
" Tapi bagaimana kamu kenal ayah dan sepertinya saya juga baru tau kalau kamu bekerja sama juga dengan ayah saya." Bingung nyonya Chintia karena setau dirinya pelayan 3 ini sudah bekerja dengan dirinya 7 tahun tapi ternyata di luar dugaan pelayan nya ini juga memberikan perlindungan kepada keluarga dirinya.
" Emm kalau soal itu saya tidak bisa memberi tahu nyonya karena saya belum dapat ijin dari tuan besar dan kalau soal kebusukan mereka berdua sebenarnya saya sudah tau sejak awal mereka datang kesini dan sebenernya dua pelayan yang sebelumnya bekerja di sini itu tidak mengundurkan diri melainkan di pekerjaan di rumah tuan besar supaya nyonya mencari lagi seorang pembantu baru untuk menggantikan yang sebelumnya dan tentunya keberuntungan berada di pihak tuan besar karena tuan besar tidak perlu susah susah untuk mengawasi mereka." Ucap pelayan 3 menjelaskan.
" Hah." kaget nyonya Chintia.
" Jadi mereka berdua itu adalah seorang mata mata sebenarnya ?." Tanya nyonya Chintia karena sejujurnya dirinya masih bingung.
" Betul nyonya." Jawab pelayan 3.
" Bisakah kamu kasih tau saya sedikit tentang apa masalah yang terjadi sebenernya." ucap nyonya Chintia.
" Kalau nyonya mau tau nyonya biasa meminta ijin dulu kepada tuan besar dan jika tuan besar mengijinkan maka saya akan menjelaskan nya." ucap sekali lagi pelayan 3.
" Baiklah aku akan telfon ayah." ucap nyonya Chintia sambil berbalik dan melangkahkan kakinya menuju ruang tengah untuk mengambil handphone dan setalah diambil nyonya Chintia pun bergegas menelfon sang ayah.
Di saat nyonya Chintia sedang berusaha menghubungi sang ayah pelayan 3 pun memberikan peringatan lagi kepada pelayan 1 dan 2.
" Jangan coba coba kabur dari sini dan jika kalian nekad kabur maka jangan harap kalian bisa lepas dari saya." ucap pelayan 3 sambil menatap tajam ke arah pelayan 1 dan 2.
" Sebenernya siapa dia dan kenapa dia bisa tau siapa kami sebenarnya dan siapa orang yang telah mengetahui rencana kita berdua." Gumam pelayan 1.
" Aku harus bagaimana sekarang dan jika kebohongan kami berdua terbongkar maka semua fasilitas yang di berikan oleh keluarga Sanjaya pasti akan di ambil lagi terutama Bramantyo, dia Pasti akan meninggalkan aku karena aku gagal mengambil harta dari keluarga Chintia." ucap pelayan 2 dalam hati.
Karena mereka sibuk dengan lamunan mereka masing masing berbeda dengan nyonya Chintia yang sedang berbicara dengan tuan angkasa atau lebih tepatnya ayah dari Halimah.
" Assalamualaikum ayah." ucap salam nyonya Chintia kepada tuan angkasa.
" Maaf ayah kalau putri ganggu ayah malam malam begini." ucap nyonya Chintia lagi.
" Hem tidak putri, ayah sedang tidak sibuk dan ayah pun sekarang sedang membaca koran." Jawab tuan angkasa.
" Ayah apakah putri boleh bertanya kepada ayah ?."
__ADS_1
" Boleh putri, memangnya putri mau berbicara apa dengan ayah dan tidak biasanya juga putri berbicara dnegan ayah lewat telfon." Curiga tuan angkasa.
" Begini ayah putri mau tanya apakah ayah mengirim seseorang untuk menjaga keluarga putri ?." Tanya nyonya Chintia.
" Oh kamu sudah tau ya... hehe." Jawab kekehan tuan angkasa.
" Memang iya ayah sengaja menyuruh bodyguard ayah untuk memantau dua orang pelayan baru mu itu putri." ucap tuan angkasa.
" Memangnya kenapa ayah dengan dua pelayan putri itu." bingung nyonya Chintia.
" Apakah bodyguard ayah sudah memberi tahu mu tentang siapa mereka." tanya tuan angkasa kepada nyonya Chintia.
" Belum ayah, karena dia menyuruhku untuk meminta ijin terlebih dahulu katanya dan kalau sudah di ijinkan baru dia akan kasih tau siapa sebenarnya mereka." ucap nyonya Chintia
" Huh." menghela nafas.
