi pelayan satu dan dua itu dulunya sangat memperihatinkan dan bahkan ketika di yayasan yang biasa menampung para pekerja pembantu asisten rumah tangga pun mulai jengah dengan pakaian mereka memakai baju berhari hari, oleh karena itu mereka paling lama di yayasan itu dan kalau ngga salah 3 tahun lamanya. Dan rata rata para calon majikan tidak pernah ada yang memilih mereka berdua hingga akhirnya datang lah suruhan nyonya Chintia di yayasan itu untuk mencari 2 pembantu sekaligus yang akan bekerja di rumah nya. Dan kebetulan sekali juga yayasan itu tidak memiliki calon pekerja selain mereka berdua itu dan karena tidak ada pilihan lain lagi maka suruhan nyonya Chintia pun mengambil mereka berdua hingga saat ini.
" Hey harusnya kamu itu tidak usah mengungkit masa lalu kita berdua." kesal pelayan 2.
" iya nih." ucap pelayan 1 menimpali pembicaraan pelayan 2.
" Kayaknya kamu itu ngga suka banget ya.. kalau kita berdua itu kerja di rumah ini." ucap pelayan 1.
" Emang." ucap pelayan 3 to the points.
" Aku emang ngga suka kalian berdua dari sejak awal kalian bekerja disini jika bukan karena nyonya Chintia mungkin kalian berdua masih di yayasan sampai saat ini." ucap pelayan 3.
" mau tau ?."
" Ya iyalah." ucap pelayanan 2.
" dengerin ya... baik baik buat kalian berdua dan aku ngga bakalan ngilangin lagi apa yang aku ucapkan.
" yang pertama kalian berdua itu punya rencana busuk sejak awal.
" yang kedua kalian itu ngga berniat bekerja di rumah nyonya Chintia sama sekali. tapi kalian hanya berencana untuk menghancurkan keluarga nyonya Chintia sepeti apa yang di suruh oleh keluarga Sanjaya.
" yang ketiga kalian berdua ini pura pura menjadi orang miskin dan pura pura tidak memili baju sama sekali hingga kalian berdua tinggal di yayasan sangat lama.
" Yang ke empat kalian berdua ini ingin mengetahui rahasia yang sebetulnya aku tidak tau sama sekali.
" yang ke lima kalian berdua ini sebenarnya adalah asisten rumah tangga dari rumah tuan Sanjaya.
" Yang ke enam kalian berdua ini tidak memiliki keluarga dan bahkan kalian berdua ini bukan saudara.
"Mau aku bongkar rahasia kalian lebih banyak lagi hah." Teriak pelayan 3.
__ADS_1
Karena mendengar teriakkan dari arah dapur nyonya Chintia berserta yang lainnya pergi ke dapur untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi dan kenapa pelayannya ini bisa berteriak sangat keras.
" Jangan kalian berdua kira aku bodoh dan diam itu tidak tau apa apa dan yang seharusnya di cap bodoh itu kalian berdua." ucap pelayan 3 tegas di hadapan pelayan 1 dan 2.
Dan tanpa mereka sadari mereka bertiga menjadi tontonan semua isi rumah dan terima sang pemilik rumah yang sedari tadi mendengarkan apa yang di bicarakan oleh pelayan tiga walaupun sejujurnya nyonya Chintia tidak tau apa masalahnya.
" ehem." Deheman nyonya Chintia kepada tiga pelayan itu."
" apa yang sebenarnya terjadi di sini dan kenapa pelayan tiga berteriak kerasa di depan pelayan 1 dan 2." Tanya nyonya Chintia.
" Maaf nyonya jika saya mengganggu ketenangan makan nyonya beserta keluarga." permintaan maaf pelayan 3 sambil menunduk kebawah lantai.
" Bisa jelaskan apa yang sebenarnya terjadi." Tanya nyonya Chintia sekali lagi."
" Biarkan saya saja nyonya yang menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
Pelayan 3 pun menceritakan awal mulai terjadinya hingga membuat pelayan 3 berteriak.
" Begitulah ceritanya nyonya." ucap pelayan 3 takut takut dan was was.
" ooh begitu.." ucap nyonya Chintia sambil mengangguk anggukkan kepalanya.
" Bagaimana kamu bisa tau kebusukan mereka berdua." selidik nyonya Chintia.
" Sebelumnya saya minta maaf nyonya kalau misalnya saya membuat kegaduhan, tapi jujur Disni saya hanya sedang menyelamatkan keluarganya nyonya Chintia saja dan saya pun tidak ada maksud lainnya.
" Saya tanya sekali lagi bagaimana kamu bisa tau kebusukan mereka berdua dan angkat wajah kamu jika sedang berbicara dengan saya."
" huh baiklah nyonya, nyonya bertanya kepada saya kenapa saya bisa mengetahui kebusukan mereka berdua itu karena saya merupakan suruhan dari keluarga nyonya sendiri yaitu tuan besar atau yang lebih akrab nyonya bilang ayah." ucap pelayan 3.
" Hah." jawab serempak mereka kecuali Annisa yang tidak kaget karena hanya Annisa lah yang tidak tau menahu sama sekali.
" Kenapa ayah mengirimkan dirimu ke rumahku." bingung nyonya Chintia.
" Kalau lebih jelasnya nyonya bisa tanyakan saja kepada tuan besar."
Hay Hay semuanya hehehe
seperti biasa ning mau ngucapin maaf yang sebesar besarnya kalau cara up Ning kurang efektif dan alurnya pun aneh hehe, tapi Ning selalu berusaha buat kalian semuanya bisa mengambil manfaatnya apa yang Ning tulis itu bisa untuk pembelajaran bagi kita semua.
kalau begitu sekali lagi Ning minta maaf ya....
hehe
__ADS_1
salam sayang, š¤š¤š¤š¤