Perjuangan Gadis Desa

Perjuangan Gadis Desa
Episode 30


__ADS_3

" permisi mas, boleh saya meminta tolong kepada mas ?." Tanya Bella.


" Iya mba silahkan." Ucap OB.


" Maaf mas dari tadi kan saya nunggu temen saya yang saat ini lagi pergi ke toilet tapi saya sudah menunggu lama dan temen saya belum keluar sama sekali." Ucap Bella kepada OB.


" cirinya seperti apa mba ?." Tanya OB kepada Bella.


" Ciri cirinya dia menggunakan topi warna hitam dan baju abu abu di lapisi mantel waran hitam dan menggunakan selana jins warna hitam serta sepatu warna putih." Ucap Bella menyebutkan ciri ciri dari anak buahnya itu.


" Baiklah mba akan saya bantu chek dulu ya..." Ucap OB meminta ijin untuk masuk ke toilet dan mencari orang yang sudah di sebutkan oleh Bella dengan ciri ciri barusan.


" Silahkan mas." Ucap Bella sambil bergeser agar tidak menghalangi jalan.


Setelah OB masuk ke dalam toilet khusus pria Bella pun menunggu dan tidak lama kemudian OB yang di minta tolong tadi membawa anam buahnya dalam keadaan kepalanya berdarah.


" Astaghfirullah ini ada apa mas ?." Tanya Bella sedikit panik karena melihat kepala anak buahnya mengeluarkan darah.


" Saya kurang tau mba karena saya melihatnya ketika mas ini pingsan dan ketika saya mencoba membangunkan mas ini saya malah kaget karena di sekitar lantai yang dekat dengan kepalanya terdapat banyak darah." Ucap jelas OB.


" Ya.. sudah kalau begitu mas bantu saya untuk membawa teman saya ke dokter." Ucap Bella sambil membantu anak buahnya yang saat ini mungkin sedang terluka parah dan sang OB pun menganggukkan kepalanya sebagai tanda setuju.


Setelah memapah tubuh anak buahnya yang kemungkinan terluka parah di bagian kepala dan kemungkinan juga ini adalah tindakan kesengajaan karena menurut Bella orang nya masih berkeliaran di sekita rumah sakit.


Akhirnya Bella sampai di ruang tindakan dan tidak butuh lama sang dokter pun langsung melakukan tindakan penanganan untuk memberhentikan darah yang terus mengalir tapi sebelum itu dokter menyuruh Bella dan OB untuk keluar dari ruangannya.


Setelah mendapatkan tindakan dari sang dokter akhirnya dokter itu menemui Bella dan juga menghela nafas berat karena dirinya merasa prihatin dengan pasiennya.


" Apa ada saudara pasien." Ucap dokter.


" Iya saya dok." Ucap Bella.


" Mba siapanya pasien." Tany dokter.


" Saya kawannya dok dan kebetulan juga kami kesini untuk menemui teman kami yang baru saja menjalani operasi." Ucap Bella berbohong kepada dokter.


" Lalu kenapa pasien bisa terluka dan mengalami pendarahan di bagian kepalanya." Selidik dokter.


" Tadi sebelum kami pergi ke ruangan temen saya dia ingin pergi ke toilet dulu dan katanya dia tidak kuat pengen buang air besar." Jelas ucap Bella berbohong.


" Lalu apa mba tau apa setelah itu ?." Tanya dokter.


" Saya tidak tau sama sekali dok bahkan saya sudah menunggu dia sejam sebelum saya memanggil mas OB ini dan kalau misalnya tidak ada mas OB mungkin saya akan tetap menunggu dia selama 2 jam lebih." Ucap Bella lagi


" Tapi untungnya dia tidak kehabisan darah ya... walaupun tadi sempat pingsan." Ucap dokter.


" Maksudnya bagaimana dok." Bingung Bella.


" Tadi korban sebelum pingsan sepertinya menahan aliran darah atau menekan bagian kepalanya yang mengeluarkan darah dengan kain baju korban supaya tidak terlalu kehabisan darahnya." Terang dokter.

__ADS_1


" Tapi yang saya bingung adalah siapa orang yang telah melakukan pemukulan di bagian kepala korban." Tanya dokter.


" Saya juga tidak tau dok, soalnya selama saya menunggu tidak ada orang lain lagi dan bahkan tidak ada yang keluar dari toilet." Ucap Bella yang mencoba mengingat ketika dirinya berada di depan pintu toilet pria.


" Mungkin mas OB nya tau dok, soalnya kan saya ngga tau apa yang terjadi di sana karena saya tidak akan di ijinkan masuk." Ucap Bella sambil menunjuk ke arah OB.


" Saya kurang tau sih mba tapi sebelum masuk saya seperti melihat seseorang tapi keluar lewat jendela pintu toilet dan yang lebih anehnya dia meninggalkan jejak ini mba." Ucap OB sambil memberikan secarik kertas dan juga sebuah boneka yang sudah di potong kepalanya.


Ketiak menerima sebuah surat dan boneka yang sudah potong kepalanya Bella pun sebenarnya merasa khawatir dan takut tapi dia bisa mengubah rasa itu dengan gaya dia sendiri dan bukan hanya itu saja sebenarnya Bella merasa mual dengan bau darah ini.


Ketika membuka surat itu Bella kaget.


" Surat ini...." Ucap Bella terhenti dan seketika itu juga Bella langsung menelfon anak buahnya untuk mengejar wanita yang telah menghancurkan keluarga nyonya Chintia dan juga tuan Dimas.