" Baiklah ayah kasih ijin ke bodyguard nya ayah untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, dan ayah belum bisa menceritakan nya kepadamu putri dan maaf kan ayah." lirih Tuan angkasa.
" Tidak apa apa ayah, putri ngerti dan terima kasih atas ijin ayah." Ucap senang nyonya Chintia.
" Hah." kaget nyonya Chintia.
" Apa ayah sudah ketemu dengan Halimah?." Tanya nyonya Chintia.
" Belum, terakhir ayah ketemu sama Bramantyo kalau ngga salah di saat meeting dengan rekan bisnis ayah dan dia juga mengatakan bahwa Halimah sudah mati di saat melahirkan anak ketiga dan mungkin anak anaknya juga ikut mati." lirih tuan angkasa.
" Hah." kaget nyonya Chintia lagi.
" Brengsek kau Bramantyo !!! Awas kau sialan !! jika aku bertemu dengan dirimu maka jangan salahkan jika aku akan menghancurkan keluarga dirimu !!! dulu keluarga mu adalah perusak di keluarga ayahku dan sekarang kau mencoba membunuh ayahku perlahan lahan. Tidak semudah itu kau Bramantyo jika aku mengetahui fakta yang lain maka aku akan menghancurkan dirimu dan keluargamu tanpa tersisa." ucap Halimah dalam hati dan meremas handphone yang masih terhubung dengan tuan angkasa.
" Halo putri apakah kamu masih bisa mendengar ayah." Tanya tuan Bramantyo.
" Iya ayah aku dengar, dan oh ayah aku akan menutup telfonnya ya.. karena aku mau tanya suruhan ayah itu." ucap nyonya Chintia.
__ADS_1
" Baiklah kalau begitu ayah tutup dan assalamualaikum.
" Waalaikumsalam.
note :
Tahukah kalian kenapa nyonya Chintia di panggil putri oleh tuan angkasa karena nyonya Chintia adalah anak perempuan tertua dari keluarga dan nyonya Chintia adalah keponakan perempuan pertama dari dari keluarga tuan angkasa dan cucu perempuan pertama dari tuan andika dan sulistiawati.
Setelah mengalami perbincangan cukup lama nyonya Chintia pun pergi ke dapur di mana tempat suruhan tuan angkasa berada.
" Nama kamu siapa." Tanya nyonya Chintia kepada pelayan 3.
" Nama saya Bella nyonya." ucap Bella.
" Baiklah Bella kamu ikut saya ke ruang kerja." ucap nyonya Chintia menyuruh Bella untuk mengikutinya ke ruang kerja.
" Baik nyonya." ucap Bella sambil berjalan mengikuti langkah nyonya Chintia.
" Ayah apa kita harus ikut." Tanya Puspita.
" Tidak usah nak, biarkan ibumu yang menyelesaikan nya karena ayah yakin ibumu akan kembali lagi seperti dulu jika ada yang sedang mengusik keluarga." Ucap Tuan Dimas.
" Maksudnya ?." tanya Puspita bingung.
" Suatu saat nanti kamu akan mengerti siapa ibumu sebenarnya nak." ucap Tuan Dimas lagi.
" Jika kamu tau ibumu adalah queen mafia pertama yang di takuti dalam sejarah dan jika kamu tau raja mafia nya itu adalah om nya sendiri maka kamu tidak akan percaya sama sekali." Gumam tuan Sanjaya kembali.
note:
Dulu nyonya Chintia dan sepupunya yang bernama Tio adalah ketua mafia yang di takuti dalam sejarah. Tetapi mereka tidak akan pernah menyerang atau berbuat licik demi mendapatkan sesuatu yang seharusnya bukan miliknya dan mereka biasanya melakukan pergerakan jika di dalam anggota keluarga di usik oleh orang lain.
hay Hay seperti biasa Ning mau ngucapin permohonan maaf ya... hehe. mohon maaf bila jalur alur ceritanya Ning tambahin dalam dunia mafia ya.... tapi tenang saja itu hanya sekilas saja atau bisa di bilang hanya sebuh figuran saja hehe dan Ning tetap akan pilih Annisa sebagai peran utamanya ko.
__ADS_1
jika ada kesalahan kata, ucap, tulisan, alur, tokoh, dan tempat nongkrong Ning mohon maaf ya...
salam sayang š¤š¤š¤