" Halo." Ucap Bella kepada anak buahnya.


" Jya halo bos ada apa ?." Tanya anak buah Bella yang saat ini masih stay di area rumah sakit.


" Cepat kamu kejar wanita yang keluar dari toilet pria." Ucap Bella kepada ank buahnya untuk segera mengejar wanita itu supaya tidak ketinggalan jejak lagi selama bertahun-tahun.


" Wanita yang mana bos." Ucap anak buah Bella bingung karena di area rumah sakit sangat banyak sekali wanita dan bahkan bisa ratusan.


" Sebentar." Ucap Bella kepada anak buahnya lalu Bella meminta bantuan OB untuk menejelaskan ciri ciri wanita yang ada di toilet secara detai.


" Mas bisa bantu saya." Ucap Bella.


" Mas tolong sebutkan ciri ciri wanita ya g mas temui di toilet kepada anak buah saya dan saya ingin sekali mas menyebutnya secara detail.


" Boleh saja mba , tapi ada beberapa yang saya tidak ketahui bagaimana mba." Ucap OB itu.


" Tidak apa apa mas, yang penting anak buah saya bisa menemukan wanita itu." Ucap Bella sambil menyerahkan handphonenya kepada anak buahnya dan mas OB nya pun menerima Handphone Bella.


" Halo mas." Ucap OB kepada anak buah Bella.


" Siapa kamu." Ucap anak buah Bella yang kaget karena suaranya sudah berbeda dan mereka mengira kalau bosnya dalam bahaya.


" Jangan curiga kepada saksi." Ucap Bella mengingatkan anak buahnya.


" Maaf bos." Ucap anak buah Bella meminta maaf karena sudah curiga terlebih dahulu.


" Coba beritahu saya bagaimana wanita yang di maksud oleh bos saya." Ucap anak buah Bella.


" Baik mas akan saya jelaskan." Ucap OB itu.


Akhirnya OB itu menjelaskan bagaimana wajah wanita yang di temui di toilet dan dia pun menceritakannya secara rinci sedangkan anak buah Bella sedang membuat sketsa.


" Begitu mas ciri cirinya." Ucap OB itu.


" Baiklah dan terima kasih karena sudah mau memberikan informasi kepada saya, kalau begitu tolong kasih handphone nya kepada bos saya lagi.

__ADS_1


Setelah mendengar perintah dari anak buah Bella akhirnya OB itu pun memberikan handphone nya kepada Bella lagi dan Bella pun menerimanya.


" Bagaimana ?." Tanya Bella.


" Sepertinya dia sudah ganti wajah yang baru lagi atau dia operasi plastik lagi untuk kesekian kalina bos, soalnya ketika saya menggambarkan sketsa nya dan ternyata wajahnya berbeda bos." Terang anak buah Bella.


" Lalu apa yang harus kita lakukan lagi." Ucap Bella.


" Kita harus tau dulu di mana dia selalu menjalankan operasi plastik nya bos, karena tidak mungkin orang yang membantunya orang lain." Ucap anak buah Bella yang sudah mulai curiga.


" Benar juga apa yang di bilang kamu, tapi bagaimana kita mengetahuinya." Tanya Bella lagi.


" Soal itu bisa jadi urusan saya bos." Ucapnya lagi agar bosnya ini merasa tenang.


" Baiklah kalau begitu aku percayakan semuanya kepada dirimu." Ucap Bella sambil menutup telfonnya.


Sedangkan di tempat lain tepatnya di rumah wanita yang tadi datang ke rumah sakit dan yang membuat anak buah Bella harus mengalami pendarahan di bagian otak nya.


" Kamu tidak akan bisa menemukan diriku Bella hahahaha." Tawa wanita itu.


" Seandainya keluarga itu tidak ikut campur dalam masalahku mungkin saat ini kalian semua masih bahagia hahahaha." Tawanya lagi.


Tok tok tok tok


" Bos ada informasi terbaru." Ucap anak buahnya.


" Apa." Ucapnya singkat tanpa mengalihkan perhatiannya dari layar monitor.


" Ini mengenai keluarga tuan angkasa dan juga nyonya Chintia bos." Ucap anak buahnya sambil menyerahkan semua dokumen dokumen penting termasuk perusahaan.


" Wah rupanya keluarga itu sudah bangkit lagi ya.... lumayan nih seru hahahaha." Ucap wanita itu sambil membaca informasi tentang perusahaan tuan angkasa dan perusahaan nyonya Chintia beserta harta yang lainnya.


" Jadi bagaimana bos." Ucapnya lagi.


" Kita akan mabil harta mereka lalu kita bunuh mereka hahaha." Ucapnya lagi sambil membayangkan bagaimana ketika dirinya bisa mengusir keluarga itu.


" Apa kita akan melakukan rencana hari ini atau bagaimana bos." Ucap semangat dalam menghancurkan keluarga tuan angkasa besrta keluarga yang lainnya.


" Kita mulai dari sekarang dan saatnya kita hancurkan keluarga itu Haha.


Hay Hay Hay semuanya hehehe


maaf baru bisa up ya......


aku ngga bakalan banyak ngomong tapi aku di sini mau ngucapin permintaan maaf dulu kalau misalnya ada kata kata yang membuat kalian tersinggung dan maaf banget kalau misalnya banyak typo.


Terima kasih 😁😁


Salam sayang šŸ¤—šŸ¤—

__ADS_1


__ADS_2